Tampilkan postingan dengan label UFO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UFO. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

PUTRICANDRAMIDI - Sleman: Sejumlah mahasiswa mengaku membuat crop circle yang ditemukan di tengah sawah di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu mereka nyatakan dalam situs Studentmagz.com.


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan di situs itu menyebutkan, crop circle di Sleman dibuat seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi sang mahasiswa yang dikenal jago matematika dan internet itu tak bekerja sendiri. Dia dibantu enam temannya.

Masih dalam situs, sang mahasiswa yang sampai kini belum diketahui namanya itu mengaku, sengaja membuat jejak benda terbang tak dikenal alias UFO buat mencari sensasi. Menurut dia, itu sebagai ajang pembuktian kalau mereka memang jago matematika dan desain.

Crop circle adalah pola lingkaran misterius berbentuk simetris. Crop cirle di Sleman, berdiameter 60 centimeter sampai 70 cm. Walau banyak ditemukan di sejumlah tempat, toh fenomena ini tetap menjadi teka-teki.(ICH)

sumber : http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/01/25/121257/Mahasiswa-UGM-Mengaku-Pembuat-Crop-Circle-Sleman

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan ‘Crop Circle di Sleman Dibuat Mahasiswa UGM’ Hoax

Penampakan crop circle di sawah yang ditanami padi di Berbah, Sleman hingga kini masih misterius. Tidak diketahui bagaimana lingkaran terpola misterius itu tercipta. Di tengah misteri ini, muncul sebuah blog yang menceritakan bahwa crop circle itu sebenarnya dibuat mahasiswa UGM. Benarkah? Tulisan di blog itu hoax, gak layak dipercaya.

Tulisan berjudul ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ itu sudah muncul di berbagai forum, termasuk detikforum, Selasa (25/1/2011). Namun, sebagian besar pengomentar menganggap tulisan itu sampah (hoax) alias tidak bisa dipercaya.

“Belum bisa percaya. Belum ada bukti yang riil. sori,” tulis member detikforum ber-ID nasionalis_24.

“Penjelasannya masih dRagukan..,” tulis member ber-ID yoake.

Masih banyak member lain yang meragukan kebenaran atas tulisan ini.

Sementara itu, Michael Gumelar, Ketua UFO-Indonesian Community (UFO-IC) mempertanyakan bukti bahwa crop circle itu buatan mahasiswa UGM. “Mereka mengklaim, itu sesuatu yang bagus, tapi kalau mengklaim harus disertai bukti-bukti. Bagaimana cara membuatnya, bagaimana kronologinya? Kita tunggu saja, kalau nggak disertai bukti-bukti ya sama saja bohong. Sulit untuk melacak
kebenarannya,” kata dia kepada detikcom.

Dia menduga sebentar lagi akan banyak pihak yang mengklaim sebagai pembuatnya. Sebab, kata dia, crop circle ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan langsung menasional.

Pemantauan detikcom, tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ memang terlihat hanya upaya mencari sensasi di tengah misteri crop circle di Sleman. Di dalam tulisan itu, tidak dijelaskan indetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu. Alur ceritanya juga dibuat sekenanya, banyak yang tidak masuk akal.

Tulisan itu menceritakan bahwa ada lebih dari 6 mahasiswa UGM yang terlibat dalam pembuat crop circle itu. Mereka membuat hal itu, untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian. Menurut sang penulis, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, sang penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Menurut sang penulis, para mahasiswa itu membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulis dia.

Percayakah Anda dengan tulisan klaim mahasiswa UGM ini? (asy/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/135805/1554145/10/tulisan-crop-circle-di-sleman-dibuat-mahasiswa-ugm-hoax?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

UGM Lacak Identitas Mahasiswa Pengklaim Pembuat Crop Circle di Sleman

Sebuah tulisan di blog mengklaim crop circle di areal pertanian Berbah, Sleman, merupakan buatan enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski banyak yang menyebutnya hoax, pihak universitas yang dikenal dengan sebutan ‘Kampus Biru’ itu akan melacaknya.

“Saya sudah dengar soal klaim itu, saya juga sudah berkoordinasi dengan Dekanat Fakultas MIPA dan sekarang sedang dilacak dan diselidiki,” kata Kepala Humas UGM Suryo Baskoro kepada detikcom, Selasa (25/1/2011).

Suryo mengatakan, kemungkinan crop circle itu dibuat oleh mahasiswa cukup besar. Apalagi, mahasiswa di jurusan MIPA, boleh jadi memiliki minat terhadap desain dan seni pembuatan crop circle.

“Ya mungkin saja buatan mahasiswa UGM, kita coba terus selidiki itu. Nanti kalau sudah menemukan, tentu kita akan sampaikan,” kata Suryo.

Suryo mengatakan, sebenarnya pembuatan crop circle semacam itu bagus sebagai bentuk ekspresi diri dan kesenian. Namun sayangnya, aksi itu merusak tanaman padi milik para petani di lokasi itu.

“Itu positif ya, dalam artian ekspresi seninya positif. Tapi kalau dilihat merusak tanaman, itu mestinya nggak boleh ya,” kata Suryo.

Jika benar pembuatnya mahasiswa UGM, apakah akan ada sanksi? “Kita belum sampai ke tahap itu, kita cari dulu kebenarannya,” kata Suryo.

