Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

Siswi SMP Diperkosa Teman Chatting di Facebook

PUTRICANDRAMIDI -

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Penemu jejaring sosial facebook mungkin tidak pernah menyangka bahwa temuannya akan disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Seperti yang dialami gadis bau kencur ini.
Siswi SMP Diperkosa Teman Chatting di Facebook
kompas.com
korban diperkosa


RD (14), siswi SMP swasta di Palembang, diduga diperkosa kawan barunya yang dikenal dari facebook. Perkenalan via dunia maya itu berujung pada dugaan perkosaan. Pelakunya Tio Galinugraha (19) mahasiswa sebuah PTS di Palembang. Ia diduga memerkosa RD di sebuah hotel di kawasan Lemabang, Minggu (23/1/2011).

Tio berhasil ditangkap anggota Reskrim Polsek Kalidoni Palembang menyusul laporan orangtua korban. Kemudian diketahui, RD dan Tio kenal situs jejaring sosial facebook.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Cahyo Budi Siswanto melalui Kapolsek Kalidoni AKP Asmaja didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sungkono membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskan, anggotanya mendapat laporan dari orangtua RD, Minggu (23/1) sekitar pukul 12.00.
Orangtua RD mengaku, anaknya sudah dibawa lari seseorang saat mereka tidak di rumah. Mendapat informasi tersebut, anggota polisi kemudian
menindaklanjuti. Setelah satu hari dilakukan pencarian, polisi berhasil mengetahui keberadaan RD. Ia ditemukan di rumah salah satu temannya di kawasan Lemabang.

Setelah dimintai keterangan, RD mengaku telah diperkosa Tio teman barunya. Anggotanya kemudian langsung menuju rumah Tio yang berada di kawasan Jl Sukarejo Lorong Kuner No 35 RT 16 RW 3 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT II Palembang. Agar pelaku tidak kabur, petugas kemudian memancingnya keluar terlebih dahulu. Mereka menggunakan ponsel milik RD dan meminta untuk bertemu. Tidak sadar telah dijebak Tio pun dengan mudah diringkus lalu dibawa ke Mapolsek Kalidoni Palembang untuk dimintai keterangan.

"Pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Kalidoni Palembang. Dari hasil interogasi, Tio mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan RD sebanyak dua kali," ujar AKP Asmaja.

Sementara itu, Tio membantah jika ia dituduh memperkosa RD. Menurutnya apa yang mereka lakukan atas dasar sama suka. Ia dan RD baru satu bulan kenal. Perkenalan mereka bermula dari situs facebook. Awalnya ia mendapati akun milik RD, memintanya menjadi temannya di facebook. Mahasiswa ini pun merespon dan setuju menjalin pertemanan.

Perkenalan pun kemudian berlanjut. Mereka berdua sering chatting (ngobrol melalui internet, Red). Keduanya lalu saling mencurahkan isi hari (curhat). Hingga akhirnya perkenalan di dunia maya tersebut berlanjut ke dunia nyata. Seingatnya, ia sudah tiga kali bertemu RD.

"Ia sering cerita sering dimarahi orangtuanya. Apalagi ia hanya anak angkat hingga tidak dipedulikan lagi," ujar Tio.

Kemudian Minggu pagi lalu, ia menerima SMS dari RD yang mengajak bertemu. Tio pun menyambut baik ajakan tersebut dan langsung menjemputnya. Keduanya kemudian menuju ke Jl POM IX dan menonton pertandingan final basket di GOR Indoor Lumban Tirta Palembang.

Setelah itu RD minta ditemani membeli buku di PTC.
Karena hari sudah mulai malam, ia kemudian mengajak RD pulang. Namun ketika tiba di pintu gerbang rumahnya, RD malah menolak pulang dengan alasan takut dimarahi orangtuanya. RD kemudian minta diantarkan ke rumah Omanya, namun ketika tiba di depan pintu malah enggan masuk.

"Ia malah bertanya saya ada uang berapa. Ia justru minta dibawa ke hotel. Karena hari sudah malam, saya pun menurut saja," imbuh Tio.

Tio kemudian mengajak RD ke hotel Merak, yang ada di kawasan Dr M Isa Palembang. Di kamar No 6, mereka lalu melakukan hubungan intim. Namun tidak ada paksaan sama sekali, dan dilakukan atas dasar sama suka. Setelah itu ia meninggalkan RD di kamar hotel, dan pulang ke rumahnya. Keesokan harinya sebelum mengantar RD pulang ke rumah, mereka kembali melakukan hubungan intim di kamar hotel.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tribunnews.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Tukang Becak Siap Urunan 1 Trilyun Perbulan untuk Gaji Presiden dengan 5 Syarat

PUTRICANDRAMIDI -


SOLO (voa-islam.com) – Rakyat miskin dan tukang becak prihatin dengan curhat gaji Presiden. Sebagai bentuk sindiran, mereka siap patungan menyumbangkan penghasilan becaknya untuk menaikkan gaji Presiden menjadi 1 trilyun perbulan. Tapi dengan 5 syarat.

Curhat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ‘mengeluhkan’ gajinya tidak naik selama tujuh tahun terakhir, mendapat ‘sambutan’ meriah di mana-mana. Di Solo, bahkan ada sekelompok orang yang menamakan diri “Pendukung Kenaikan Gaji Presiden.”

Puluhan orang ini melakukan aksi damai mendukung gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Senin (24/1/2011). Uniknya, sebagian besar dari massa aksi adalah para tukang becak yang dalam sepanjang aksinya memarkir becaknya dengan rapi di pinggir Jalan Slamet Riyadi, tak jauh dari lokasi aksi.

