Tampilkan postingan dengan label langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

Tukang Becak Siap Urunan 1 Trilyun Perbulan untuk Gaji Presiden dengan 5 Syarat

PUTRICANDRAMIDI -


SOLO (voa-islam.com) – Rakyat miskin dan tukang becak prihatin dengan curhat gaji Presiden. Sebagai bentuk sindiran, mereka siap patungan menyumbangkan penghasilan becaknya untuk menaikkan gaji Presiden menjadi 1 trilyun perbulan. Tapi dengan 5 syarat.

Curhat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ‘mengeluhkan’ gajinya tidak naik selama tujuh tahun terakhir, mendapat ‘sambutan’ meriah di mana-mana. Di Solo, bahkan ada sekelompok orang yang menamakan diri “Pendukung Kenaikan Gaji Presiden.”

Puluhan orang ini melakukan aksi damai mendukung gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Senin (24/1/2011). Uniknya, sebagian besar dari massa aksi adalah para tukang becak yang dalam sepanjang aksinya memarkir becaknya dengan rapi di pinggir Jalan Slamet Riyadi, tak jauh dari lokasi aksi.

Massa tukang becak ini mengaku jengah atas curhat presiden soal gajinya yang tidak pernah naik. Menurut mereka, curhat itu sama sekali tidak mempertimbangkan rasa keadilan di saat banyak rakyat yang masih menderita karena berbagai persoalan yang menimpa, justru memimpin negara mempersoalkan gajinya.

Sebagai sindiran yang menohok, kelompok tersebut justru memberikan dukungan agar gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan. Namun sebagai syaratnya, SBY harus memenuhi lima syarat yang diajukan.

Kelima syarat itu adalah mampu membebaskan Indonesia pengangguran, menjamin Indonesia bebas dari konflik dengan latar belakang apapun, mampu mewujudkan Indonesia swasembada pangan, mampu memberantas mafia hukum, dan mampu menyelesaikan semua persoalan seperti kasus Century dan BLBI.

....Para tukang becak mendukung agar gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan. Namun SBY harus memenuhi lima syarat yang diajukan....

“Jika semua syarat itu dapat dipenuhi maka kami mendukung sepenuhnya gaji presiden naik menjadi Rp 1 triliun per bulan. Tapi jika tanpa prestasi dan bahkan gagal menjalankan amanat rakyat, sama sekali tidak masuk akal jika presiden mengeluhkan gajinya,” ujar Bambang Saptono berapi-api.

Sentilan dalam aksi itu menarik perhatian pengguna jalan, lantaran Bambang Saptono berdialog interaktif bersama puluhan pengemudi becak.

“Apakah saudara-saudara bersedia jika gaji Presiden satu triliun rupiah per bulan?” tanya Bambang.

“Bersedia,” jawab para tukang becak.

“Uangnya dari mana?’ tanya lagi Bambang.

“Dari Gayus,” teriak tukang becak.

“Terus rakyat makan apa?,” lanjut Bambang.

“Makan tikus,” jawab mereka.

Sementara itu, orator lainnya, Joni, menyindir curhat gaji Presiden SBY dengan orasi “Kami Sayang Pak SBY.” Joni menyatakan setuju kenaikan gaji SBY menjadi 1 trilyun, bahkan ia rela jika harus iuran untuk nomboki gaji presiden.

“Kalau tidak dari kami, uangnya bisa dari Gayus atau utang luar negeri, silakan kami sangat setuju,” sindir Joni. “Kami cinta dengan presiden kami. Kami sayang dengan Pak SBY,” kata Joni kepada rekan-rekannya sesama tukang becak. “Rp 1 triliun pun kami sangat setuju. Kenapa, karena kami sayang dengan Pak SBY,” tambahnya.

Gaji presiden Rp 63 juta per bulan dan dana taktis Rp 2 miliar per bulan, menurut para tukang becak, sudah lebih dari cukup. Jika dibandingkan dengan penghasilan Joni dkk, uang itu sudah berlipat ratusan kali. Maka ia menilai seorang presiden kurang pantas curhat mengenai gaji di saat rakyat tengah dilanda kesulitan ekonomi.

Sejumlah poster dan spanduk bertuliskan kecaman dan sindiran dibawa oleh massa aksi. Di antaranya “Rakyat makan tikus, Pejabat makin rakus”, “Katanya berjuang, Kok mikir uang”, “Awak Gede Gaji Gede” (badan besar gaji besar), “Gajinya 1 Triliun, Presiden Malah Pikun”, “bohong=nyolong”, dan lain-lainnya.

Aksi jalanan para tukang becak tersebut penuh dengan gelak tawa karena banyak peserta aksi yang mengekspresikan sikapnya dengan cara masing-masing. Bahkan ada yang mengaku kurang mengetahui orasi-orasi yang disampaikan temannya.

“Pokoknya kita dukung saja kalau Pak Presiden minta kenaikan gaji. Saya tidak tahu gajinya sekarang berapa, yang penting dinaikkan saja. Siapa tahu nanti setelah gajinya naik, Pak Presiden pengin naik becak saya lalu memberikan bayaran yang besar juga,” ujar seorang peserta aksi.

Koordinator aksi, Bambang Saptono, menilai aksi ini merupakan bentuk apatisme masyarakat mengenai ulah para pemimpin. “Mereka tidak melihat rakyatnya sengsara, mati kelaparan dan keracunan makan,” katanya.

Ia berharap presiden dan para pemimpin bangsa tidak terlalu berpikir mengenai gaji, karena menurutnya, para pejabat sudah berkecukupan dalam kebutuhan sehari-hari. “Presiden kan jabatan terhormat, jadi saru dan tidak pantas jika mengeluh tidak pernah naik gaji,” pungkasnya. [silum/dtk]

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::voa-islam.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

PUTRICANDRAMIDI - Sleman: Sejumlah mahasiswa mengaku membuat crop circle yang ditemukan di tengah sawah di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu mereka nyatakan dalam situs Studentmagz.com.


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan di situs itu menyebutkan, crop circle di Sleman dibuat seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi sang mahasiswa yang dikenal jago matematika dan internet itu tak bekerja sendiri. Dia dibantu enam temannya.

Masih dalam situs, sang mahasiswa yang sampai kini belum diketahui namanya itu mengaku, sengaja membuat jejak benda terbang tak dikenal alias UFO buat mencari sensasi. Menurut dia, itu sebagai ajang pembuktian kalau mereka memang jago matematika dan desain.

Crop circle adalah pola lingkaran misterius berbentuk simetris. Crop cirle di Sleman, berdiameter 60 centimeter sampai 70 cm. Walau banyak ditemukan di sejumlah tempat, toh fenomena ini tetap menjadi teka-teki.(ICH)

sumber : http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/01/25/121257/Mahasiswa-UGM-Mengaku-Pembuat-Crop-Circle-Sleman

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan ‘Crop Circle di Sleman Dibuat Mahasiswa UGM’ Hoax

Penampakan crop circle di sawah yang ditanami padi di Berbah, Sleman hingga kini masih misterius. Tidak diketahui bagaimana lingkaran terpola misterius itu tercipta. Di tengah misteri ini, muncul sebuah blog yang menceritakan bahwa crop circle itu sebenarnya dibuat mahasiswa UGM. Benarkah? Tulisan di blog itu hoax, gak layak dipercaya.

Tulisan berjudul ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ itu sudah muncul di berbagai forum, termasuk detikforum, Selasa (25/1/2011). Namun, sebagian besar pengomentar menganggap tulisan itu sampah (hoax) alias tidak bisa dipercaya.

“Belum bisa percaya. Belum ada bukti yang riil. sori,” tulis member detikforum ber-ID nasionalis_24.

“Penjelasannya masih dRagukan..,” tulis member ber-ID yoake.

Masih banyak member lain yang meragukan kebenaran atas tulisan ini.

Sementara itu, Michael Gumelar, Ketua UFO-Indonesian Community (UFO-IC) mempertanyakan bukti bahwa crop circle itu buatan mahasiswa UGM. “Mereka mengklaim, itu sesuatu yang bagus, tapi kalau mengklaim harus disertai bukti-bukti. Bagaimana cara membuatnya, bagaimana kronologinya? Kita tunggu saja, kalau nggak disertai bukti-bukti ya sama saja bohong. Sulit untuk melacak
kebenarannya,” kata dia kepada detikcom.

Dia menduga sebentar lagi akan banyak pihak yang mengklaim sebagai pembuatnya. Sebab, kata dia, crop circle ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan langsung menasional.

Pemantauan detikcom, tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ memang terlihat hanya upaya mencari sensasi di tengah misteri crop circle di Sleman. Di dalam tulisan itu, tidak dijelaskan indetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu. Alur ceritanya juga dibuat sekenanya, banyak yang tidak masuk akal.

Tulisan itu menceritakan bahwa ada lebih dari 6 mahasiswa UGM yang terlibat dalam pembuat crop circle itu. Mereka membuat hal itu, untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian. Menurut sang penulis, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, sang penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Menurut sang penulis, para mahasiswa itu membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulis dia.

Percayakah Anda dengan tulisan klaim mahasiswa UGM ini? (asy/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/135805/1554145/10/tulisan-crop-circle-di-sleman-dibuat-mahasiswa-ugm-hoax?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

UGM Lacak Identitas Mahasiswa Pengklaim Pembuat Crop Circle di Sleman

Sebuah tulisan di blog mengklaim crop circle di areal pertanian Berbah, Sleman, merupakan buatan enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski banyak yang menyebutnya hoax, pihak universitas yang dikenal dengan sebutan ‘Kampus Biru’ itu akan melacaknya.