Sebelumnya, muncul tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ di internet. Namun sayangnya, penulis tidak menyebutkan idetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu.

Tulisan itu menceritakan bahwa 6 mahasiswa UGM terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian MIPA. Penulis menuliskan, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Mahasiswa membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulisnya. (ken/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/143159/1554178/10/ugm-lacak-identitas-mahasiswa-pengklaim-pembuat-crop-circle-di-sleman

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::lintasberita.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

PUTRICANDRAMIDI - Bau gaib tidak bisa dilepaskan dari “lingkaran UFO” di Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Salah satu pemilik sawah yang ketempatan linkaran simetris itu, Ngadiran, sempat melihat penampakan aneh di malam kejadian.

UFO di Sleman. Hari Sabtu Malam, Pemilik Sawah Lihat Penampakan Macan

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

“Saat kejadian hari Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB, saya lihat seperti ada penampakan macan,” ujar Ngadiran pada detikcom di TKP, Senin (24/1/2011).

Esok paginya, Ngadiran yang bertempat tinggal di dekat sawahnya, lalu menengok sawahnya seperti biasanya. Alangkah kagetnya karena sawahnya beserta sawah di sekitarnya sebagian padinya rebah dan bila dilihat dari atas bukit, membentuk lingkaran unik yang cukup rapi. Hebohlah warga sekitar.

Menurut pantauan detikcom, posisi padi yang rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm.

Ngadiran khawatir sawahnya rusak akibat warga berdatangan untuk menonton. Akibatnya, dia bersama rekan-rekannya yang lain hari Minggu kemarin memasang tulisan larangan memasuki sawah dengan kertas dan spidol hitam. Tulisan itu diletakkan di sekitar pematang sawah. Tali rafia di sekitar “lingkaran UFO” juga dipasang.

Ngadiran pagi ini juga menjenguk sawahnya, lebih pada menjaga agar lahan padinya yang tengah “hamil tua” tidak dimasuki warga. Sementara, ratusan warga masih setia menyaksikan dari bukit Gunung Suru. (nrl/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/24/091628/1552835/10/hari-sabtu-malam-pemilik-sawah-lihat-penampakan-macan

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

“Jejak UFO” di Yogya, Pemilik Sawah Mimpi Sapinya Sekarat

Jumadi (65), salah satu pemilik sawah yang tanaman padinya ambruk membentuk pola aneh crop circle, mengaku pada malam sebelumnya mimpi sapinya sekarat. Ia sama sekali tak menyangka mimpinya itu dihubung-hubungkan dengan kejadian misterius yang kini dialaminya.

“Tadi pagi saya diberitahu tetangga kalau padi di sawah saya ambruk, tapi ambruknya rapi,” kata Jumadi saat ditemui di rumahnya di Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011). “Mungkin mimpi tadi malam itu pertandanya,” ujar Jumadi terkekeh.

Jumadi akan membiarkan pola lingkaran yang ada di sawahnya untuk kenang-kenangan. “Biar jadi tontonan orang, Mas. Mungkin kejadian ini tidak akan terulang di lain hari,” imbuhnya.

Ambruknya padi yang membentuk pola lingkaran ini menimpa sawah milik lima orang warga Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, yaitu Daldiri, Joyo Satiman, Jumadi, Jumilan, dan Mardi Raharjo.

Sawah Jumadi adalah yang paling luas terkena fenomena ambruknya padi berpola lingkaran. “Sawah kami yang rusak sekitar dua blabak. Kalau dihitung kerugiannya Rp 750.000,” ucap Sudilah (60), istri Jumadi. (Tribun Jogja/Hendi Kurniawan)

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/01/24/0045401/Pemilik.Sawah.Mimpi.Sapinya.Sekarat

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

Angin Winasis yang Mengukir “Jejak UFO”

Lingkaran raksasa yang terbentuk di kawasan pertanian Jogotirto, Berbah, Sleman, menjadi topik perbincangan warga. Pada Senin (24/1/2011) dini hari, saat warga melakukan ronda malam, mereka beradu argumen mengenai fenomena tersebut. Di antaranya, warga menduga hal itu karena angin winasis.

“Angin lesus yang menyebabkan pola itu terbentuk,” kata Misran (44) berargumen. Ia mengisahkan, kemarin ia baru mengikuti sosialisasi pertanian dan muncul banyak wacana, termasuk soal pembentukan angin lesus.

Tak hanya berhenti di situ, Misran menguatkan argumentasinya dengan menyebut bahwa angin lesus itu merupakan tanda yang dikirimkan tuhan. “Para tetua desa menafsirkan kejadian itu karena angin lesus winasis,” ujarnya sambil menyeruput kopi.

Beberapa warga yang antusias mendengar analisis Misran semakin tertarik dengan cerita yang disampaikan, apalagi saat ia panjang lebar mengisahkan soal angin winasis itu. “Pola yang muncul akibat angin winasis merupakan tanda dari Tuhan,” katanya. Misran tidak menyebut tanda apa yang dimaksud. (Tribun Jogja/Diaz R dan Hendi K)

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/01/24/07074773/Angin.Winasis.yang.Mengukir.Jejak.UFO

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

‘UFO’ di Sleman dari Teori Mistik sampai Ulah Tangan Manusia

Peristiwa fenomena aneh ‘UFO’ di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kini banyak mengundang komentar dan penelitian tersendiri, sebab hingga saat ini peristiwa tersebut pertama kalinya di Indonesia.