Massa tukang becak ini mengaku jengah atas curhat presiden soal gajinya yang tidak pernah naik. Menurut mereka, curhat itu sama sekali tidak mempertimbangkan rasa keadilan di saat banyak rakyat yang masih menderita karena berbagai persoalan yang menimpa, justru memimpin negara mempersoalkan gajinya.

Sebagai sindiran yang menohok, kelompok tersebut justru memberikan dukungan agar gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan. Namun sebagai syaratnya, SBY harus memenuhi lima syarat yang diajukan.

Kelima syarat itu adalah mampu membebaskan Indonesia pengangguran, menjamin Indonesia bebas dari konflik dengan latar belakang apapun, mampu mewujudkan Indonesia swasembada pangan, mampu memberantas mafia hukum, dan mampu menyelesaikan semua persoalan seperti kasus Century dan BLBI.

....Para tukang becak mendukung agar gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan. Namun SBY harus memenuhi lima syarat yang diajukan....

“Jika semua syarat itu dapat dipenuhi maka kami mendukung sepenuhnya gaji presiden naik menjadi Rp 1 triliun per bulan. Tapi jika tanpa prestasi dan bahkan gagal menjalankan amanat rakyat, sama sekali tidak masuk akal jika presiden mengeluhkan gajinya,” ujar Bambang Saptono berapi-api.

Sentilan dalam aksi itu menarik perhatian pengguna jalan, lantaran Bambang Saptono berdialog interaktif bersama puluhan pengemudi becak.

“Apakah saudara-saudara bersedia jika gaji Presiden satu triliun rupiah per bulan?” tanya Bambang.

“Bersedia,” jawab para tukang becak.

“Uangnya dari mana?’ tanya lagi Bambang.

“Dari Gayus,” teriak tukang becak.

“Terus rakyat makan apa?,” lanjut Bambang.

“Makan tikus,” jawab mereka.

Sementara itu, orator lainnya, Joni, menyindir curhat gaji Presiden SBY dengan orasi “Kami Sayang Pak SBY.” Joni menyatakan setuju kenaikan gaji SBY menjadi 1 trilyun, bahkan ia rela jika harus iuran untuk nomboki gaji presiden.

“Kalau tidak dari kami, uangnya bisa dari Gayus atau utang luar negeri, silakan kami sangat setuju,” sindir Joni. “Kami cinta dengan presiden kami. Kami sayang dengan Pak SBY,” kata Joni kepada rekan-rekannya sesama tukang becak. “Rp 1 triliun pun kami sangat setuju. Kenapa, karena kami sayang dengan Pak SBY,” tambahnya.

Gaji presiden Rp 63 juta per bulan dan dana taktis Rp 2 miliar per bulan, menurut para tukang becak, sudah lebih dari cukup. Jika dibandingkan dengan penghasilan Joni dkk, uang itu sudah berlipat ratusan kali. Maka ia menilai seorang presiden kurang pantas curhat mengenai gaji di saat rakyat tengah dilanda kesulitan ekonomi.

Sejumlah poster dan spanduk bertuliskan kecaman dan sindiran dibawa oleh massa aksi. Di antaranya “Rakyat makan tikus, Pejabat makin rakus”, “Katanya berjuang, Kok mikir uang”, “Awak Gede Gaji Gede” (badan besar gaji besar), “Gajinya 1 Triliun, Presiden Malah Pikun”, “bohong=nyolong”, dan lain-lainnya.

Aksi jalanan para tukang becak tersebut penuh dengan gelak tawa karena banyak peserta aksi yang mengekspresikan sikapnya dengan cara masing-masing. Bahkan ada yang mengaku kurang mengetahui orasi-orasi yang disampaikan temannya.

“Pokoknya kita dukung saja kalau Pak Presiden minta kenaikan gaji. Saya tidak tahu gajinya sekarang berapa, yang penting dinaikkan saja. Siapa tahu nanti setelah gajinya naik, Pak Presiden pengin naik becak saya lalu memberikan bayaran yang besar juga,” ujar seorang peserta aksi.

Koordinator aksi, Bambang Saptono, menilai aksi ini merupakan bentuk apatisme masyarakat mengenai ulah para pemimpin. “Mereka tidak melihat rakyatnya sengsara, mati kelaparan dan keracunan makan,” katanya.

Ia berharap presiden dan para pemimpin bangsa tidak terlalu berpikir mengenai gaji, karena menurutnya, para pejabat sudah berkecukupan dalam kebutuhan sehari-hari. “Presiden kan jabatan terhormat, jadi saru dan tidak pantas jika mengeluh tidak pernah naik gaji,” pungkasnya. [silum/dtk]

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::voa-islam.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

PUTRICANDRAMIDI - Sleman: Sejumlah mahasiswa mengaku membuat crop circle yang ditemukan di tengah sawah di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu mereka nyatakan dalam situs Studentmagz.com.


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan di situs itu menyebutkan, crop circle di Sleman dibuat seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi sang mahasiswa yang dikenal jago matematika dan internet itu tak bekerja sendiri. Dia dibantu enam temannya.

Masih dalam situs, sang mahasiswa yang sampai kini belum diketahui namanya itu mengaku, sengaja membuat jejak benda terbang tak dikenal alias UFO buat mencari sensasi. Menurut dia, itu sebagai ajang pembuktian kalau mereka memang jago matematika dan desain.