“Saya sudah dengar soal klaim itu, saya juga sudah berkoordinasi dengan Dekanat Fakultas MIPA dan sekarang sedang dilacak dan diselidiki,” kata Kepala Humas UGM Suryo Baskoro kepada detikcom, Selasa (25/1/2011).

Suryo mengatakan, kemungkinan crop circle itu dibuat oleh mahasiswa cukup besar. Apalagi, mahasiswa di jurusan MIPA, boleh jadi memiliki minat terhadap desain dan seni pembuatan crop circle.

“Ya mungkin saja buatan mahasiswa UGM, kita coba terus selidiki itu. Nanti kalau sudah menemukan, tentu kita akan sampaikan,” kata Suryo.

Suryo mengatakan, sebenarnya pembuatan crop circle semacam itu bagus sebagai bentuk ekspresi diri dan kesenian. Namun sayangnya, aksi itu merusak tanaman padi milik para petani di lokasi itu.

“Itu positif ya, dalam artian ekspresi seninya positif. Tapi kalau dilihat merusak tanaman, itu mestinya nggak boleh ya,” kata Suryo.

Jika benar pembuatnya mahasiswa UGM, apakah akan ada sanksi? “Kita belum sampai ke tahap itu, kita cari dulu kebenarannya,” kata Suryo.

Sebelumnya, muncul tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ di internet. Namun sayangnya, penulis tidak menyebutkan idetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu.

Tulisan itu menceritakan bahwa 6 mahasiswa UGM terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian MIPA. Penulis menuliskan, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Mahasiswa membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulisnya. (ken/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/143159/1554178/10/ugm-lacak-identitas-mahasiswa-pengklaim-pembuat-crop-circle-di-sleman

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::lintasberita.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

PUTRICANDRAMIDI - Bau gaib tidak bisa dilepaskan dari “lingkaran UFO” di Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Salah satu pemilik sawah yang ketempatan linkaran simetris itu, Ngadiran, sempat melihat penampakan aneh di malam kejadian.

UFO di Sleman. Hari Sabtu Malam, Pemilik Sawah Lihat Penampakan Macan

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

“Saat kejadian hari Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB, saya lihat seperti ada penampakan macan,” ujar Ngadiran pada detikcom di TKP, Senin (24/1/2011).

Esok paginya, Ngadiran yang bertempat tinggal di dekat sawahnya, lalu menengok sawahnya seperti biasanya. Alangkah kagetnya karena sawahnya beserta sawah di sekitarnya sebagian padinya rebah dan bila dilihat dari atas bukit, membentuk lingkaran unik yang cukup rapi. Hebohlah warga sekitar.

Menurut pantauan detikcom, posisi padi yang rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm.

Ngadiran khawatir sawahnya rusak akibat warga berdatangan untuk menonton. Akibatnya, dia bersama rekan-rekannya yang lain hari Minggu kemarin memasang tulisan larangan memasuki sawah dengan kertas dan spidol hitam. Tulisan itu diletakkan di sekitar pematang sawah. Tali rafia di sekitar “lingkaran UFO” juga dipasang.

Ngadiran pagi ini juga menjenguk sawahnya, lebih pada menjaga agar lahan padinya yang tengah “hamil tua” tidak dimasuki warga. Sementara, ratusan warga masih setia menyaksikan dari bukit Gunung Suru. (nrl/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/24/091628/1552835/10/hari-sabtu-malam-pemilik-sawah-lihat-penampakan-macan

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

“Jejak UFO” di Yogya, Pemilik Sawah Mimpi Sapinya Sekarat

Jumadi (65), salah satu pemilik sawah yang tanaman padinya ambruk membentuk pola aneh crop circle, mengaku pada malam sebelumnya mimpi sapinya sekarat. Ia sama sekali tak menyangka mimpinya itu dihubung-hubungkan dengan kejadian misterius yang kini dialaminya.

“Tadi pagi saya diberitahu tetangga kalau padi di sawah saya ambruk, tapi ambruknya rapi,” kata Jumadi saat ditemui di rumahnya di Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011). “Mungkin mimpi tadi malam itu pertandanya,” ujar Jumadi terkekeh.

Jumadi akan membiarkan pola lingkaran yang ada di sawahnya untuk kenang-kenangan. “Biar jadi tontonan orang, Mas. Mungkin kejadian ini tidak akan terulang di lain hari,” imbuhnya.

Ambruknya padi yang membentuk pola lingkaran ini menimpa sawah milik lima orang warga Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, yaitu Daldiri, Joyo Satiman, Jumadi, Jumilan, dan Mardi Raharjo.

Sawah Jumadi adalah yang paling luas terkena fenomena ambruknya padi berpola lingkaran. “Sawah kami yang rusak sekitar dua blabak. Kalau dihitung kerugiannya Rp 750.000,” ucap Sudilah (60), istri Jumadi. (Tribun Jogja/Hendi Kurniawan)

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/01/24/0045401/Pemilik.Sawah.Mimpi.Sapinya.Sekarat

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

Angin Winasis yang Mengukir “Jejak UFO”

Lingkaran raksasa yang terbentuk di kawasan pertanian Jogotirto, Berbah, Sleman, menjadi topik perbincangan warga. Pada Senin (24/1/2011) dini hari, saat warga melakukan ronda malam, mereka beradu argumen mengenai fenomena tersebut. Di antaranya, warga menduga hal itu karena angin winasis.

“Angin lesus yang menyebabkan pola itu terbentuk,” kata Misran (44) berargumen. Ia mengisahkan, kemarin ia baru mengikuti sosialisasi pertanian dan muncul banyak wacana, termasuk soal pembentukan angin lesus.

Tak hanya berhenti di situ, Misran menguatkan argumentasinya dengan menyebut bahwa angin lesus itu merupakan tanda yang dikirimkan tuhan. “Para tetua desa menafsirkan kejadian itu karena angin lesus winasis,” ujarnya sambil menyeruput kopi.

Beberapa warga yang antusias mendengar analisis Misran semakin tertarik dengan cerita yang disampaikan, apalagi saat ia panjang lebar mengisahkan soal angin winasis itu. “Pola yang muncul akibat angin winasis merupakan tanda dari Tuhan,” katanya. Misran tidak menyebut tanda apa yang dimaksud. (Tribun Jogja/Diaz R dan Hendi K)

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/01/24/07074773/Angin.Winasis.yang.Mengukir.Jejak.UFO

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

‘UFO’ di Sleman dari Teori Mistik sampai Ulah Tangan Manusia

Peristiwa fenomena aneh ‘UFO’ di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kini banyak mengundang komentar dan penelitian tersendiri, sebab hingga saat ini peristiwa tersebut pertama kalinya di Indonesia.

Ada beberapa teori yang menyebutkan bisa terjadinya fenomena tersebut, dari peristiwa angin kencang, gelombang elektromagnet, karya manusia, peristiwa ritual, dan pendaratan peswat mahluk asing.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengatakan saat ini akan melakukan penelitian dengan memotret peristiwa langka tersebut dan dikaji oleh TNI AU.

“Kalau melihat gambarnya seperti itu (aneh), tidak menutup kemungkinan itu merupakan jejak yang ditinggalkan oleh kekuatan di luar keahlian manusia,” kata di Yogyakarta, Senin (24/1).

Lain halnya, Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa lingkaran tanaman tidak disebabkan UFO, melainkan buatan manusia.

Menurut Thomas, Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif.

Dia juga menulis dalam blognya, di tdjamaluddin.wordpress.com dikatakan UFO sendiri secara ilmiah dianggap tidak ada. Penjelasan kesaksiannya cenderung bersifat hoax (kabar bohong), rekayasa, atau tergolong pseudosains (sains semu). Tidak ada penjelasan ilmiahnya.

Walau astronom menyakini adanya kehidupan di luar bumi, tetapi sampai saat ini belum terbukti ada bukti fisik makhluknya, apa lagi yang berkunjung ke bumi dengan pesawat antariksa mereka. Masyarakat kadang terbawa informasi yang bersumber dari cerita-cerita fiksi ilmiah, termasuk dari film-film yang sebenarnya hanya khayalan. Kalau UFO tidak ada, maka pola geometris crop circle dipastikan bukan disebabkan oleh manuver pesawat antariksa atau UFO.

Pola geometris di Sleman bukan juga disebabkan oleh puting beliung atau pengaruh elektromagnetik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi milik PLN). Puting beliung tidak akan menghasilkan pola yang rapih. SUTET pun tidak akan memberi dampak pola geometris, karena tanaman padi tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet dari jaringan listrik itu.

Kalau begitu apa sebabnya? Saya menduga itu hasil rekayasa tangan-tangan kreatif. Di banyak negara terbukti crop circle adalah hasil rekayasa kreatif manusia. Tahun 1990-an dua orang Inggris buka rahasia, bahwa sekian banyak crop circle di Inggris adalah hasil karya mereka. Mereka pun mempraktekkannya dengan menggunakan tali dan papan.

“Tancapkan satu tongga sebagai pusat lingkaran. Lalu tali yang digantungi papan diputar mengelilingi tonggak tersebut. Radius lingkaran tergantung pengaturan letak papan. Pola garis lurus dan segitigajuga bisa dibuat dengan cara-cara yang kreatif. Mau coba?,” tulisnya dalam blog.

Sejak peradaban modern penampakan Crop circle atau yang biasa disebut bekas landing “UFO” tercatat pernah terjadi pertama kalinya pada tahun 1647 di Inggris.(dom/k-em)

sumber : http://www.berita8.com/read/2011/01/24/24/37331/%27UFO%27-di-Sleman-dari-Teori-Mistik-sampai-Ulah-Tangan-Manusia

Foto crop circle yang diambil wartawan Tribun Jogja Hendi Kurniawan dengan inzet ilustrasi muladhara yang dibuat Julius Perdana dari komunitas BetaUfo. Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman.