Ada beberapa teori yang menyebutkan bisa terjadinya fenomena tersebut, dari peristiwa angin kencang, gelombang elektromagnet, karya manusia, peristiwa ritual, dan pendaratan peswat mahluk asing.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengatakan saat ini akan melakukan penelitian dengan memotret peristiwa langka tersebut dan dikaji oleh TNI AU.

“Kalau melihat gambarnya seperti itu (aneh), tidak menutup kemungkinan itu merupakan jejak yang ditinggalkan oleh kekuatan di luar keahlian manusia,” kata di Yogyakarta, Senin (24/1).

Lain halnya, Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa lingkaran tanaman tidak disebabkan UFO, melainkan buatan manusia.

Menurut Thomas, Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif.

Dia juga menulis dalam blognya, di tdjamaluddin.wordpress.com dikatakan UFO sendiri secara ilmiah dianggap tidak ada. Penjelasan kesaksiannya cenderung bersifat hoax (kabar bohong), rekayasa, atau tergolong pseudosains (sains semu). Tidak ada penjelasan ilmiahnya.

Walau astronom menyakini adanya kehidupan di luar bumi, tetapi sampai saat ini belum terbukti ada bukti fisik makhluknya, apa lagi yang berkunjung ke bumi dengan pesawat antariksa mereka. Masyarakat kadang terbawa informasi yang bersumber dari cerita-cerita fiksi ilmiah, termasuk dari film-film yang sebenarnya hanya khayalan. Kalau UFO tidak ada, maka pola geometris crop circle dipastikan bukan disebabkan oleh manuver pesawat antariksa atau UFO.

Pola geometris di Sleman bukan juga disebabkan oleh puting beliung atau pengaruh elektromagnetik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi milik PLN). Puting beliung tidak akan menghasilkan pola yang rapih. SUTET pun tidak akan memberi dampak pola geometris, karena tanaman padi tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet dari jaringan listrik itu.

Kalau begitu apa sebabnya? Saya menduga itu hasil rekayasa tangan-tangan kreatif. Di banyak negara terbukti crop circle adalah hasil rekayasa kreatif manusia. Tahun 1990-an dua orang Inggris buka rahasia, bahwa sekian banyak crop circle di Inggris adalah hasil karya mereka. Mereka pun mempraktekkannya dengan menggunakan tali dan papan.

“Tancapkan satu tongga sebagai pusat lingkaran. Lalu tali yang digantungi papan diputar mengelilingi tonggak tersebut. Radius lingkaran tergantung pengaturan letak papan. Pola garis lurus dan segitigajuga bisa dibuat dengan cara-cara yang kreatif. Mau coba?,” tulisnya dalam blog.

Sejak peradaban modern penampakan Crop circle atau yang biasa disebut bekas landing “UFO” tercatat pernah terjadi pertama kalinya pada tahun 1647 di Inggris.(dom/k-em)

sumber : http://www.berita8.com/read/2011/01/24/24/37331/%27UFO%27-di-Sleman-dari-Teori-Mistik-sampai-Ulah-Tangan-Manusia

Foto crop circle yang diambil wartawan Tribun Jogja Hendi Kurniawan dengan inzet ilustrasi muladhara yang dibuat Julius Perdana dari komunitas BetaUfo. Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman.

“Crop Circle” di Sleman Mirip Logo Cakra Muladhara

Terlepas buatan manusia, alien, atau dibentuk akibat fenomena alam, lingkaran raksasa yang terbentuk di area persawahan di Berbah, Sleman, Yogyakarta, menarik dicermati. Pembuatnya pasti sangat cermat karena bentuknya yang geometris.

Bentuknya yang simetris disertai ukiran-ukiran di dalam lingkarannya menarik perhatian anggota komunitas Betaufo, salah satu kelompok pengamat UFO di Indonesia. Julius Perdana, pemerhati UFO dan salah satu anggota komunitas tersebut, mencoba menganalisis bentuk tersebut dengan melakukan rekayasa foto digital.

“Ini mirip dengan Chakra dasar atau Muladhara,” tulis Julius Perdana dalam catatan di halaman akun Facebook miliknya, Senin (24/1/2011). Ia menggunakan foto jepretan Andrex Tohjaya yang diunggah ke Facebook kemudian mengedit dengan mendistorsi gambar dari posisi miring menjadi tegak lurus dan memperjelasnya.

Ia menjelaskan, muladhara digambarkan berwarna kuning, lotus atau teratai bujursangkar dengan 4 daun dikelilingi oleh 8 tombak yang berkilauan di samping dan di sudut, dan dengan 4 buah daun bunga. Mirip atau tidak ia menyertakan hasil perbandingan dan kesimpulan kepada pembaca.

Dalam ajaran Hindu, muladhara adalah salah satu cakra yang merupakan fondasi metafisika atau biofisis tubuh manusia. Karena diyakini sebagai pusat energi, pemetaan cakra biasa dipakai sebagai dasar pengobatan, latihan yoga, dan meditasi.