Crop circle adalah pola lingkaran misterius berbentuk simetris. Crop cirle di Sleman, berdiameter 60 centimeter sampai 70 cm. Walau banyak ditemukan di sejumlah tempat, toh fenomena ini tetap menjadi teka-teki.(ICH)

sumber : http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/01/25/121257/Mahasiswa-UGM-Mengaku-Pembuat-Crop-Circle-Sleman

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan ‘Crop Circle di Sleman Dibuat Mahasiswa UGM’ Hoax

Penampakan crop circle di sawah yang ditanami padi di Berbah, Sleman hingga kini masih misterius. Tidak diketahui bagaimana lingkaran terpola misterius itu tercipta. Di tengah misteri ini, muncul sebuah blog yang menceritakan bahwa crop circle itu sebenarnya dibuat mahasiswa UGM. Benarkah? Tulisan di blog itu hoax, gak layak dipercaya.

Tulisan berjudul ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ itu sudah muncul di berbagai forum, termasuk detikforum, Selasa (25/1/2011). Namun, sebagian besar pengomentar menganggap tulisan itu sampah (hoax) alias tidak bisa dipercaya.

“Belum bisa percaya. Belum ada bukti yang riil. sori,” tulis member detikforum ber-ID nasionalis_24.

“Penjelasannya masih dRagukan..,” tulis member ber-ID yoake.

Masih banyak member lain yang meragukan kebenaran atas tulisan ini.

Sementara itu, Michael Gumelar, Ketua UFO-Indonesian Community (UFO-IC) mempertanyakan bukti bahwa crop circle itu buatan mahasiswa UGM. “Mereka mengklaim, itu sesuatu yang bagus, tapi kalau mengklaim harus disertai bukti-bukti. Bagaimana cara membuatnya, bagaimana kronologinya? Kita tunggu saja, kalau nggak disertai bukti-bukti ya sama saja bohong. Sulit untuk melacak
kebenarannya,” kata dia kepada detikcom.

Dia menduga sebentar lagi akan banyak pihak yang mengklaim sebagai pembuatnya. Sebab, kata dia, crop circle ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan langsung menasional.

Pemantauan detikcom, tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ memang terlihat hanya upaya mencari sensasi di tengah misteri crop circle di Sleman. Di dalam tulisan itu, tidak dijelaskan indetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu. Alur ceritanya juga dibuat sekenanya, banyak yang tidak masuk akal.

Tulisan itu menceritakan bahwa ada lebih dari 6 mahasiswa UGM yang terlibat dalam pembuat crop circle itu. Mereka membuat hal itu, untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian. Menurut sang penulis, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, sang penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Menurut sang penulis, para mahasiswa itu membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulis dia.

Percayakah Anda dengan tulisan klaim mahasiswa UGM ini? (asy/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/135805/1554145/10/tulisan-crop-circle-di-sleman-dibuat-mahasiswa-ugm-hoax?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

UGM Lacak Identitas Mahasiswa Pengklaim Pembuat Crop Circle di Sleman

Sebuah tulisan di blog mengklaim crop circle di areal pertanian Berbah, Sleman, merupakan buatan enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski banyak yang menyebutnya hoax, pihak universitas yang dikenal dengan sebutan ‘Kampus Biru’ itu akan melacaknya.

“Saya sudah dengar soal klaim itu, saya juga sudah berkoordinasi dengan Dekanat Fakultas MIPA dan sekarang sedang dilacak dan diselidiki,” kata Kepala Humas UGM Suryo Baskoro kepada detikcom, Selasa (25/1/2011).

Suryo mengatakan, kemungkinan crop circle itu dibuat oleh mahasiswa cukup besar. Apalagi, mahasiswa di jurusan MIPA, boleh jadi memiliki minat terhadap desain dan seni pembuatan crop circle.

“Ya mungkin saja buatan mahasiswa UGM, kita coba terus selidiki itu. Nanti kalau sudah menemukan, tentu kita akan sampaikan,” kata Suryo.

Suryo mengatakan, sebenarnya pembuatan crop circle semacam itu bagus sebagai bentuk ekspresi diri dan kesenian. Namun sayangnya, aksi itu merusak tanaman padi milik para petani di lokasi itu.

“Itu positif ya, dalam artian ekspresi seninya positif. Tapi kalau dilihat merusak tanaman, itu mestinya nggak boleh ya,” kata Suryo.

Jika benar pembuatnya mahasiswa UGM, apakah akan ada sanksi? “Kita belum sampai ke tahap itu, kita cari dulu kebenarannya,” kata Suryo.

Sebelumnya, muncul tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ di internet. Namun sayangnya, penulis tidak menyebutkan idetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu.

Tulisan itu menceritakan bahwa 6 mahasiswa UGM terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian MIPA. Penulis menuliskan, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Mahasiswa membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulisnya. (ken/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/143159/1554178/10/ugm-lacak-identitas-mahasiswa-pengklaim-pembuat-crop-circle-di-sleman

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::lintasberita.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

PUTRICANDRAMIDI - Bau gaib tidak bisa dilepaskan dari “lingkaran UFO” di Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Salah satu pemilik sawah yang ketempatan linkaran simetris itu, Ngadiran, sempat melihat penampakan aneh di malam kejadian.

UFO di Sleman. Hari Sabtu Malam, Pemilik Sawah Lihat Penampakan Macan

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

“Saat kejadian hari Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB, saya lihat seperti ada penampakan macan,” ujar Ngadiran pada detikcom di TKP, Senin (24/1/2011).

Esok paginya, Ngadiran yang bertempat tinggal di dekat sawahnya, lalu menengok sawahnya seperti biasanya. Alangkah kagetnya karena sawahnya beserta sawah di sekitarnya sebagian padinya rebah dan bila dilihat dari atas bukit, membentuk lingkaran unik yang cukup rapi. Hebohlah warga sekitar.

Menurut pantauan detikcom, posisi padi yang rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm.