“Crop Circle” di Sleman Mirip Logo Cakra Muladhara

Terlepas buatan manusia, alien, atau dibentuk akibat fenomena alam, lingkaran raksasa yang terbentuk di area persawahan di Berbah, Sleman, Yogyakarta, menarik dicermati. Pembuatnya pasti sangat cermat karena bentuknya yang geometris.

Bentuknya yang simetris disertai ukiran-ukiran di dalam lingkarannya menarik perhatian anggota komunitas Betaufo, salah satu kelompok pengamat UFO di Indonesia. Julius Perdana, pemerhati UFO dan salah satu anggota komunitas tersebut, mencoba menganalisis bentuk tersebut dengan melakukan rekayasa foto digital.

“Ini mirip dengan Chakra dasar atau Muladhara,” tulis Julius Perdana dalam catatan di halaman akun Facebook miliknya, Senin (24/1/2011). Ia menggunakan foto jepretan Andrex Tohjaya yang diunggah ke Facebook kemudian mengedit dengan mendistorsi gambar dari posisi miring menjadi tegak lurus dan memperjelasnya.

Ia menjelaskan, muladhara digambarkan berwarna kuning, lotus atau teratai bujursangkar dengan 4 daun dikelilingi oleh 8 tombak yang berkilauan di samping dan di sudut, dan dengan 4 buah daun bunga. Mirip atau tidak ia menyertakan hasil perbandingan dan kesimpulan kepada pembaca.

Dalam ajaran Hindu, muladhara adalah salah satu cakra yang merupakan fondasi metafisika atau biofisis tubuh manusia. Karena diyakini sebagai pusat energi, pemetaan cakra biasa dipakai sebagai dasar pengobatan, latihan yoga, dan meditasi.

Nah, apakah logo raksasa tersebut sengaja dibuat orang, ukiran alam, atau pesan dari makhluk lain?

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Geoglif, Gambar Raksasa nan Misterius di Permukaan Bumi Peru

PUTRICANDRAMIDI -Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip laba-laba. (Foto: vivanews.com)

Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip laba-laba. (Foto: vivLIMA (Berita SuaraMedia) -



LIMA (Berita SuaraMedia) - Sebuah tim riset dari Jepang kembali menemukan gambar di permukaan bumi, tepatnya di dataran Nazca, Peru. Satu gambar seperti muka manusia dan satu lagi seperti seekor binatang.

Kawasan yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia ini memang sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi.

Penemuan ini menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200 tahun sampai 600 tahun sebelum Masehi itu.

Sebuah tim riset dari Jepang kembali menemukan gambar di permukaan bumi, tepatnya di dataran Nazca, Peru. Satu gambar seperti muka manusia dan satu lagi seperti seekor binatanKawasan yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia ini memang sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi.

Penemuan ini menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200 tahun sampai 600 tahun sebelum Masehi itu.

Yoichi Watanabe, Dekan Fakultas Budaya dan Ilmu Sosial Universitas Yamagata menyatakan, gambar muka manusia itu berukuran panjang 4,2 meter dan lebar 3,1 meter. Para peneliti memastikan ada penampakan seperti dua mata, sebuah mulut dan telinga kanan.

Geoglif satu lagi, tampak seperti seekor binatang. Panjangnya 2,7 meter dan lebar 6,9 meter. Meski gambar sudah ditemukan, namun tanggal pembuatan pasti kedua geoglif ini belum diketahui. Tim peneliti Jepang ini mulai mengkaji situs ini sejak Agustus 2010 lalu atas izin dari Kementerian Budaya Peru. Mereka akan mencari hubungan antara geoglif ini dengan sebuah kuil kuno di dekatnya.

Penemuan geoglif ini tidak melalui penelusuran angkasa karena ukurannya terlalu kecil. Ini berbeda dengan 15.000 tampilan lain yang berukuran raksasa sehingga bisa dilihat dari luar angkasa, termasuk melalui Google Earth.

Sebagai informasi, Nazca terletak di selatan Peru, 400 kilometer dari Ibukota negara itu, Lima. Garis dan bentuk-bentuk aneh di Nazca ini telah lama menjadi objek wisata.

Oleh UNESCO, pada 1994, kawasan ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia. Di kawasan ini sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi.

Penemuan dua geoglif di atas menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200-600 tahun sebelum Masehi itu.

Sejak Agustus 2010, atas izin dari Kementerian Budaya Peru, tim peneliti Jepang tengah mengkaji situs tersebut. Mereka juga akan mencari hubungan antara geoglif ini dengan sebuah kuil kuno di dekatnya. (ar/vs2)




JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Ilmuwan: Alien Itu Tidak Pernah Ada!

PUTRICANDRAMIDI -

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Kemunculan crop circle di Sleman Yogyakarta membuat heboh masyarakat. Bahkan, tak sedikit yang menghubung-hubungkannya dengan kedatangan UFO (unidentified flying object) yang berkaitan dengan mahluk angkasa luar atau alien.

Sementara di belahan bumi lain, tepatnya di Amerika Serikat, seorang ilmuwan terkemuka telah menyimpulkan bahwa kemungkinan besar tidak ada alien di luar sana.

Itu artinya, manusia sendirian dan tak perlu buang waktu untuk berusaha menjalin kontak dengan mahluk hijau berkepala besar, misalnya.

Klaim tersebut sedikit banyak membuat kesal para pro-alien dan mereka yang bermimpi telah bertemu dengan mahluk planet lain yang diduga lebih pintar ketimbang manusia.

Adalah ilmuwan senior dalam bidang astrofisika dari Universitas Harvard, AS, Dr Howard Smith yang meyakini sangat kecil kemungkinan bagi kita, manusia, untuk menemukan alien. Kalaupun iya, hampir tak masuk akal untuk membuat kontak dengan mereka.

Penemuan 500 planet di luar tata surya atau sistem ekstrasolar yang mirip Bumi, tak lantas membuat kemungkinan bertemu alien makin besar.

Menurut Smith, planet-planet tersebut terlalu dekat dengan matahari mereka atau sebaliknya, terlalu jauh. Itu artinya, kalau tidak panas ekstrim, planet-planet itu terlalu dingin untuk mendukung adanya kehidupan. Selain itu, orbit yang tidak beraturan akan membuat temperatur tidak menentu. Itu artinya, air tak mungkin ada.

"Kami telah menemukan, kebanyakan planet lain dan sistem tata surya di luar bumi jauh lebih liar dan berbeda dibanding tempat tinggal kita saat ini,. Lingkungan mereka sangat kejam untuk sebuah kehidupan" kata Smith seperti diberitakan Daily Mail.

"Informasi yang kita dapatkan mendukung fakta bahwa kita secara efektif sendirian di alam semesta."

Pernyataan Ilmuwan ini cukup kontroversial dengan pendapat ahli lainnya. Bahkan Stephen Hawking

Menurut Hawking, ada ada miliaran galaksi di luar sana. Itu membuat keberadaan bentuk kehidupan lain selain manusia, menjadi rasional.

Demikian juga peneliti dari University of London. Baru-baru ini mereka mengeluarkan analisa bahwa ada 40.000 planet yang mingkin jadi dunia para alien.

Namun, untuk Smith, estimasi Hawking maupun penelitian University of London terlalu optimistis. "Harapan untuk melakukan kontak dengan mahluk asing dibatasi gelembung kecil angkasa di sekitar Bumi. Mungkin mencapai 1.250 tahun cahaya dari planet. Alien tak akan mungkin menerima sinyal dari Bumi dan membalas sinyal itu."

"Jeda komunikasi akan makan waktu puluhan tahun atau bahkan abad.". (ar/ok/vs)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::suaramedia.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Ditemukan "Crop Circle" Kedua di Yogya

PUTRICANDRAMIDI -

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pola crop circle yang terlihat di Dusun Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (25/1/2011). Hingga kini sejumlah institusi terus berupaya menguak pembuat pola lingkaran tersebut.

============

YOGYAKARTA, KOMPAS.com Warga kembali menemukan lingkaran misterius atau fenomena crop circle di Yogyakarta. Kalau yang pertama di Berbah, Sleman, kali ini crop circle ditemukan di area persawahan Piyungan, Bantul.

Lingkaran misterius tersebut ditemukan Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00. Lokasi crop circle kedua terletak di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama yang ditemukan Minggu lalu.

Bentuknya hampir sama, berupa lingkaran, tetapi dengan ukuran lebih kecil, 30 meter sampai 40 meter, tidak seperti di Berbah yang sekitar 60 meter.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::sains.kompas.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Crop Circle di Berbah Buatan Manusia

PUTRICANDRAMIDI -

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Garis polisi dipasang untuk melindungi pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70 meter di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.

==============

SLEMAN, KOMPAS.com — Dua peneliti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional memastikan, crop circle di Berbah, Sleman, Yogyakarta, buatan manusia. Kepastian tersebut dilakukan setelah tim dari Lapan dan Polres Sleman melakukan penyelidikan di lokasi, Selasa (25/1/2011) siang tadi.

"Ini buatan manusia. Kami menemukan beberapa bukti bahwa ini dibuat secara tradisional," tegas Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Sri Kaloka Prabotosari di lokasi sore tadi. Sri Kaloka datang bersama peneliti lain, Nizam Ahmad.

Tim dari Lapan tersebut mengungkapkan bukti-bukti lingkaran tersebut dibuat manusia. Bukti pertama pada titik sentral dari crop circle tersebut berupa lingkaran berdiameter 5 cm. "Di titik sentral tersebut, kami temukan ada lubang sedalam 25 cm dan lebar 4 cm yang kami duga sebagai titik pusat. Lubang tersebut dibuat dari batang atau pipa," tegas Sri Kaloka.