Nah, apakah logo raksasa tersebut sengaja dibuat orang, ukiran alam, atau pesan dari makhluk lain?

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Geoglif, Gambar Raksasa nan Misterius di Permukaan Bumi Peru

PUTRICANDRAMIDI -Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip laba-laba. (Foto: vivanews.com)

Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip laba-laba. (Foto: vivLIMA (Berita SuaraMedia) -



LIMA (Berita SuaraMedia) - Sebuah tim riset dari Jepang kembali menemukan gambar di permukaan bumi, tepatnya di dataran Nazca, Peru. Satu gambar seperti muka manusia dan satu lagi seperti seekor binatang.

Kawasan yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia ini memang sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi.

Penemuan ini menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200 tahun sampai 600 tahun sebelum Masehi itu.

Sebuah tim riset dari Jepang kembali menemukan gambar di permukaan bumi, tepatnya di dataran Nazca, Peru. Satu gambar seperti muka manusia dan satu lagi seperti seekor binatanKawasan yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia ini memang sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi.

Penemuan ini menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200 tahun sampai 600 tahun sebelum Masehi itu.

Yoichi Watanabe, Dekan Fakultas Budaya dan Ilmu Sosial Universitas Yamagata menyatakan, gambar muka manusia itu berukuran panjang 4,2 meter dan lebar 3,1 meter. Para peneliti memastikan ada penampakan seperti dua mata, sebuah mulut dan telinga kanan.

Geoglif satu lagi, tampak seperti seekor binatang. Panjangnya 2,7 meter dan lebar 6,9 meter. Meski gambar sudah ditemukan, namun tanggal pembuatan pasti kedua geoglif ini belum diketahui. Tim peneliti Jepang ini mulai mengkaji situs ini sejak Agustus 2010 lalu atas izin dari Kementerian Budaya Peru. Mereka akan mencari hubungan antara geoglif ini dengan sebuah kuil kuno di dekatnya.

Penemuan geoglif ini tidak melalui penelusuran angkasa karena ukurannya terlalu kecil. Ini berbeda dengan 15.000 tampilan lain yang berukuran raksasa sehingga bisa dilihat dari luar angkasa, termasuk melalui Google Earth.

Sebagai informasi, Nazca terletak di selatan Peru, 400 kilometer dari Ibukota negara itu, Lima. Garis dan bentuk-bentuk aneh di Nazca ini telah lama menjadi objek wisata.

Oleh UNESCO, pada 1994, kawasan ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia. Di kawasan ini sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi.

Penemuan dua geoglif di atas menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200-600 tahun sebelum Masehi itu.

Sejak Agustus 2010, atas izin dari Kementerian Budaya Peru, tim peneliti Jepang tengah mengkaji situs tersebut. Mereka juga akan mencari hubungan antara geoglif ini dengan sebuah kuil kuno di dekatnya. (ar/vs2)




JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Ilmuwan: Alien Itu Tidak Pernah Ada!

PUTRICANDRAMIDI -

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Kemunculan crop circle di Sleman Yogyakarta membuat heboh masyarakat. Bahkan, tak sedikit yang menghubung-hubungkannya dengan kedatangan UFO (unidentified flying object) yang berkaitan dengan mahluk angkasa luar atau alien.

Sementara di belahan bumi lain, tepatnya di Amerika Serikat, seorang ilmuwan terkemuka telah menyimpulkan bahwa kemungkinan besar tidak ada alien di luar sana.

Itu artinya, manusia sendirian dan tak perlu buang waktu untuk berusaha menjalin kontak dengan mahluk hijau berkepala besar, misalnya.

Klaim tersebut sedikit banyak membuat kesal para pro-alien dan mereka yang bermimpi telah bertemu dengan mahluk planet lain yang diduga lebih pintar ketimbang manusia.

Adalah ilmuwan senior dalam bidang astrofisika dari Universitas Harvard, AS, Dr Howard Smith yang meyakini sangat kecil kemungkinan bagi kita, manusia, untuk menemukan alien. Kalaupun iya, hampir tak masuk akal untuk membuat kontak dengan mereka.

Penemuan 500 planet di luar tata surya atau sistem ekstrasolar yang mirip Bumi, tak lantas membuat kemungkinan bertemu alien makin besar.

Menurut Smith, planet-planet tersebut terlalu dekat dengan matahari mereka atau sebaliknya, terlalu jauh. Itu artinya, kalau tidak panas ekstrim, planet-planet itu terlalu dingin untuk mendukung adanya kehidupan. Selain itu, orbit yang tidak beraturan akan membuat temperatur tidak menentu. Itu artinya, air tak mungkin ada.

"Kami telah menemukan, kebanyakan planet lain dan sistem tata surya di luar bumi jauh lebih liar dan berbeda dibanding tempat tinggal kita saat ini,. Lingkungan mereka sangat kejam untuk sebuah kehidupan" kata Smith seperti diberitakan Daily Mail.

"Informasi yang kita dapatkan mendukung fakta bahwa kita secara efektif sendirian di alam semesta."

Pernyataan Ilmuwan ini cukup kontroversial dengan pendapat ahli lainnya. Bahkan Stephen Hawking

Menurut Hawking, ada ada miliaran galaksi di luar sana. Itu membuat keberadaan bentuk kehidupan lain selain manusia, menjadi rasional.