Ngadiran khawatir sawahnya rusak akibat warga berdatangan untuk menonton. Akibatnya, dia bersama rekan-rekannya yang lain hari Minggu kemarin memasang tulisan larangan memasuki sawah dengan kertas dan spidol hitam. Tulisan itu diletakkan di sekitar pematang sawah. Tali rafia di sekitar “lingkaran UFO” juga dipasang.

Ngadiran pagi ini juga menjenguk sawahnya, lebih pada menjaga agar lahan padinya yang tengah “hamil tua” tidak dimasuki warga. Sementara, ratusan warga masih setia menyaksikan dari bukit Gunung Suru. (nrl/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/24/091628/1552835/10/hari-sabtu-malam-pemilik-sawah-lihat-penampakan-macan

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

“Jejak UFO” di Yogya, Pemilik Sawah Mimpi Sapinya Sekarat

Jumadi (65), salah satu pemilik sawah yang tanaman padinya ambruk membentuk pola aneh crop circle, mengaku pada malam sebelumnya mimpi sapinya sekarat. Ia sama sekali tak menyangka mimpinya itu dihubung-hubungkan dengan kejadian misterius yang kini dialaminya.

“Tadi pagi saya diberitahu tetangga kalau padi di sawah saya ambruk, tapi ambruknya rapi,” kata Jumadi saat ditemui di rumahnya di Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011). “Mungkin mimpi tadi malam itu pertandanya,” ujar Jumadi terkekeh.

Jumadi akan membiarkan pola lingkaran yang ada di sawahnya untuk kenang-kenangan. “Biar jadi tontonan orang, Mas. Mungkin kejadian ini tidak akan terulang di lain hari,” imbuhnya.

Ambruknya padi yang membentuk pola lingkaran ini menimpa sawah milik lima orang warga Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, yaitu Daldiri, Joyo Satiman, Jumadi, Jumilan, dan Mardi Raharjo.

Sawah Jumadi adalah yang paling luas terkena fenomena ambruknya padi berpola lingkaran. “Sawah kami yang rusak sekitar dua blabak. Kalau dihitung kerugiannya Rp 750.000,” ucap Sudilah (60), istri Jumadi. (Tribun Jogja/Hendi Kurniawan)

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/01/24/0045401/Pemilik.Sawah.Mimpi.Sapinya.Sekarat

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

Angin Winasis yang Mengukir “Jejak UFO”

Lingkaran raksasa yang terbentuk di kawasan pertanian Jogotirto, Berbah, Sleman, menjadi topik perbincangan warga. Pada Senin (24/1/2011) dini hari, saat warga melakukan ronda malam, mereka beradu argumen mengenai fenomena tersebut. Di antaranya, warga menduga hal itu karena angin winasis.

“Angin lesus yang menyebabkan pola itu terbentuk,” kata Misran (44) berargumen. Ia mengisahkan, kemarin ia baru mengikuti sosialisasi pertanian dan muncul banyak wacana, termasuk soal pembentukan angin lesus.

Tak hanya berhenti di situ, Misran menguatkan argumentasinya dengan menyebut bahwa angin lesus itu merupakan tanda yang dikirimkan tuhan. “Para tetua desa menafsirkan kejadian itu karena angin lesus winasis,” ujarnya sambil menyeruput kopi.

Beberapa warga yang antusias mendengar analisis Misran semakin tertarik dengan cerita yang disampaikan, apalagi saat ia panjang lebar mengisahkan soal angin winasis itu. “Pola yang muncul akibat angin winasis merupakan tanda dari Tuhan,” katanya. Misran tidak menyebut tanda apa yang dimaksud. (Tribun Jogja/Diaz R dan Hendi K)

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/01/24/07074773/Angin.Winasis.yang.Mengukir.Jejak.UFO

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman

‘UFO’ di Sleman dari Teori Mistik sampai Ulah Tangan Manusia

Peristiwa fenomena aneh ‘UFO’ di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kini banyak mengundang komentar dan penelitian tersendiri, sebab hingga saat ini peristiwa tersebut pertama kalinya di Indonesia.

Ada beberapa teori yang menyebutkan bisa terjadinya fenomena tersebut, dari peristiwa angin kencang, gelombang elektromagnet, karya manusia, peristiwa ritual, dan pendaratan peswat mahluk asing.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengatakan saat ini akan melakukan penelitian dengan memotret peristiwa langka tersebut dan dikaji oleh TNI AU.

“Kalau melihat gambarnya seperti itu (aneh), tidak menutup kemungkinan itu merupakan jejak yang ditinggalkan oleh kekuatan di luar keahlian manusia,” kata di Yogyakarta, Senin (24/1).

Lain halnya, Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa lingkaran tanaman tidak disebabkan UFO, melainkan buatan manusia.

Menurut Thomas, Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif.

Dia juga menulis dalam blognya, di tdjamaluddin.wordpress.com dikatakan UFO sendiri secara ilmiah dianggap tidak ada. Penjelasan kesaksiannya cenderung bersifat hoax (kabar bohong), rekayasa, atau tergolong pseudosains (sains semu). Tidak ada penjelasan ilmiahnya.

Walau astronom menyakini adanya kehidupan di luar bumi, tetapi sampai saat ini belum terbukti ada bukti fisik makhluknya, apa lagi yang berkunjung ke bumi dengan pesawat antariksa mereka. Masyarakat kadang terbawa informasi yang bersumber dari cerita-cerita fiksi ilmiah, termasuk dari film-film yang sebenarnya hanya khayalan. Kalau UFO tidak ada, maka pola geometris crop circle dipastikan bukan disebabkan oleh manuver pesawat antariksa atau UFO.