Tim Lapan juga menemukan adanya batang-batang padi yang patah dan akarnya tercerabut. "Itu akibat diinjak," jelasnya.

Sri Kaloka mengatakan, kemungkinan pembuat crop circle tersebut menggunakan tali dari pusat simetris yang kemudian dibuat beberapa pola. "Temuan kami, tidak semua pola itu sama, ada yang besar, ada yang kecil. Jadi kami yakin ini buatan manusia," ujar Sri Kaloka.

Sementara itu, tim dari Polres Sleman juga menemukan jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut sebelumnya tidak terlihat karena tertutup batang padi yang roboh.

Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini yang hadir di lokasi crop circle mengatakan, tidak ada jejak UFO di lokasi.

"Berdasarkan penyelidikan kami bersama tim dari Lapan, dugaan kami sama dengan tim dari Lapan. Ini buatan manusia," tegas Irwan Ramaini.

Selanjutnya, pihaknya masih akan tetap mengamankan lokasi dan meminta warga tidak memanjat bukti di dekat lokasi itu karena bisa membahayakan keselamatan. Satu orang tewas tadi siang setelah jatuh dari bukit. Polisi juga akan mencari pelaku pembuat lingkaran yang menghebohkan itu dan meneliti motifnya.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::sains.kompas.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Senin, 24 Januari 2011

[Vide+Foto] Fenomena Crop Circles Sleman Yogya, Ulah UFO Atau?

PUTRICANDRAMIDI -

Menurut keterangan Basori (41), warga yang rumahnya berada di utara sawah itu. Tadi malam (22/1/2011) sekitar pukul 22.30, dirinya mendengar suara gemuruh layaknya suara helikopter mendarat. “Suara itu terdengar sekitar 30 menit. Tapi saya tidak gubris suara itu. Saya pikir itu suara helikopter lewat,” tuturnya.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Hal itu diamini oleh Ayu Rukini (32), istri Basori. “Saya juga mendengar suara itu. Waktu itu saya dan suami sedang menonton televisi. Saya mengira tentara Angkatan Udara sedang latihan,” terangnya. Fenomena ini diketahui pertama kali oleh Yudi (20). “Sekitar pukul lima pagi tadi, saya berangkat kerja. Sewaktu melewati sawah ini, saya melihat padi-padi ambruk tapi membentuk pola yang rapi,” kata Yudi.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Fenomena unik ini terjadi Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011). Padi ambruk di tengah sawah membentuk pola lingkaran yang sangat rapi. Seperti pola itu sengaja dibuat manusia. Istilah ilmiah untuk fenomena ini biasa disebut dengan istilah crop circles atau lingkar taman.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Lingkaran tanaman (bahasa Inggris:Crop circles) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola ini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada lingkaran semata. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah Crop Circles ini masih dipertahankan.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Mereka yang mempelajari fenomena Crop Circles ini sering disebut juga dengan istilah “cerealogis”, dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglyph. Fenomena Crop Circles seringkali dikait-kaitkan dengan isu UFO atau mahluk luar angkasa.

Ditengah isu dan agenda penting yang belum terselesaikan di negeri ini, baik kasus koruptor, RUU Yogya serta mafia peradilan dan hukum serta pajak yang rumit selalu saja ada berita menghebohkan yang seringkali membenam kita semua.

Video:::Fenomena Crop Circles


SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Keren, Keindahan Air Terjun yang Membeku

PUTRICANDRAMIDI -



Segala fenomena alam yang ada di sekitar kita bisa menjadi suatu pelajaran bagi kita, betapa kecilnya kita di hadapan sang khalik, seluruh alam semesta dan jagad raya ini adalah miliknya.. Seperti pada fenomena ganjil berikut ini, pernahkah anda melihat sebuah air terjun membeku dan berhenti mengalir? ini adalah satu lagi bukti Kebesaran Allah SWT.. Mari kita simak Air Terjun Beku berikut ini. Air terjun yang membeku ini menjadi pusat wisata yang menarik karena anda serasa berada di bawah air terjun yang berhenti bergerak..






Air terjun yang berhenti bergerak tersebut sangat bagus dijadikan objek wisata, seperti yang bisa dilihat pada gambar dimana wanita itu mengabadikan foto nya di depan dari air terjun es itu
________

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=64477

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

UFO Singgah di Sleman?

PUTRICANDRAMIDI -

TEMPO Interaktif, Sleman -Lingkaran besar terbentuk di persawahan di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Lingkaran itu berdiameter sekitar 25-30 meter. Ornamen tengah terdapat lingkaran kecil, bentuk segitiga lalu lingkaran besar hingga lingkaran paling besar. "Kejadian sejak kemarin (23/1) pagi, saya kira itu seperti jejak pesawat makhluk angkasa luar seperti di televisi," kata Cahyo Utomo, warga Krasakan, Senin (24/1).

Sawah yang menjadi lokasi lingkaran itu terdiri atas 8 kotak sawah. Persawahan yang berada di pinggir jalan kampung itu seperti karya seni yang indah. Tidak ada jejak yang merusak padi di sekitar lingkaran. Lingkaran itu pun terbentuk dari pohon-pohon padi yang masih hijau. "Kalau kena angin tidak mungkin, karena bentuknya sangat rapi, kalau hewan yang membuat itu juga tidak mungkin," kata Cahyo.

Lingkaran yang diduga jejak UFO (unidentified flying object) itu pertama kali ditemukan Tukiman, petani setempat, kemarin sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut dia, pada malam hari sebelum ditemukannya jejak itu tak ada suara dan tanda-tanda yang aneh. “Tidak ada suara atau kegaduhan pada malam sebelum saya melihat sawah yang padinya sudah pada ambruk dan membentuk lingkaran,” katanya.

Kemarin malam, foto Crop Circle yang ditemukan di Sleman itu ramai dibicarakan di situs mikroblogging Twitter.

Akun Twitter milik komunitas yang percaya dengan Alien Indonesia @UFONESIA juga mengunggah foto tanda-tanda kehadiran UFO di langit Sleman pada Ahad (23/1) malam. Mereka menulis The First crop circle in 2011 appeared in Sleman, Indonesia.

UFONESIA juga menulis Crop Circle bukanlah bekas pendaratan UFO seperti yang banyak ditulis di media sekarang ini. Crop Circle adalah sebuah pola geometris yang dibentuk oleh Spaceship atau pesawat luar angkasa dan dilakukan tanpa mendaratkannya.

Menurut akun @UFONESIA, jika kita bisa memecahkan kode yang bersifat matematis dari Crop Circle lalu menerjemahkannya, kita tahu isi pesan tersebut.

Pemilik akun @rastarinaa menulis, "Oh yess, I believe in UFO and Aliens.. ada juga yang masih belum yakin "UFO apaan si di Sleman" tulis pemilik akun deanzz05. Ada juga yang menulis, "kayaknya itu angin bukan ulah UFO. Soalnya dulu pas jaman gue KKN, gue liat yang kayak gitu juga. tapi bentuknya gak gitu," tulis @bayusaja. Ada juga yang bilang, "UFO mulai bosan makan jagung, dia dateng ke sawah Indonesia," tulis pemilik akun @wawanz.

Topik UFO ini terus dibahas di Twitter sepanjang kemarin malam. Bahkan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief lewat akunnya @AndiAriefNews juga mengunggah foto Crop Circle di Sleman.

Berdasarkan pantauan Tempo, lokasi lingkaran itu berada sekitar 5 kilo meter arah timur bandara Adisucipto Yogyakarta. Di lokasi tersebut, padi-padi yang masih hijau itu tampak tidak ada yang dipotong. Pohon padi tumbang satu arah ke selatan. Jika pada jarak dekat, memang tidak tampak keindahan lingkaran itu. Namun jika dilihat dari atas bukit Suru yang berjarak 200 meter dari lokasi akan tampak jelas lingkaran yang indah.

Kejadian tersebut mengundang ribuan warga yang penasaran ingin melihat crop circle itu. Akses jalan masuk ke dusun Krasakan macet total karena banyak kendaraan. Warga setempat memanfaatkan dengan membuka lokasi parkir. Untuk roda dua dipungut Rp 2000, sedangkan mobil Rp 5000.

Untuk menuju lokasi, pengunjung melalui jalan becek karena harus melewati pematang sawah. Sedangkan jalan ke bukit Suru juga berlumpur karena sudah banyak yang melintasi jalan setapak itu. Warga yang ingin melihat dari lokasi yang lebih atas ada yang nekat naik ke tiang listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi di sebelah selatan lingkaran.

Poernomo Gontha R| Muh Syaifullah


JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Minggu, 23 Januari 2011

Impian Jadi Kenyataan, Ilmuwan Temukan Cikal Bakal Mesin Waktu

PUTRICANDRAMIDI -

Gambar Ilustrasi. (Foto: mondolithic.com)
QUEENSLAND (Berita SuaraMedia) - Berpindah ruang dan waktu dengan sebuah mesin terdengar seperti ide film Hollywood.

Namun tak lama lagi, Anda bisa menikmati teknologi futuristik itu. Oh ya?

Pernahkah membayangkan liburan ke masa depan? Impian ini bakal segera terwujud.

Sebab ilmuwan berhasil menciptakan alat teleportase di tahap awal. Ahli fisika University of Queensland, Australia, mengklaim telah menciptakan mesin teleportasi waktu.

Jay Olson dan Timothy Ralph dari Departemen Fisika di University of Queensland, Australia, mengklaim telah menemukan ide dasar untuk mewujudkan sebuah mesin waktu.