Demikian juga peneliti dari University of London. Baru-baru ini mereka mengeluarkan analisa bahwa ada 40.000 planet yang mingkin jadi dunia para alien.

Namun, untuk Smith, estimasi Hawking maupun penelitian University of London terlalu optimistis. "Harapan untuk melakukan kontak dengan mahluk asing dibatasi gelembung kecil angkasa di sekitar Bumi. Mungkin mencapai 1.250 tahun cahaya dari planet. Alien tak akan mungkin menerima sinyal dari Bumi dan membalas sinyal itu."

"Jeda komunikasi akan makan waktu puluhan tahun atau bahkan abad.". (ar/ok/vs)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::suaramedia.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Ditemukan "Crop Circle" Kedua di Yogya

PUTRICANDRAMIDI -

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pola crop circle yang terlihat di Dusun Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (25/1/2011). Hingga kini sejumlah institusi terus berupaya menguak pembuat pola lingkaran tersebut.

============

YOGYAKARTA, KOMPAS.com Warga kembali menemukan lingkaran misterius atau fenomena crop circle di Yogyakarta. Kalau yang pertama di Berbah, Sleman, kali ini crop circle ditemukan di area persawahan Piyungan, Bantul.

Lingkaran misterius tersebut ditemukan Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00. Lokasi crop circle kedua terletak di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama yang ditemukan Minggu lalu.

Bentuknya hampir sama, berupa lingkaran, tetapi dengan ukuran lebih kecil, 30 meter sampai 40 meter, tidak seperti di Berbah yang sekitar 60 meter.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::sains.kompas.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Crop Circle di Berbah Buatan Manusia

PUTRICANDRAMIDI -

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Garis polisi dipasang untuk melindungi pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70 meter di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.

==============

SLEMAN, KOMPAS.com — Dua peneliti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional memastikan, crop circle di Berbah, Sleman, Yogyakarta, buatan manusia. Kepastian tersebut dilakukan setelah tim dari Lapan dan Polres Sleman melakukan penyelidikan di lokasi, Selasa (25/1/2011) siang tadi.

"Ini buatan manusia. Kami menemukan beberapa bukti bahwa ini dibuat secara tradisional," tegas Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Sri Kaloka Prabotosari di lokasi sore tadi. Sri Kaloka datang bersama peneliti lain, Nizam Ahmad.

Tim dari Lapan tersebut mengungkapkan bukti-bukti lingkaran tersebut dibuat manusia. Bukti pertama pada titik sentral dari crop circle tersebut berupa lingkaran berdiameter 5 cm. "Di titik sentral tersebut, kami temukan ada lubang sedalam 25 cm dan lebar 4 cm yang kami duga sebagai titik pusat. Lubang tersebut dibuat dari batang atau pipa," tegas Sri Kaloka.

Tim Lapan juga menemukan adanya batang-batang padi yang patah dan akarnya tercerabut. "Itu akibat diinjak," jelasnya.

Sri Kaloka mengatakan, kemungkinan pembuat crop circle tersebut menggunakan tali dari pusat simetris yang kemudian dibuat beberapa pola. "Temuan kami, tidak semua pola itu sama, ada yang besar, ada yang kecil. Jadi kami yakin ini buatan manusia," ujar Sri Kaloka.

Sementara itu, tim dari Polres Sleman juga menemukan jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut sebelumnya tidak terlihat karena tertutup batang padi yang roboh.

Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini yang hadir di lokasi crop circle mengatakan, tidak ada jejak UFO di lokasi.

"Berdasarkan penyelidikan kami bersama tim dari Lapan, dugaan kami sama dengan tim dari Lapan. Ini buatan manusia," tegas Irwan Ramaini.

Selanjutnya, pihaknya masih akan tetap mengamankan lokasi dan meminta warga tidak memanjat bukti di dekat lokasi itu karena bisa membahayakan keselamatan. Satu orang tewas tadi siang setelah jatuh dari bukit. Polisi juga akan mencari pelaku pembuat lingkaran yang menghebohkan itu dan meneliti motifnya.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::sains.kompas.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Senin, 24 Januari 2011

[Vide+Foto] Fenomena Crop Circles Sleman Yogya, Ulah UFO Atau?

PUTRICANDRAMIDI -

Menurut keterangan Basori (41), warga yang rumahnya berada di utara sawah itu. Tadi malam (22/1/2011) sekitar pukul 22.30, dirinya mendengar suara gemuruh layaknya suara helikopter mendarat. “Suara itu terdengar sekitar 30 menit. Tapi saya tidak gubris suara itu. Saya pikir itu suara helikopter lewat,” tuturnya.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Hal itu diamini oleh Ayu Rukini (32), istri Basori. “Saya juga mendengar suara itu. Waktu itu saya dan suami sedang menonton televisi. Saya mengira tentara Angkatan Udara sedang latihan,” terangnya. Fenomena ini diketahui pertama kali oleh Yudi (20). “Sekitar pukul lima pagi tadi, saya berangkat kerja. Sewaktu melewati sawah ini, saya melihat padi-padi ambruk tapi membentuk pola yang rapi,” kata Yudi.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Fenomena unik ini terjadi Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011). Padi ambruk di tengah sawah membentuk pola lingkaran yang sangat rapi. Seperti pola itu sengaja dibuat manusia. Istilah ilmiah untuk fenomena ini biasa disebut dengan istilah crop circles atau lingkar taman.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Lingkaran tanaman (bahasa Inggris:Crop circles) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola ini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada lingkaran semata. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah Crop Circles ini masih dipertahankan.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Mereka yang mempelajari fenomena Crop Circles ini sering disebut juga dengan istilah “cerealogis”, dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglyph. Fenomena Crop Circles seringkali dikait-kaitkan dengan isu UFO atau mahluk luar angkasa.