Pola geometris di Sleman bukan juga disebabkan oleh puting beliung atau pengaruh elektromagnetik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi milik PLN). Puting beliung tidak akan menghasilkan pola yang rapih. SUTET pun tidak akan memberi dampak pola geometris, karena tanaman padi tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet dari jaringan listrik itu.

Kalau begitu apa sebabnya? Saya menduga itu hasil rekayasa tangan-tangan kreatif. Di banyak negara terbukti crop circle adalah hasil rekayasa kreatif manusia. Tahun 1990-an dua orang Inggris buka rahasia, bahwa sekian banyak crop circle di Inggris adalah hasil karya mereka. Mereka pun mempraktekkannya dengan menggunakan tali dan papan.

“Tancapkan satu tongga sebagai pusat lingkaran. Lalu tali yang digantungi papan diputar mengelilingi tonggak tersebut. Radius lingkaran tergantung pengaturan letak papan. Pola garis lurus dan segitigajuga bisa dibuat dengan cara-cara yang kreatif. Mau coba?,” tulisnya dalam blog.

Sejak peradaban modern penampakan Crop circle atau yang biasa disebut bekas landing “UFO” tercatat pernah terjadi pertama kalinya pada tahun 1647 di Inggris.(dom/k-em)

sumber : http://www.berita8.com/read/2011/01/24/24/37331/%27UFO%27-di-Sleman-dari-Teori-Mistik-sampai-Ulah-Tangan-Manusia

Foto crop circle yang diambil wartawan Tribun Jogja Hendi Kurniawan dengan inzet ilustrasi muladhara yang dibuat Julius Perdana dari komunitas BetaUfo. Fenomena Aneh | UFO | Crop Circle | Kisah Kisah Mistis Beredar akibat Jejak Misterius UFO di Sleman.

“Crop Circle” di Sleman Mirip Logo Cakra Muladhara

Terlepas buatan manusia, alien, atau dibentuk akibat fenomena alam, lingkaran raksasa yang terbentuk di area persawahan di Berbah, Sleman, Yogyakarta, menarik dicermati. Pembuatnya pasti sangat cermat karena bentuknya yang geometris.

Bentuknya yang simetris disertai ukiran-ukiran di dalam lingkarannya menarik perhatian anggota komunitas Betaufo, salah satu kelompok pengamat UFO di Indonesia. Julius Perdana, pemerhati UFO dan salah satu anggota komunitas tersebut, mencoba menganalisis bentuk tersebut dengan melakukan rekayasa foto digital.

“Ini mirip dengan Chakra dasar atau Muladhara,” tulis Julius Perdana dalam catatan di halaman akun Facebook miliknya, Senin (24/1/2011). Ia menggunakan foto jepretan Andrex Tohjaya yang diunggah ke Facebook kemudian mengedit dengan mendistorsi gambar dari posisi miring menjadi tegak lurus dan memperjelasnya.

Ia menjelaskan, muladhara digambarkan berwarna kuning, lotus atau teratai bujursangkar dengan 4 daun dikelilingi oleh 8 tombak yang berkilauan di samping dan di sudut, dan dengan 4 buah daun bunga. Mirip atau tidak ia menyertakan hasil perbandingan dan kesimpulan kepada pembaca.

Dalam ajaran Hindu, muladhara adalah salah satu cakra yang merupakan fondasi metafisika atau biofisis tubuh manusia. Karena diyakini sebagai pusat energi, pemetaan cakra biasa dipakai sebagai dasar pengobatan, latihan yoga, dan meditasi.

Nah, apakah logo raksasa tersebut sengaja dibuat orang, ukiran alam, atau pesan dari makhluk lain?

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Ditemukan "Crop Circle" Kedua di Yogya

PUTRICANDRAMIDI -

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pola crop circle yang terlihat di Dusun Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (25/1/2011). Hingga kini sejumlah institusi terus berupaya menguak pembuat pola lingkaran tersebut.

============

YOGYAKARTA, KOMPAS.com Warga kembali menemukan lingkaran misterius atau fenomena crop circle di Yogyakarta. Kalau yang pertama di Berbah, Sleman, kali ini crop circle ditemukan di area persawahan Piyungan, Bantul.

Lingkaran misterius tersebut ditemukan Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00. Lokasi crop circle kedua terletak di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama yang ditemukan Minggu lalu.

Bentuknya hampir sama, berupa lingkaran, tetapi dengan ukuran lebih kecil, 30 meter sampai 40 meter, tidak seperti di Berbah yang sekitar 60 meter.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::sains.kompas.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Crop Circle di Berbah Buatan Manusia

PUTRICANDRAMIDI -

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Garis polisi dipasang untuk melindungi pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70 meter di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.

==============

SLEMAN, KOMPAS.com — Dua peneliti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional memastikan, crop circle di Berbah, Sleman, Yogyakarta, buatan manusia. Kepastian tersebut dilakukan setelah tim dari Lapan dan Polres Sleman melakukan penyelidikan di lokasi, Selasa (25/1/2011) siang tadi.

"Ini buatan manusia. Kami menemukan beberapa bukti bahwa ini dibuat secara tradisional," tegas Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Sri Kaloka Prabotosari di lokasi sore tadi. Sri Kaloka datang bersama peneliti lain, Nizam Ahmad.

Tim dari Lapan tersebut mengungkapkan bukti-bukti lingkaran tersebut dibuat manusia. Bukti pertama pada titik sentral dari crop circle tersebut berupa lingkaran berdiameter 5 cm. "Di titik sentral tersebut, kami temukan ada lubang sedalam 25 cm dan lebar 4 cm yang kami duga sebagai titik pusat. Lubang tersebut dibuat dari batang atau pipa," tegas Sri Kaloka.