Dalam presentasi ilmiah mereka berjudul 'Extraction of Timelike Entanglement from the Quantum Vacuum', Olson dan Ralph mengklaim mereka menemukan mesin teleportasi.

Sama seperti fisika kuantum yang memungkinkan seseorang melakukan teleportasi atau perpindahan ke luar angkasa.

Kedua ilmuwan itu mengatakan hal yang sama bisa terjadi juga terjadi dalam waktu.

Namun agaknya terlalu dini menyebutkan mesin ini bisa mengantarkan kita berjalan-jalan seperti yang sering digambarkan dalam film fiksi ilimiah. Karena untuk mewujudkannya tidaklah mudah.

Ide dasar yang dikemukakan Olson dan Ralph memperlihatkan bahwa partikel kuantum yang terlibat memang dapat melakukan perjalanan ke masa depan namun tanpa benar-benar hadir di sana.

Diberitakan PC World, keduanya menjelaskan bahwa teleportasi kuantum dapat bekerja di luar angkasa, dimana dua partikel yang identik di lokasi berbeda dapat terhubung dengan cara itu.

"Ini mampu bekerja dalam ruang dan waktu," demikian pernyataan keduanya. Sehingga mengubah keadan partikel sekarang dan partikel yang sama di masa depan. Meski partikel-partikel itu tidak ada di antara dua titik tersebut.

Saat salah satu partikel berubah keadaan atau posisi misalnya, partikel lain pun langsung berubah mengikutinya, meski terhalang jarak hingga bermil bahkan cahaya tahun jaraknya. Fenomena tersebut menentang pemahaman soal realitas dan menjadi kian rumit dengan adanya penemuan mesin teleportasi ini.

Ya, setidaknya ide dasar ini mungkin menjadi pembuka jalan dan pengetahuan baru soal teleportasi. Bukan tidak mungkin juga apabila ide ini benar-benar terwujud. Kita tunggu saja!. (ar/dt/inl)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::SuaraMedia.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sabtu, 22 Januari 2011

Ariel Bikin Prof Thamrin Bayar Denda Adat Rp 77 Juta

PUTRICANDRAMIDI -

Ariel Bikin Prof Thamrin Bayar Denda Adat Rp 77 Juta
Tribunnews.com/Herudin
Ratusan masyarakat Dayak seluruh Borneo berunjukrasa sekaligus melakukan tarian suku adat Dayak di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2011). Dalam aksinya mereka menggugat Sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tomagola secara perdata dan pidana karena pernyataanya mengenai perilaku masyarakat Dayak dalam hubungan dengan lawan jenis sebelum nikah adalah hal yang biasa.
==============

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Majelis Sidang Adat Dayak Kalimantan, yang dipimpin oleh Lewis KDR mengadili Profesor DR Thamrin Amal Tamagola, Sabtu (22/1/2011) dengan menjatuhkan sanksi adat atau singer kepada Prof Thamrin.

Sanksi tersebut berupa pernyataan permohonan maaf melalui media massa serta dihadapan tetuha adat dan masyarakat adat dayak Kalteng. Selain itu, tardakwa juga wajib membayar biaya pelaksaanaan persidangan adat sebesar Rp77 juta.

Dalam persidangan itu, Thamrin menyatakan siap melaksanakan semua keputusan sidang adat itu dan menerimanya dengan tulus iklas. "Ini memang kesalahan saya, saya siap menerima semua sanksi yang diberikan kepada saya," kata Thamrin.


Thamrin disidang atas pernyataannya saat menjadi saksi sidang kasus video asusila dengan terdakwa Ariel Peterpen di Bandung, beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua panitia Penyambutan, Ben Brahim S Bahat, pemuda bekerjasama dengan petugas, bahkan untuk Thamrin diberikan pengawalan juga.

"Ini demi kelancaran, kesuksesan dan menuntaskan sidang yang dinilai melecehkan serta menghina masyarakat Dayak Kalimantan," jelas Ben Brahim S Bahat yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalteng.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tribunnews.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Jatuh Bangun Bona 'Andai Aku Jadi Gayus'

PUTRICANDRAMIDI -


Bona Paputungan (Gestina/VIVAnews)

VIVAnews - Nama Bona Paputungan mendadak melejit setelah video klipnya "Andai Aku Jadi Gayus" diunggah ke Youtube. Lelaki asal Gorontalo itu tampil dengan gaya mirip Gayus Tambunan, terdakwa mafia pajak bernilai puluhan milyar rupiah. Gayus membuat heboh negeri, saat dia melenggang bebas berkeliaran selama berstatus tahanan.

Di video klipnya, Bona tampil lengkap dengan wig dan kacamata ala Gayus, saat terdakwa itu plesir ke luar sel tahanan. Penampilan Bona itu membuat banyak orang penasaran.

Sebagai bekas narapidana, Bona tahu persis bagaimana kehidupan di dalam bui. Bagi dia yang kantungnya cekak, adalah mustahil bisa mengikuti gaya hidup Gayus di penjara. Gayus bisa pulang ke rumah. Bahkan plesir ke Bali, Kuala Lumpur, Singapura hingga Macau. Bagi Bona, semua itu hanya mimpi. Maka dia hanya bisa berandai-andai. Cermati saja lirik lagunya yang kini akrab di telinga.

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Karena lagunya ini, stasiun televisi berlomba-lomba mengundangnya tampil di berbagai acara. Belum lagi radio dan media lain harus antre wawancara. Dalam sehari Bona bisa diundang dua sampai tiga stasiun televisi. Disela-sela 'show' itu ia masih harus melayani permintaan wawancara khusus. Bona mengaku lelah, tapi dia senang.

Tapi tak semua orang suka melihat dia bahagia. Begitu lagunya ngetop, dia sempat mendapat "teror". Lelaki yang lahir 16 Maret 1978 itu menuturkan soal ancaman itu, termasuk perjalanan hidupnya, kepada VIVAnews di Senayan City, Jakarta, Rabu 19 Januari 2011. Berikut petikannya:

Bisa ceritakan perjalanan hidup Anda?
Sekitar 1993, saya pindah ke Jakarta dari Gorontalo dan sekolah di pesantren. Saat itu orangtua bercerai dan saya ikut Ibu. Meski sekolah di pesantren, saya lebih tertarik ke dunia seni musik. Bahkan saya terjerumus ke hal-hal negatif.

Tahun 1996, Bapak saya meninggal. Hidup saya makin terpuruk. Akhirnya, saya pulang ke Kota Mobagu, Sulawesi Utara. Saya lalu pindah ke Gorontalo. Karena hidup saya sudah nggak tentu arah, Ibu menikahkan saya pada 1997. Tapi, saya masih sering mabuk-mabukan, dan pakai barang haram. Istri saya nggak tahan, tak sampai setahun dia meninggalkan saya. Saya punya satu putri dari pernikahan itu.

Tahun 2002, saya dinikahkan lagi, tapi tak ada perubahan juga. Kami bercerai. Saya makin terpuruk, tapi saya masih dipercaya teman-teman mengurus organisasi, jadi MC, dan menyanyi.

Tahun 2007, kehidupan saya mulai membaik. Tapi saya mendapat cobaan lagi, ketika mulai nyanyi di kafe-kafe, saya kembali ke kebiasaan lama saya. Saya ingat malam tahun baru 2010, saya mabuk di sebuah diskotik di Gorontalo. Saat itu saya memukul istri. Keluarganya tidak terima dengan perlakuan saya, lalu mereka melaporkan ke aparat kepolisian.

Akhirnya saya masuk penjara tanggal 3 Januari 2010. Setelah dipotong masa tahanan, remisi, dan cuti bersyarat, pada 7 Oktober 2010 kemarin saya dibebaskan. Kalau saya jalani murni, sebetulnya tanggal 5 Januari 2011 baru dibebaskan.

Bagaimana menjalani hidup selama masa hukuman?
Sangat berat. Badanku kurus karena beban pikiran. Persoalan makan juga ada, karena seenak-enaknya makanan, yang namanya di penjara kan susah ditelan. Banyak beban yang saya pikirkan. Misalnya, setelah saya bebas saya mau jadi apa, saya ini kan sampah masyarakat, keluarga makan apa? Kasihan Ibu, bapak saya sudah meninggal. Saya berdoa terus dibarengi ibadah.

Begitu ke luar penjara, apa yang dilakukan?
Ketika saya keluar dari penjara itu hidup saya susah, mengemis kiri-kanan, hidup ditertawakan orang. Saya lalu cari duit buat bikin lagu. Namanya juga baru keluar dari penjara, jadi nggak megang duit. Pernah karena tidak punya duit, saya sampai harus dorong-dorong motor yang kehabisan bensin. Saya hanya bisa berdoa, Insya Allah saya tetap sehat.

Tentang lagu Gayus?
Sebenarnya, saya sudah menciptakan 10 lagu di dalam penjara. Sesuai dengan kehidupan narapidana, judulnya ada 'Cobaan Hidup', 'Maafkan Istriku', 'Demi Kehidupan', 'Markus' dan masih banyak lagi. Syair Gayus itu sudah saya buat di dalam penjara dengan judul 'Kisah Hidupku'.

Nah, setelah saya bebas saya melihat kasusnya Gayus lagi ramai. Bukan karena aji mumpung, tapi karena pemberitaan tentang Gayus yang bisa ke Bali, bisa plesir ke luar negeri, saya jadi berandai-andai jadi Gayus. Nah disitulah syair bagian reff-nya saya ganti. Tapi tidak ada tujuan atau target apa-apa.