Ditengah isu dan agenda penting yang belum terselesaikan di negeri ini, baik kasus koruptor, RUU Yogya serta mafia peradilan dan hukum serta pajak yang rumit selalu saja ada berita menghebohkan yang seringkali membenam kita semua.

Video:::Fenomena Crop Circles


SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Angkatan Udara Teliti Jejak UFO di Sleman

PUTRICANDRAMIDI -

Diduga jejak piring terbang (UFO) di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO/MUH SYAIFULLAH

TEMPO Interaktif, Sleman - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat tertarik kabar adanya "jejak UFO" yang ada di persawahan di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan memerintahkan stafnya untuk melakukan penelitian dan memotret melalui helikopter.


"Kalau melihat gambarnya seperti itu, tidak menutup kemungkinan itu merupakan jejak yang ditinggalkan oleh kekuatan di luar keahlian manusia," kata dia usai pembukaan Rapat Pimpinan TNI Angkatan Udara di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Senin (24/1).
Saat ia masih berpangkat Kapten dan bertugas di Madiun, Jawa Timur, ia mendapat laporan adanya sinar biru yang begitu cepat. Sinar tersebut diduga kuat pesawat milik makhluk angkasa luar. Ia juga tidak menampik adanya teknologi tinggi yang menyisakan jejak "crop circle" tersebut.
Namun, ia tidak mau berkomentar jauh soal apakah jejak itu ditinggalkan oleh UFO atau Unidentified Flying Object. Tetapi ia percaya akan adanya kekuatan makhluk lain selain manusia di luar angkasa yang memiliki kecanggihan teknologi.
Ia menyatakan, sejauh teknologi manusia masih belum menjangkau kekuatan serta tekhnologi makhluk angkasa luar. "Kita harus percaya jika hal itu ada ," kata Imam.
Lokasi adanya jejak "crop cirlce" sangat ramai dikunjungi oleh warga sekitar dan dari luar Yogyakarta. Jalan desa tersebut macet karena banyak kendaraan pengunjung yang datang dan parkir di pinggir jalan.


JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

UFO Singgah di Sleman?

PUTRICANDRAMIDI -

TEMPO Interaktif, Sleman -Lingkaran besar terbentuk di persawahan di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Lingkaran itu berdiameter sekitar 25-30 meter. Ornamen tengah terdapat lingkaran kecil, bentuk segitiga lalu lingkaran besar hingga lingkaran paling besar. "Kejadian sejak kemarin (23/1) pagi, saya kira itu seperti jejak pesawat makhluk angkasa luar seperti di televisi," kata Cahyo Utomo, warga Krasakan, Senin (24/1).

Sawah yang menjadi lokasi lingkaran itu terdiri atas 8 kotak sawah. Persawahan yang berada di pinggir jalan kampung itu seperti karya seni yang indah. Tidak ada jejak yang merusak padi di sekitar lingkaran. Lingkaran itu pun terbentuk dari pohon-pohon padi yang masih hijau. "Kalau kena angin tidak mungkin, karena bentuknya sangat rapi, kalau hewan yang membuat itu juga tidak mungkin," kata Cahyo.

Lingkaran yang diduga jejak UFO (unidentified flying object) itu pertama kali ditemukan Tukiman, petani setempat, kemarin sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut dia, pada malam hari sebelum ditemukannya jejak itu tak ada suara dan tanda-tanda yang aneh. “Tidak ada suara atau kegaduhan pada malam sebelum saya melihat sawah yang padinya sudah pada ambruk dan membentuk lingkaran,” katanya.

Kemarin malam, foto Crop Circle yang ditemukan di Sleman itu ramai dibicarakan di situs mikroblogging Twitter.

Akun Twitter milik komunitas yang percaya dengan Alien Indonesia @UFONESIA juga mengunggah foto tanda-tanda kehadiran UFO di langit Sleman pada Ahad (23/1) malam. Mereka menulis The First crop circle in 2011 appeared in Sleman, Indonesia.

UFONESIA juga menulis Crop Circle bukanlah bekas pendaratan UFO seperti yang banyak ditulis di media sekarang ini. Crop Circle adalah sebuah pola geometris yang dibentuk oleh Spaceship atau pesawat luar angkasa dan dilakukan tanpa mendaratkannya.

Menurut akun @UFONESIA, jika kita bisa memecahkan kode yang bersifat matematis dari Crop Circle lalu menerjemahkannya, kita tahu isi pesan tersebut.