Tim Lapan juga menemukan adanya batang-batang padi yang patah dan akarnya tercerabut. "Itu akibat diinjak," jelasnya.

Sri Kaloka mengatakan, kemungkinan pembuat crop circle tersebut menggunakan tali dari pusat simetris yang kemudian dibuat beberapa pola. "Temuan kami, tidak semua pola itu sama, ada yang besar, ada yang kecil. Jadi kami yakin ini buatan manusia," ujar Sri Kaloka.

Sementara itu, tim dari Polres Sleman juga menemukan jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut sebelumnya tidak terlihat karena tertutup batang padi yang roboh.

Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini yang hadir di lokasi crop circle mengatakan, tidak ada jejak UFO di lokasi.

"Berdasarkan penyelidikan kami bersama tim dari Lapan, dugaan kami sama dengan tim dari Lapan. Ini buatan manusia," tegas Irwan Ramaini.

Selanjutnya, pihaknya masih akan tetap mengamankan lokasi dan meminta warga tidak memanjat bukti di dekat lokasi itu karena bisa membahayakan keselamatan. Satu orang tewas tadi siang setelah jatuh dari bukit. Polisi juga akan mencari pelaku pembuat lingkaran yang menghebohkan itu dan meneliti motifnya.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::sains.kompas.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Senin, 24 Januari 2011

[Vide+Foto] Fenomena Crop Circles Sleman Yogya, Ulah UFO Atau?

PUTRICANDRAMIDI -

Menurut keterangan Basori (41), warga yang rumahnya berada di utara sawah itu. Tadi malam (22/1/2011) sekitar pukul 22.30, dirinya mendengar suara gemuruh layaknya suara helikopter mendarat. “Suara itu terdengar sekitar 30 menit. Tapi saya tidak gubris suara itu. Saya pikir itu suara helikopter lewat,” tuturnya.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Hal itu diamini oleh Ayu Rukini (32), istri Basori. “Saya juga mendengar suara itu. Waktu itu saya dan suami sedang menonton televisi. Saya mengira tentara Angkatan Udara sedang latihan,” terangnya. Fenomena ini diketahui pertama kali oleh Yudi (20). “Sekitar pukul lima pagi tadi, saya berangkat kerja. Sewaktu melewati sawah ini, saya melihat padi-padi ambruk tapi membentuk pola yang rapi,” kata Yudi.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Fenomena unik ini terjadi Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011). Padi ambruk di tengah sawah membentuk pola lingkaran yang sangat rapi. Seperti pola itu sengaja dibuat manusia. Istilah ilmiah untuk fenomena ini biasa disebut dengan istilah crop circles atau lingkar taman.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Lingkaran tanaman (bahasa Inggris:Crop circles) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola ini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada lingkaran semata. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah Crop Circles ini masih dipertahankan.

Penampakan UFO di Sleman Yogyakarta

Mereka yang mempelajari fenomena Crop Circles ini sering disebut juga dengan istilah “cerealogis”, dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglyph. Fenomena Crop Circles seringkali dikait-kaitkan dengan isu UFO atau mahluk luar angkasa.

Ditengah isu dan agenda penting yang belum terselesaikan di negeri ini, baik kasus koruptor, RUU Yogya serta mafia peradilan dan hukum serta pajak yang rumit selalu saja ada berita menghebohkan yang seringkali membenam kita semua.

Video:::Fenomena Crop Circles


SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

* 0 Indonesia Ranking 3 Perokok Terbesar Di Dunia

PUTRICANDRAMIDI -

TEMPO Interaktif, Jakarta - Indonesia termasuk tiga negara pengguna rokok terbanyak di dunia setelah Cina dan India. Sedikitnya 500 ribu warga Indonesia meninggal setiap tahun akibat rokok.

Demikian data yang dikeluarkan International Union Againts Tuberculosis and Lung Disease saat membuka workshop pengendalian masalah kesehatan akibat tembakau dan penyakit tidak menular, di hotel Oasis Amir, Jakarta, Senin (24/1) sore ini.

Hingga kini tak kurang sekitar satu miliar warga dunia merupakan perokok, dengan 80 persen di antaranya disumbang dari negara berkembang.

Khusus Indonesia, dari 50 persen keluarga ditemukan satu keluarga sebagai perokok, sehingga tak mengherankan lebih dari separuh penduduk Indonesia diduga sebagai perokok.

Dari jumlah itu, sekitar 40 persennya berasal dari perokok laki-laki, sedangkan sisanya disumbangkan wanita.

Sementara itu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Setianingsih dalam sambutannya menyebutkan berdasarkan Riskesdas tahun 2007 bahwa hampir sepertiga warga Indonesia merupakan perokok. Bahkan dari jumlah itu hampir sepertiganya disumbangkan kalangan pelajar. "Rata-rata sebagian besar dari mereka memulai merokok saat usia di bawah 10 tahun," ujarnya.

JAYADI SUPRIADIN


JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Minggu, 23 Januari 2011

Kisah Terungkapnya Sindikat ABG di FB

PUTRICANDRAMIDI -

Kisah Terungkapnya Sindikat ABG di FB
Penulis : Adi Dwijayadi | Editor : Heru Margianto
Minggu, 23 Januari 2011 | 17:38 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi.


JAKARTA, KOMPAS.com — Andai LCS tidak memacari lelaki itu, sindikat prostitusi ABG (anak baru gede) di situs jejaring sosial Facebook tidak akan terungkap (Baca: Perdagangan ABG Lewat Facebook). Cinta monyet antara LCS dan seorang lelaki membuat persahabatan tujuh ABG retak.