Syutingnya saat di penjara?
Yang di dalam penjara itu untuk 10 lagu saya. Kalau lagu 'Andai Aku Jadi Gayus Tambunan' itu tidak masuk di 10 lagu ini. Lalu itu saya kirim ke HP teman-teman lewat 3G. Lalu saya unggah di Youtube untuk di Gorontalo aja. Lalu sehari kemudian, saya kaget kok begini jadinya? Orang-orang dari stasiun televisi menghubungi saya. Diminta untuk datang ke Jakarta.

Proses pembuatan video klipnya bagaimana?
Jadi saya dibantu teman-teman pelawak karena saya juga tidak punya duit saya bilang, saya bilang tolonglah Bang, saya mau bikin klip tapi nggak punya duit, saya baru keluar dari penjara nih. Lalu mereka mengiyakan. Ya udah kita buatkan konsep, bilang ke Kalapas. Garapnya malam hari dan saya dapat pengawalan Kalapas.

Prosesnya memakan waktu 2 hari. Agak lama karena sebelumnya saya juga butuh waktu 3 hari hanya untuk mencari wig yang mirip punya Gayus. Saya sudah putar-putar ke setiap salon dan menanyakan ada nggak wig mirip punya Gayus? Dan akhirnya dapat.

Kapan video klip itu dibuat?
Buatnya tanggal 9 Januari 2011. Kemudian tanggal 11 kita lepas klipnya.

Apa yang mendasari Bona mengunggah video di YouTube?

Nggak ada. Nggak ada target apa-apa.

Sudah pernah unggah video di YouTube?
Nggak pernah.

Kaget nggak waktu tahu hasilnya?

Sampai dengan detik ini Lillahita'ala ya, Alhamdulillah teman-teman sekarang bilang, eh kau itu sudah mendunia sekarang. Saya hanya jawab, ah yang benar? Karena saya tidak pernah mengkhayal sejauh itu.

Bagaimana respon dari orang-orang terdekat?

Keluarga sudah merespon dan teman-teman juga mengarahkan untuk tetap ada generasi penerus Iwan Fals, jadi mereka berharap agar saya tidak menyanyikan lagu cinta (Bona tertawa). Nggak mungkin, saya kan suka lagu cinta.

Komentar istri bagaimana?

Istri Alhamdulillah sehat dan baik-baik saja. Kami komunikasi terus. Anak saya ada tiga orang dari tiga istri, jadi satu istri satu anak.

Setelah lagu ini 'booming' ada rencana apalagi?

Saya akan bikin lagu lagi dan memang saya sedang sharing ke teman-teman. Saya arahnya mau kemana, karena saya suka lagu cinta tapi mereka bilang jangan bikin lagu cinta.

Merasa berubah nggak setelah terkenal?
Alhamdulillah saya tetap seorang mantan narapidana.

Kabarnya Anda sempat mendapat teror karena lagu Gayus?

Kalau tentang teror, kemarin itu memang ada tapi semua saya kembalikan ke Allah karena itu adalah cobaan.

Terornya seperti apa?

Si peneror nanya lagu ciptaan saya, nama lengkap saya, dan dia bilang 'keluarga kamu dan kamu akan saya comot, akibat kamu sudah membuat lagu yang menghebohkan nusantara'.

Diteror lewat apa?

Via telpon pas saya lagi diwawancara sama dua stasiun televisi. Karena telepon berdering terus, ya sudah saya angkat. Jadi sempat terekam. Suara penelponnya laki-laki.

Berapa kali diteror?
Satu kali.

Bagaimana sikap Anda setelah mendapat ancaman seperti itu?
Saya manusia biasa, jujur, takut, diancam 'awas kalau keluar rumah saya pukul kamu' gitu saja takut, apalagi ini kasus orang yang sangat berpengaruh kan? Saya cuma bisa berdoa. Yang kedua karena sebelum kejadian teror, saya sudah terlanjur ngomong di stasiun televisi bahwa saya akan ke Jakarta. Jadi cukup dijalani dan ditepati saja.

Keluarga ikut khawatir?

Iya, cuma saya bilang tidak usah khawatir kita kan punya niat baik. Lalu ibu saya mengizinkan dan berpesan jangan lupa ibadah.

Gayus baru divonis 7 tahun, ada tanggapan?

Saya hanya bisa berdoa saja, bagaimanapun Gayus manusia biasa kalau dia terbukti bersalah itu merupakan kekhilafan seorang Gayus. Apapun yang menjadi vonis hukuman untuk Gayus itu semua sudah takdir dari Allah, jadi Gayus mau divonis berapapun, menurut saya ikhlaskan saja.

Apakah hukumannya sudah setimpal?
Kalau itu saya no comment deh, pokoknya kita serahkan ke jalur hukum saja. Yang jelas sebagai anak bangsa kita ingin mengharapkan perubahan agar negeri ini lebih baik lagi. (np)

SOURCE::::::::::::::::::::::::::::::::::::: VIVAnews

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Ditemukan, Planet Mirip Bumi

PUTRICANDRAMIDI -

Jakarta, Radaronline
Teleskop luar angkasa Amerika Serikat menemukan sebuah planet yang terletak di luar tata surya, dimana planet tersebut mirip dengan Bumi karena tampak berbatu-batu.
Demikian ungkap Badan Antariksa AS (NASA), seperti yang dikutip kantor berita Associated Press. Planet itu dinamakan Kepler 10-b, mengikuti nama teleskop NASA yang memantaunya.

Menurut NASA, planet itu tidak layak huni karena terlalu panas. Suhu di salah satu sisi planet itu sebesar 2.700 derajat Fahrenheit, atau sekitar 1.482 derajat Celcius.

Astronom NASA, Natalie Batalha, mengatakan bahwa planet itu berukuran 1,4 kali lebih besar dan memiliki massa 4,5 lebih padat dari Bumi. Kepler 10-b mengorbit di suatu bintang mirip matahari dan berjarak 560 tahun cahaya, atau sekitar 9,4 triliun kilometer. (Renne R.A/Yenni)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::Radaronline

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Kodok Menunggangi Ular untuk Selamatkan Diri

PUTRICANDRAMIDI -

Dari berbagai gambar mengejutkan terkait banjir Queensland, ini yang paling tidak biasa - seekor katak hijau menumpang di punggung ular cokelat.Teknisi komputer Armin Gerlach mengunjungi teman-temannya di kota Dalby yang tergenang banjir minggu lalu ketika ia melihat pasangan yang tidak mungkin itu.

"Saya merasa takjub, saya hanya merasa tidak bisa mempercayainya," kata Gerlach pada ninemsn.

Gelach mengatakan seorang temannya yang menjadi korban banjir telah mengatakan kepadanya bahwa hewan sering saling membantu satu sama lain selama bencana banjir itu.

"Sangat biasa ketika Anda memiliki hewan yang terperangkap banjir atau kebakaran atau bencana, mereka benar-benar berkumpul dan tidak melakukan apa-apa," katanya.

"[Teman saya] telah melihat pasangan rubah dan kelinci yang melupakan naluri berburu mereka selama bencana alam," katanya.

Gelach mengatakan ia dan teman-temannya tengah memeriksa kerusakan banjir pada properti, di mana air telah meningkat menjadi sekitar 47 cm.

namun walaupun demikian, sang kodok berada dibelakang ular, dia tetap menjaga jarak dengan kepala ular, takut dijadikan santapan apabila sudah sampai ditujuan.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tempointeraktif.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Warga Solo Makan Tikus

PUTRICANDRAMIDI -

SUN TV/SEPTYANTORO
Parmidi bertahan hidup dengan memakan tikus

SOLO, TRIBUN - Ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menepuk dada atas prestasi mengurangi kemiskinan, para pemuka agama Tanah Air meletupkan seruan perang melawan pembohongan publik.

Jika pemerintah yakin angka kemiskinan Indonesia berkurang dari sekitar 31 juta jiwa, Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan justru meyakinkan kemiskinan dua kali lipat lebih banyak.

Kendati para pemuka agama menggunakan data relatif lebih valid dengan mengukur fakta penerima beras untuk warga miskin (Raskin) dan Jamkesmas, pemerintah tetap malu-malu kucing mengakuinya.

Fenomena politisasi yang sulit tiada ujungnya. Namun, bagaimana dengan realita kehidupan seorang Parmidi? Pria rentah yang menghuni kawasan kumuh Sondakan Lawean, Kota Solo, Jawa Tengah, bertahan hidup dengan cara mengenaskan. Yakni, makan tikus.

Tragedi kemanusiaan di tengah pembusungan dada pemerintahan SBY. Adalah Bambang Saptono yang menyodorkan fakta Parmidi melalui kamera telepon selulernya. Bambang mengabadikan kegiatan pria rentah itu di kawasan Sondakan Lawean.

Menjadikan tikus sebagai pengganti beras, pastinya menjijikan bagi masyarakat Indonesia yang berbudaya adi luhung. Namun, itulah faktanya. Parmidi selama ini hanya bisa meminta belas kasihan orang.

Bambang ingin menyampaikan pesan, bahwa hingga kini masih ada warga Indonesia hidup serbakekurangan. "Kayaknya bagi saya, kok ada sesuatu yang kurang pas atau apa. Kenyataannya masih ada masyarakat yang seperti itu (makan tikus)," kata Bambang di Solo, Kamis (20/1).

Parmidi adalah antiklimaks dalih pengurangan penduduk miskin Indonesia. Parmidi pun tak kebagian beras miskin gratis, tidak juga berkesempatan melakukan korupsi yang kian merajalela di Tanah Air.

sumber: suntv/okz
editor: alb

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::pontianak.tribunnews.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Jumat, 21 Januari 2011

Hati-Hati Berkicau di Twitter

PUTRICANDRAMIDI -


Twitter (youngstownfire.com)

VIVAnews - Twitter sangat menyenangkan. Meski posting di dalamnya terbatas hingga 140 karakter, Anda dapat menumpahkan uneg-uneg atau komentar tentang sesuatu yang Anda lihat atau rasakan.