Pemilik akun @rastarinaa menulis, "Oh yess, I believe in UFO and Aliens.. ada juga yang masih belum yakin "UFO apaan si di Sleman" tulis pemilik akun deanzz05. Ada juga yang menulis, "kayaknya itu angin bukan ulah UFO. Soalnya dulu pas jaman gue KKN, gue liat yang kayak gitu juga. tapi bentuknya gak gitu," tulis @bayusaja. Ada juga yang bilang, "UFO mulai bosan makan jagung, dia dateng ke sawah Indonesia," tulis pemilik akun @wawanz.

Topik UFO ini terus dibahas di Twitter sepanjang kemarin malam. Bahkan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief lewat akunnya @AndiAriefNews juga mengunggah foto Crop Circle di Sleman.

Berdasarkan pantauan Tempo, lokasi lingkaran itu berada sekitar 5 kilo meter arah timur bandara Adisucipto Yogyakarta. Di lokasi tersebut, padi-padi yang masih hijau itu tampak tidak ada yang dipotong. Pohon padi tumbang satu arah ke selatan. Jika pada jarak dekat, memang tidak tampak keindahan lingkaran itu. Namun jika dilihat dari atas bukit Suru yang berjarak 200 meter dari lokasi akan tampak jelas lingkaran yang indah.

Kejadian tersebut mengundang ribuan warga yang penasaran ingin melihat crop circle itu. Akses jalan masuk ke dusun Krasakan macet total karena banyak kendaraan. Warga setempat memanfaatkan dengan membuka lokasi parkir. Untuk roda dua dipungut Rp 2000, sedangkan mobil Rp 5000.

Untuk menuju lokasi, pengunjung melalui jalan becek karena harus melewati pematang sawah. Sedangkan jalan ke bukit Suru juga berlumpur karena sudah banyak yang melintasi jalan setapak itu. Warga yang ingin melihat dari lokasi yang lebih atas ada yang nekat naik ke tiang listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi di sebelah selatan lingkaran.

Poernomo Gontha R| Muh Syaifullah


JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Jumat, 14 Januari 2011

Ditemukan, Planet Mirip Bumi

PUTRICANDRAMIDI - Jakarta, Radaronline

** NASA: Planet Tidak Layak Huni Suhu Terlalu Panas
Teleskop luar angkasa Amerika Serikat menemukan sebuah planet yang terletak di luar tata surya, dimana planet tersebut mirip dengan Bumi karena tampak berbatu-batu.
Demikian ungkap Badan Antariksa AS (NASA), seperti yang dikutip kantor berita Associated Press. Planet itu dinamakan Kepler 10-b, mengikuti nama teleskop NASA yang memantaunya.

Menurut NASA, planet itu tidak layak huni karena terlalu panas. Suhu di salah satu sisi planet itu sebesar 2.700 derajat Fahrenheit, atau sekitar 1.482 derajat Celcius.

Astronom NASA, Natalie Batalha, mengatakan bahwa planet itu berukuran 1,4 kali lebih besar dan memiliki massa 4,5 lebih padat dari Bumi. Kepler 10-b mengorbit di suatu bintang mirip matahari dan berjarak 560 tahun cahaya, atau sekitar 9,4 triliun kilometer. (Renne R.A/Yenni)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::Radaronline

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Kamis, 13 Januari 2011

Bola Api Hijau Bikin Heboh Warga AS

PUTRICANDRAMIDI -

foto

Bola Api Hijau di langit Amerika Serikat (Daily Mail/Bryan Bergon)


TEMPO Interaktif, Sebuah bola api (fireball) berwarna hijau terang melintasi langit Amerika Serikat pada kemarin (12/1) malam. Bola api misterius ini terlihat dari Oklahoma sampai ke Florida. Bentuknya mirip dengan meteor. Cahayanya amat terang hingga bikin silau.

Badan Cuaca Nasional langsung kebanjiran telepon dari para warga. Para penelepon memberi tahu apa yang tampak di langit Selasa malam itu. Mereka juga menanyakan benda apa yang melintas tersebut.
Kemunculan bola api ini berhasil diabadikan oleh Bryan Bergon secara tidak sengaja. Saat itu, Bergon sebenarnya sedang mencari konstelasi Orion. Tapi yang muncul malah bola api berwarna hijau.
Warga Acadiana, Samantha juga melihat bola api ini. "Tiba-tiba ada cahaya terang, ternyata ada bola api melintas di langit," kata dia.
Randle Drane, Direktur Manajemen Gawat Darurat di Copiah County, Mississippi mengatakan dia juga mendapat laporan dari warga. "Selain melaporkan soal cahaya terang di langit, para warga juga melaporkan suara dentuman keras," ujarnya.
Drane kemudian memberi tahu petugas pemadam kebakaran. Setelah dicek, kata Drane, para petugas pemadam kebakaran tidak menemukan apapun.
Menurut seorang petugas di kantor polisi The Sebastian County, Arkansas, meteorit seperti bola api itu kemungkinan jatuh di dekat Gunung Poteau, Oklahoma.


DAILY MAIL | PGR

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::TEMPO Interaktif

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Selasa, 28 Desember 2010

Monster Laut dari Samudra Paleozoic

TEMPO Interaktif, Jakarta -Eksperimen yang dilakukan sebuah tim riset dari New York dan New Jersey, Amerika Serikat, menemukan bukti yang menggoyahkan anggapan bahwa pterygotid eurypterids, atau kalajengking laut, adalah predator tingkat tinggi di samudra Paleozoic. Kelompok satwa yang menghuni perairan tersebut, 470-370 juta tahun lampau, jauh sebelum munculnya dinosaurus, beranggotakan arthropoda terbesar sekaligus paling menakutkan yang pernah hidup di muka bumi.