Ketujuh ABG itu adalah "peliharaan" seorang mucikari bernama Dede. Mereka adalah KKS (15), AC (15), VYL (13), ZV (l5), LCS (15), NF (16), dan AS (15). Ketujuh ABG itu tinggal di satu kampung di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Dede adalah tetangga mereka.

Persahabatan LCS dengan keenam temannya retak karena LCS memacari seorang lelaki yang merupakan sahabat keenam temannya itu. Pada suatu hari, keenam teman LCS meminta pertanggungjawaban.

"Ketika LCS dimintai penjelasan soal pacarnya itu, enam teman LCS mengeroyoknya di luar Pasaraya Manggarai hingga babak belur. Anak saya VYL ikut juga menghajar LCS," tutur DD di rumahnya di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2011).

Selanjutnya, melihat wajah anaknya membiru, orangtua LCS melaporkan hal ini kepada guru LCS di sebuah SMP swasta di Jalan Pariaman. Sang guru kemudian memeriksa identitas LCS di akun Facebook. Ia curiga melihat beberapa foto LCS bersama enam temannya dan Dede di dalam kamar sebuah hotel.

Beberapa hari kemudian, pihak sekolah mengundang semua orangtua, termasuk petugas Kepolisian Sektor Metro Setiabudi. "Saya tadinya dipanggil untuk kasus pengeroyokan. Awalnya, polisi menyampaikan kasus perkelahian remaja. Kemudian, sang guru membeberkan foto-foto muridnya yang terlibat prostitusi via Facebook," ujar DD.

Setelah itu, polisi menyingkirkan kasus perkelahian remaja dan beralih ke kasus lain, yaitu penjualan anak di bawah umur. Petugas menanyakan Dede ke para orangtua yang hadir, apakah ia benar tinggal di sana. "Saya jawab, ia benar sekali. Dede itu tetangga saya," kata DD yang diamini beberapa orangtua lainnya.

Suatu hari, polisi meminta DD menunjukkan rumah Dede dan mengawasi pergerakannya. Beberapa jam kemudian, ujar DD, ada lima petugas Polsek Setiabudi datang ke rumah Dede dan menanyakan hubungannya dengan tujuh gadis di dalam foto itu. "Kepada polisi, dia (Dede) bilang anak-anaknya saja yang bandel. Polisi terus mencecar pertanyaan hingga ia mengaku mengirim L dan kawan-kawan ke sebuah apartemen di Kemayoran," ucap DD.

Akhirnya, Dede dibawa paksa ke kantor polisi. Mengingat TKP berada di Kemayoran, polisi menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.

Keluarga Korban Dapat Teror SMS

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski terlepas dari jeratan sindikat perdagangan anak lewat situs jejaring sosial Facebook (Baca: Perdagangan ABG Lewat Facebook), para korban masih menerima ancaman dari orang-orang tak dikenal melalui layanan pesan singkat (SMS).

"Anak saya pernah berkali-kali diancam oleh Alay ketika berada di Apartemen Puri Kemayoran. Alay mengancam supaya mereka tidak mengadu ke orangtua," tutur DD, orangtua VYL kepada Kompas.com saat disambangi di rumahnya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2011).

Alay (50) adalah seorang pelanggan Dede, mucikari yang menjual tujuh ABG, warga Manggarai, Jakarta Selatan. Alay ditangkap di Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta Pusat. Dede menjajakan layanan prostitusinya melalui situs jejaring sosial Facebook. Kepada pria hidung belang, ia menjual setiap ABG kenes seharga Rp 2 juta.

Ketujuh ABG itu adalah KKS (15), AC (15), VYL (13), ZV (l5), LCS (15), NF (16), dan AS (15). Mereka tinggal satu kampung dan betetangga dengan Dede di Manggarai.

Menurut DD, saat ini yang kerap mendapat ancaman adalah orangtua AS. Karena sering mendapat ancaman, nomor ponsel AS ditukar dengan nomor milik ayahnya. "Jadi, yang menerima ancaman Mr X itu ya bapaknya, AS. Tidak ada telepon, tapi SMS berkali-kali," ujar DD.

Dengan nada tinggi, DD menegaskan agar pelaku tidak bertindak sewenang-wenang kepada keluarga korban. "Jangan mentang-mentang kami tidak berpunya, jadi seenaknya ambil anak kami gara-gara dia punya duit banyak," katanya.

Merasa tidak aman Pada bagian lain, DD menuturkan, anaknya, VYL, sudah diterima dengan baik oleh guru dan teman-temannya di sekolah. Dulu, VYL pergi ke sekolah sendiri. Kini, demi menjaga buah hatinya, DD mengantar VYL sekolah setiap hari.

"Saya buat jaga-jaga. Saya enggak mau ada apa-apa. Takutnya diculik. Apalagi, sejak ada SMS ancaman yang terus-menerus itu," kata DD.

Di rumah pun, DD melarang anaknya pergi ke mana-mana karena dinilai belum aman. Ia khawatir anaknya tidak pulang ke rumah kalau ada janji bertemu kenalannya melalui Facebook.

Rini, salah satu tetangga DD, mengaku resah dengan kejadian di sekitar tempat tinggalnya. Lingkungan yang semula aman kini harus diamankan secara ketat. Semua orang yang tampak asing bagi warga pasti akan ditanyai tujuannya.

"Warga sini sebetulnya resah. Tadinya aman-aman saja. Makanya wajar saja kalau ada tetangga kami menanyakan kartu identitas pada tiap orang asing yang lewat," ujar pemilik toko kelontong itu.

Kompas.com pun turut diperiksa identitasnya saat memasuki kawasan tempat tinggal DD

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sindiran Kocak, Penggalangan Koin Untuk Tambah Gaji SBY

PUTRICANDRAMIDI -

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Presiden SBY curhat soal gajinya yang tidak naik selama 7 tahun. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai gaji presiden tidak perlu naik. Justru kinerja presiden yang harus ditingkatkan.