Belum lagi jika tweet tersebut dikomentari oleh orang lain. Sehingga seringkali muncul interaksi-interaksi baru antara Anda dan orang-orang sekitar Anda melalui dunia maya.

Tetapi, Twitter bukanlah "negara" bebas tanpa aturan. Seperti halnya di dunia nyata, tiap orang harus bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatannya di media sosial Twitter. Setiap tweet yang Anda posting bisa menimbulkan konsekuensi di dunia nyata.

Tidak percaya? Coba simak sejumlah paparan kasus hukum yang terjadi akibat bertingkah sembarangan di Twitter.

Gara-gara Twitter, Babel Didenda Rp143 Juta

Gambar Sindiran Howard Webb

Akhir minggu lalu, striker Liverpool Ryan Babel dikenai denda 10 ribu pound (Rp143 juta) karena tindakannya mengunggah foto wasit Howard Webb berbaju Manchester United di Twitter.

Tindakan itu dilakukan Babel sebagai ungkapan kekesalannya terhadap Webb yang memimpin laga Liverpool kontra Manchester United (MU), di mana The Reds harus mengakui keunggulan Setan Merah 1-0.

Dengan sentuhan teknologi visual, foto Howard Webb berbaju wasit "disulap" menjadi jersey MU. Meski sudah meminta maaf lantaran emosi, Babel tetap dikenai denda. Tingkah konyol pemain depan berdarah Belanda itu kadung membuat Federasi Sepak Bola Inggris (FA) berang.


Politisi di Inggris ditangkap Gara-gara Mengancam di Twitter

Logo Twitter
Gara-gara mengirimkan komentar ofensif ke seorang jurnalis melalui Twitter, Gareth Compton, seorang politisi dari partai Konservatif di Inggris, harus berurusan dengan polisi.

Compton, 38 tahun, adalah anggota dewan asal Birmingham City. Suatu kali, di Twitter, dia menulis tweet berbunyi seperti ini:

"Tolong lempari Yasmin Alibhai-Brown dengan batu sampai mati. Saya akan memberi amnesti jika Anda melakukannya, karena itu merupakan sebuah berkah."

Tentu, tweet dari Compton itu mengagetkan Yasmin Alibhai-Brown, jurnalis dari harian Independent asal London. Dia terkejut ada tweet dari seorang politisi mengajak orang untuk merajam dirinya.

Meski pun Compton lalu menghapus tweet itu dan meminta maaf, tapi gugatan hukum tetap berjalan. Ia sempat membela diri dengan menyebut Twitter hanyalah forum untuk menuliskan komentar ringan yang tak bermaksud apa-apa.

Alhasil, Partai Konservatif pun mengambil sikap tegas: Compton dibebastugaskan sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan. Setidaknya, sampai penyelidikan atas dirinya tuntas.


Luna Maya Maki Infotainment Lewat Twitter

Luna Maya
Kasus serupa juga pernah terjadi di Indonesia. Ingat kasus Luna Maya versus infotainment yang terjadi sekitar akhir tahun 2009? Ketika itu, mantan bintang Lux yang juga merupakan kekasih Ariel 'Peterpan' meluapkan emosinya di Twitter karena ulah infotainment.

Inilah kalimat cacian Luna untuk infotainment:

"Jadi bingung kenapa manusia sekarang lebih kaya setan dibandingkan dengan setannya sendiri...apa yang disebut manusia udah jadi setan semua??"

"Infotement derajatnya lebh HINA daripada PELACUR, PEMBUNUH!!!! May your soul burn in hell!!"


Diduga, peristiwa ini dipicu saat Luna menghadiri acara gala Premier film "Sang Pemimpi" di EX Plaza, malam tanggal 15 Desember. Di acara itu, Luna terlihat tengah menggendong Alea, anak kandung Ariel.

Meski sempat dilaporkan ke polisi, bahkan melibatkan Tantowi Yahya untuk mediasinya dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), akhirnya damai menjadi jalan tengah. PWI, atas nama Priyo Wibowo, mencabut laporan terhadap Luna Maya yang dituding telah melakukan pencemaran nama baik melalui akun Twitter.


Foto Paspor Gayus Diunggah di Twitter

Foto Paspor Gayus
Baru-baru ini terdakwa kasus mafia pajak PT SAT dan mafia hukum Gayus Tambunan mengutarakan kesaksiannya usai pembacaan vonis 7 tahun penjara.

Dalam kesaksiannya, dikatakan satgas anti mafia hukum Denny Indrayana dengan sengaja mengunggah gambar paspor Gayus atas nama Sonny Laksono sebagai alat alih perhatian, sehingga publik tidak lagi memerhatikan pejabat pajak, yaitu Direktur dan Dirjen Pajak ataupun ke Cirus Sinaga.

Sampai saat ini, kasus tersebut masih bergulir. Untuk membaca kesaksian Gayus lengkap dengan jawaban Satgas Anti Mafia Hukum, Anda bisa mengunjungi link berikut ini.

***
Rentetan kasus di atas bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai refleksi bahwa Twitter bukanlah sebatas media sosial yang mewadahi uneg-uneg Anda. Ia memang menyenangkan. Hanya perlu diingat bahwa seluruh tweet yang Anda posting mempunyai konsekuensi.

Dewasa ini, saking tak ada batasnya, uneg-uneg Tweeps (pengguna Twitter) yang terposting kadang tanpa disadari melanggar norma tertentu. Teror, menyebarkan hoax yang menimbulkan kepanikan, hate speech, seperti memaki, menghujat, menyebar fitnah, sering terjadi di ranah jagat Twitter Indonesia.

Anda bisa bilang, kasus-kasus di atas kebanyakan hanya menimpa figur publik. Memang demikian. Tetapi, tidak berarti hukuman itu berlaku surut. Sebagaimana diketahui, semua orang memiliki derajat yang sama di mata hukum. (hs)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::fokus.vivanews.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Seorang Kakek Sudah Dikubur 3 Hari Tiba-tiba Muncul di Rumah

PUTRICANDRAMIDI -



Warga Padang digegerkan dengan peristiwa aneh di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Sumatera Barat. Pasalnya ada kakek berusia 75 tahun sudah dikubur bisa hidup kembali.

Kakek tersebut bernama Faizal (75). Dia dikuburkan pada Sabtu 15 Januari lalu pukul 15.00 WIB, namun pada hari Senin 16 Januari kemarin pukul 15.30 WIB tiba-tiba pulang ke rumah.

Faizal tiba di rumah dengan diantar oleh tentangganya. Kontan saja, keluarga yang mempersiapkan doa bersama atas meninggalnya Faizal lari ketakutan melihat si kakek itu pulang diantarkan tetangga.

Afrizon (35), anak Faizal yang di duga sudah meninggal itu bercerita, saat ayahnya datang pulang orang yang datang ke rumah ingin menyiapkan doa bersama langsung berlarian ketakutan.

“Mereka takut karena ayah kan sudah dimakamkan tiga hari lalu,” katanya saat melihat kuburannya yang tak jauh dari rumah, Rabu (19/1/2011)

Kejadian bermula, saat Afrizon melihat di media ada mayat tak dikenal di ruang mayat RSUP dr Djamil Padang yang ditemukan di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

“Saya melihat langsung foto mayat itu mirip bapak saya, dan pada Sabtu kemarin sekira pukul 02.00 dini hari saya mendatangi rumah sakit itu dan mengecek kondisi mayat tersebut, ciri-cirinya mirip dengan bapak saya,” tuturnya.

Ciri-ciri yang meyakinkan mirip dengan bapaknya itu pelipis kiri ada bekas goresan luka, pergelangan tangan kirinya ada jejak patah tulang, serta di sela-sela jari manis dan jari tengah ada peluru yang masih tertancap dan sudah menyatu dengan dagingnya.

Sementara bagian dada ada bekas tembakan peluru dan begitu juga di perut ada bekas operasi. “Begitu pula wajahnya dan rambutnya mirip dan pakaian yang dikenakan juga sangat mirip, membuat saya percaya bahwa itu bapak saya,” paparnya.

Pihak rumah sakit juga tidak memiliki identitas mayat yang ditemukan polisi itu, kemudian pada Sabtu siang Afrizon bersama saudara lain mendatangi rumah sakit itu untuk mengecek ulang dan mereka membenarkan bahwa itu ayah mereka.

“Pada pukul 14.30 WIB mayat dimandikan dan langsung dikafani serta dibawa ke rumah. Pukul 15.00 WIB mayat yang sudah sampai di rumah langsung di semayamkan tanah kaum yang tak jauh dari rumah,” ulasnya.(Irf/Fat)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::berita8.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Kamis, 20 Januari 2011

Polisi Periksa Pelantun Lagu "Andai Aku Jadi Gayus"

PUTRICANDRAMIDI -

Gayus Tambunan (Vivanews)

Gorontalo, (tvOne)

Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah memanggil dan memeriksa pelantun lagu "Andai Aku Jadi Gayus", Bona Paputungan. Usai membuat laporan polisi di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Bona menjalani pemeriksaan di bagian penyidik Reskrim Polda Gorontalo, sejak pukul 02.00 WIT Minggu dinihari (16/1).

Kepala Satuan (Kasat) Ops I Reskrim Polda Gorontalo, AKBP Haddra mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan saat ini sebagai tahap awal. "Penyidik masih mengumpulkan informasi dari pelapor dan para saksi," kata Haddra, Minggu (16/1).