Tubuhnya, yang memanjang hingga 2,5 meter, disokong oleh kaki-kaki yang telah berkembang dengan baik dan dipersenjatai dengan sepasang capit yang menghadap ke depan, sarat akan duri-duri tajam. Mereka tak ubahnya Tyrannosaurus rex di kalangan kelompok invertebrata.

Namun hasil studi terbaru yang dipublikasikan dalam Bulletin of the Buffalo Society of Natural Sciences volume 39, Richard Laub (Buffalo Museum of Science) dan rekannya, Victor Tollerton (New York State Museum) dan Richard Berkof (Stevens Institute of Technology), memperlihatkan bahwa batasan mekanis pada capit kalajengking laut pterygotid Acutiramus membuat capit tersebut tak mampu membuka cangkang luar kepiting ladam berukuran sedang tanpa berisiko menghancurkan capitnya sendiri.

"Temuan kami menggeser gambaran arthropoda terbesar yang pernah ada ini, sebagai predator mengerikan, atau paling tidak pemangsa eurypterid lain dan ikan bertameng pada masa itu," kata Laub. "Terbuka pula kemungkinan binatang itu adalah pemakan sisa makanan, bahkan vegetarian."

Berdasarkan temuan itu, para ilmuwan menduga kalajengking laut yang mengagumkan itu serta anggota famili lain yang hidup di laut sekitar 470-370 juta tahun lampau tersebut bukanlah predator ganas seperti anggapan selama ini. Tenaga operasional yang dapat diaplikasikan capit Acutiramus tanpa menimbulkan kerusakan pada organ itu tak lebih dari 5 Newton, sedangkan tenaga yang dibutuhkan untuk memecahkan cangkang kepiting ladam atau belangkas mencapai 8-17 Newton.

Tidak ditemukannya sendi siku antara capit dan badan Acutiramus membatasi gerakan capit, membuat mereka lebih efektif mencengkeram mangsa di lantai laut daripada menangkap ikan atau binatang yang sedang berenang. Dipersenjatai dengan duri bergerigi, capit itu mungkin digunakan, baik untuk menangkap ataupun mencabik mangsa, tapi kemampuan Acutiramus sebagai predator kelihatannya tak disertai tenaga yang cukup untuk membuat kalajengking laut itu sebagai pemangsa ganas.



SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tempointerakti

JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR ANDA.......

Sabtu, 25 Desember 2010

Sepuluh UFO Konvoi Melintasi New Zealand

Dokumen UFO milik tentara New Zealand (3news.co.nz)

TEMPO Interaktif, Christchurch - Sebuah keluarga di Christchurch, New Zealand mengaku melihat konvoi Unidentified Flying Object (UFO) yang melintas di atas rumah mereka. Mereka yakin betul benda terbang yang melintas itu adalah UFO, mereka juga mengklaim memiliki foto-foto UFO tersebut.


Satu anggota keluarga tersebut, Jeannine Mander mengatakan konvoi UFO itu terdiri dari 10 piring terbang. "Sangat terang, warnanya oranye, cahayanya berkedip-kedip," kata Mander seperti dikutip dari laman 3news.co.nz, Kamis (23/12). UFO ini, kata Mander, melintas Rabu lalu sekitar pukul 10 malam.

Mander bukan satu-satunya orang yang melihat konvoi UFO itu, dia bersama tetannga dan beberapa anggota keluarganya ikut menyaksikan UFO tersebut. "Aku memang percaya kita bukan satu-satunya mahluk hidup, ada sesuatu di luar angkasa sana," katanya.


Militer Selandia Baru kemarin merilis ratusan laporan rahasia soal penampakan yang diklaim sebagai obyek terbang tak dikenal (UFO) dan perjumpaan dengan alien. Dokumen bertanggal 1954 hingga 2009 itu dirilis di bawah hukum keterbukaan informasi setelah Departemen Pertahanan Selandia Baru menghapus materi nama-nama dan identitas lainnya.

Dalam dokumen setebal 2.000 halaman, masyarakat, personel militer, dan pilot-pilot komersial mengaku berjumpa dengan makhluk luar angkasa, mayoritas melibatkan sinar-sinar yang bergerak di langit.

Satu yang paling komprehensif adalah dua sinar aneh di Kota Kaikoura di South Island pada 1978, yang ditangkap seorang kru televisi dalam pesawat di area itu. Insiden ini menjadi berita utama dunia, tapi laporan kontemporer Angkatan Udara menemukan hal itu bisa dijelaskan sebagai fenomena alam semacam cahaya dari kapal-kapal yang terpantul ke awan atau pemandangan tidak biasa dari planet Venus.

Menurut Mander apa yang dia lihat sangat mirip dengan apa yang direkam di Kaikoura pada 1978. Dia sangat yakin apa yang dia lihat adalah UFO.


SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tempointeraktif.com

JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR ANDA.......

Fashion & Shopping (Luxury) - TOP.ORG