Terkait dugaan keterlibatan densus dalam aksi teror tersebut menurut Haddra, Polda Gorontalo masih perlu menghimpun keterangan guna dikembangkan ke tahap selanjutnya. "Terlalu dini untuk menyimpulkan, karena saat ini masih dalam tahap pembuatan Berita Acara Pemeriksaan," jelas Haddra.

Haddra pun belum dapat memastikan pelaku aksi teror melalui telepon, yang mengatasnamakan dirinya sebagai anggota densus. Meski demikian Haddra berjanji, Polda Gorontalo akan segera mengusut aksi teror yang menimpa Bona Paputungan terkait lagu "Andai Aku Jadi Gayus". (Ant)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tvOne

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sejarawan Kuak Konflik Internal TNI Dalam 30 September 1965

PUTRICANDRAMIDI -

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Pembantaian massal terhadap para anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) menyusul peristiwa Gerakan 30 September 1965 tak lepas dari konteks domestik dan internasional pada saat itu.

"Peristiwa yang terjadi tahun 1965 jelas bersifat domestik, namun tidak dapat dipisahkan dari tatanan dunia yang terbagi dalam dua kutub saat Perang Dingin," kata Baskara T. Wardaya S.J, dosen Sejarah, Agama dan Pengembangan Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma. Baskara mengemukakan hal tersebut dalam diskusi yang merupakan bagian dari konferensi bertajuk "Indonesia dan Dunia Tahun 1965," yang berlangsung Rabu (19/1) di Goethe Institut, Menteng, Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa ketika itu di Asia terjadi dua negara yang mengalami perpecahan yaitu Korea Utara dengan Korea Selatan dan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.

Saat itu, juga terjadi konflik Indonesia dengan Belanda mengenai Papua Barat dan rencana Inggris untuk membentuk federasi Malaysia. Awalnya pembentukan federasi itu tidak masalah bagi presiden Soekarno namun selanjutnya dia melancarkan konfrontasi.

Dalam konteks domestik, pada pemilu tahun 1955 PKI menduduki peringkat ke-4 di daerah dan pada tahun 1957 PKI bisa menambah dukungan. "Pada tahun 1955 banyak pihak yang mendesak Soekarno membatalkan Pemilu karena takut PKI akan menang," katanya.

Baskara juga mengemukakan "PKI merupakan partai komunis terbesar di luar Uni Soviet dan China. Jumlah anggotanya meningkat, terorganisir dengan baik dan tidak tercemar oleh korupsi."

Mengenai peristiwa pembantaian massal anggota PKI setelah peristiwa Gerakan 30 September, Baskara mengemukakan ada banyak versi.

"Menurut versi pemerintah, orang-orang balas dendam dengan secara spontan membunuh para anggota PKI. Menurut versi saksi mata dan korban peristiwa itu, tidak semua orang yang dibunuh dan dipenjara adalah komunis. Banyak tuduhan yang salah. mereka merupakan korban ambisi kekuasaan Soeharto," katanya. Versi sejarawan menurut Baskara adalah soal konflik internal di tubuh TNI yang merupakan inti masalah.

"Dari semua versi itu pada kenyataannya versi pemerintah yang lebih dominan," katanya.

Hal yang menjadi pertanyaan Baskara adalah mengapa pembunuhan massal itu tidak terjadi di Jawa Barat, padahal pembantaian terjadi di Jawa tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara dan Kalimantan.

Dalam diskusi lainnya, Bradley Simpson, dosen Sejarah dan Hubungan Internasional Universitas Princeton, mengatakan Amerika Serikat tidak terlibat dalam pembantaian massal tersebut.

Namun, menurut Simpson, banyak pejabat AS yang meyakini bahwa PKI harus dimusnahkan. "AS tidak terlibat tetapi mendukung. Menurut pendapat negara-negara Barat, pembunuhan itu dibutuhkan untuk integrasi Indonesia," kata Simpson.

Pada acara pembukaan konferensi di Goethe Institut itu, Selasa (18/1), terjadi demonstrasi dari Gerakan Pemuda Islam (GPI). Christiane Jekeli, Humas Goethe Institut mengatakan massa yang berjumlah 20-an mendatangi tempat diskusi pada Selasa sore. Mereka menyatakan bahwa konferensi internasional ini mendukung komunisme di Indonesia dan merupakan bagian dari konspirasi komunis internasional.

Penyelenggara mengatakan konferensi tersebut bermaksud untuk menyorot konteks global dari peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 1965.

Mereka mengundang tiga wakil demonstran untuk mendiskusikan sudut pandang mereka. Pimpinan GPI diundang untuk menghadiri diskusi terbuka yang akan berlangsung pada malam penutupan pada hari Jumat, (21/1).

Membaca Ulang Peristiwa 30 September 1965

Pada suatu pagi yang indah dan cerah di penghujung bulan September 1965, Tupu, seorang gadis kecil bermain kuda-kudaan dengan ceria di depan rumahnya.

Tak lama berselang, dari balik pintu rumah berdinding kayu itu, turun seorang bocah lelaki perlahan-lahan menuruni tangga rumah yang juga terbuat dari kayu, khas rumah pedesaan pada masa itu.

Dialah Moyo, kakak Tupu, datang dengan menggenggam sebuah balon merah. Keduanya lantas asyik bermain, meloncat-loncat, berlarian, diam, lari lagi, diam lagi dan pada akhirnya juga rebutan mainan.

Tupu merengek manja hingga memaksa Moyo mengalah dan memberikan balonnya. Mereka seperti memiliki dunia sendiri, simbol komunikasi sendiri yaitu meniup pluit merah untuk memanggil satu sama lain.

Hari-hari kedua bocah ini penuh dengan kegembiraan, bertetangga baik dengan Haki yang memiliki putri bernama Lacuna, yang selalu duduk di kursi roda hingga pada suatu malam muncul tanda segitiga merah di dinding jendela rumah Tupu dan Moyo. Oleh ayah mereka yang bertangan satu, tanda itu sebenarnya coba dihapuskan namun upaya itu gagal. Siapa gerangan yang membuatnya?

Hari-hari berikutnya, kehidupan mereka mendadak berubah secara drastis. Suatu hari misalnya tiba-tiba segerombolan tentara bersenjata laras panjang mendatangi halaman rumah saat ayah mereka sedang membetulkan kuda-kudaan Tupu yang rusak dengan palu.

Setelah melihat tanda segitiga, para serdadu berwajah sangar itu “mengambil” ayah Tupu dan Moyo. Mereka berdua sangat ketakutan dan tak mengerti mengapa sang Ayah tak pulang-pulang hingga malam dan keesokan hari. Sang Ayah juga tak berkata apa-apa saat dibawa tentara selain menyerahkan kuda-kudaan Tupu yang sudah selesai diperbaiki. Haki juga tak lagi ramah dan melarang Lacuna bermain bersama Tupu dan Moyo.

Begitulah adegan pembukaan Cerita Kecil di Mwarthirika, garapan terbaru Maria Tri Sulistyanti dan Iwan Effendi dari Papermoon Puppet Theatre dalam rangka memeriahkan pameran Indonesia and the World in 1965 di GoetheHaus, Jakarta.

Pameran ini berlangsung sejak 18-21 Januari dengan ditandai peluncuran buku, konferensi internasional dan pertunjukan tari. Acara berlangsung di bawah bayang-bayang ancaman pembubaran oleh sekelompok orang yang mengaku penentang komunisme dan paham komunisme.

Mwarthirika, seperti kata Maria dan Iwan, adalah sebuah pertunjukan visual tanpa kata, mengenai sejarah abu-abu yang disampaikan dengan cara imajinatif seperti di negeri dongeng. Mereka menggunakan boneka jenis Bunraku dan Kuruma Ningyo dari Jepang sebagai tokoh dan menggunakan Bahasa Swahili sebagai judul pementasan sekaligus nama-nama karakter.

Dunia Tupu dan Moyo mirip dengan kehidupan Scout Finch dan Jeremy Atticus “Jem” Finch, dua anak bersaudara dalam novel To Kill a Mockingbird karya Harper Lee yang juga berlatarbelakang pedesaan dan fokus pada prasangka negatif terhadap ras kulit hitam.

Kedua karya ini menceritakan peristiwa besar, pelik, rumit dan abu-abu melalui sudut pandang anak kecil yang terlalu muda untuk memahami kejadian di sekitarnya tapi jelas merasakan akibatnya. Tupu kehilangan ayah yang mereka cintai, pelindung mereka dan pada saat yang sama juga kehilangan kedamaian dalam hidup.

Namun, di situlah letak kekuatan Mwarthirika. Tanpa melupakan kisah eksekusi terhadap orang-orang yang dituduh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) -misalnya salah satu adegan menunjukkan orang-orang “kiri” dibariskan dengan jempol terikat lalu ditembak dicemplungkan ke kali, stigmatisasi terhadap pengikut PKI dan keturunannya dengan simbol cap merah di kepala boneka-boneka, dan penangkapan orang-orang yang rumahnya diberi tanda segitiga merah- pertunjukan ini seperti menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar narasi soal pahlawan dan penjahat.

Maria dan Iwan mengangkat kepedihan orang-orang usai hari-hari paling kelam dalam sejarah Indonesia melalui peristiwa yang terlalu sulit diungkapkan dengan bahasa tapi berhasil meresap ke ulu hati penonton.

Dan sejarah pada akhirnya –seperti kata mereka- bukan tentang siapa yang membunuh siapa. Tapi sejarah kehilangan dan kehilangan sejarah dalam hidup kita. Bukankah kalau kita tahu tentang apa yang terjadi di masa lalu, maka kita bisa memahami kenapa kita berdiri di sini sekarang, dan mau pergi kemana di masa mendatang? (fn/ant/ok)


JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Fashion & Shopping (Luxury) - TOP.ORG