‎​"Saya kira gaji bukanlah persoalan serius apalagi kalau dikaitkan dengan kinerja. Gaji Presiden tak perlu dinaikkan. Kinerja yang perlu ditingkatkan," ujar Fadli, Sabtu (22/1/2011) malam. Fadli menambahkan justru seharusnya saat himpitan ekonomi seperti sekarang, mestinya Presiden bisa memberi inspirasi. Bukan malah curhat soal kenaikan gaji.

"Sekarang ini APBN kita banyak terpakai untuk gaji dan biaya rutin, rakyat tidak merasakan manfaatnya," tegas dia.

Fadli meminta presiden SBY meniru para negarawan lain. Misalnya Presiden Venezuela Hugo Chavez yang menghibahkan gajinya untuk beasiswa. "SBY bisa hibahkan gajinya untuk korban bencana alam seperti mentawai atau merapi," jelasnya.

Selain itu Fadli menilai biaya protokol yang berlebihan juga harus dipangkas. SBY harus lebih berhemat. "Yang perlu dihemat juga biaya protokol yang berlebihan, biaya kunjungan ke luar
negeri yang tak perlu," tutup Fadli.

Sebelumnya dalam Rapim TNI/Polri Presiden SBY mengaku sudah sekitar 7 tahun ini gajinya belum naik. "Sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, ini tahun ke-6 atau ke-7 gaji Presiden belum naik," ujar SBY dalam pidato pada Rapim TNI dan Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/1) lalu.

Ucapan SBY ini spontan saja membuat prajurit TNI dan Polri yang hadir tertawa. SBY menuturkan, kesejahteraan prajurit TNI dan anggota Polri yang diberikan pemerintah bukan retorika dan janji-janji kosong. Tiap tahun, kedua lembaga itu diperhatikan pemerintah dengan menaikkan gaji.

"Soal kesejahteraan prajurit dan anggota Polri, ini bukan retorika dan janji-janji kosong, bukan kebohongan. Tiap tahun kita naikkan gaji dan lain-lain. Renumerasi sudah diberikan untuk meningkatkan kerja dan prestasi," kata SBY.

Sementara itu, dua fraksi besar di DPR RI, PDI Perjuangan dan Partai Golkar, melalui juru bicaranya masing-masing mengharapkan publik tidak mempolemikkan gaji presiden karena hanya akan menambah persoalan yang tidak perlu.

"Itu tidak pantas, karena hanya menambah-nambah persoalan yang tak perlu," kata Anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi I DPR RI, Paskalis Kossay.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin mengatakan, ada hal-hal lain yang bernilai lebih luhur untuk dibahas dalam membangun karakter bangsa lebih luar biasa di masa depan.

Meski demikian, kedua politisi tersebut senada menyatakan bahwa sesungguhnya pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di forum Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) tentang gajinya tak pernah naik selang tujuh tahun, juga tidak perlu terjadi.

"Kami menilai, tidak pantas seorang presiden mempersoalkan kenaikan gajinya. Apalagi itu di forum resmi sebuah institusi strategis dengan berbagai masalah sangat vital bagi negeri ini," kata Paskalis Kossay.

Sedangkan Tubagus Hasanuddin yang juga jenderal purnawirawan menilai, pernyataan Presiden Yudhoyono ini sangat disesalkan.

"Seorang presiden adalah juga seorang `negarawan` yang menjadi tolok ukur bangsanya. Yaitu bagaimana tentang nilai-nilai sebuah pengabdian, dedikasi dan keluruhan dari nilai sebuah perjuangannya," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, mestinya dalam Rapim yang tidak setiap saat berlangsung ini, disampaikanlah tentang nilai-nilai luhur tersebut.

"Yakni mengenai semangat berkorban, keikhlasan berjoang, bukan malah sebaliknya, mengurai dan mempertanyakan upahnya yang diberikan Negara," tegasnya.

Tubagus Hasanuddin mengaku, pihaknya dan banyak purnawirawan serta kawan-kawannya di Komisi I DPR RI (membidangi Hankam, Luar Negeri dan Intelijen), banyak yang prihatin.

"Sebab, ketika bangsa ini terpuruk, justru pemimpinnya malah ikut mengeluhkan upahnya yang tak kunjung naik. Subhanallah....," tuturnya.

Namun, baik Tubagus Hasanuddin maupun Paskalis Kossay, sama-sama mengharapkan masalah itu tidak dibesar-besarkan lagi, cukup menjadi sebuah bahan pelajaran bagai seluruh pemimpin, juga para pemimpin.

Tak hanya di media, curhat SBY soal gaji juga ramai di dunia maya. Seperti halnya di situs microblogging twitter, beberapa tweeps (pemilik akun twitter) memberikan komentar yang beragam. Hingga muncul lontaran ide untuk menggalang koin SBY.

Gagasan itu terkesan lucu sekaligus menyindir. Bahkan sebuah logo untuk menggagas ide koin Presiden telah menyebar luas di Twitter. Logo itu berbentuk persegi panjang dengan gambar sebuah tangan sedang memegang koin. Di bawahnya dilengkapi tulisan 'Koin Untuk Presiden'.

Selain itu, tepat di tengahnya tertulis kata-kata sindiran sarat makna 'Help Salary Presiden' dengan huruf agak besar. Logo berwarna paduan kombinasi kuning, hitam, dan putih. Sepintas, logo tersebut mirip logo aksi Koin untuk Prita Mulyasari yang sempat booming tahun 2010. Koin Keadilan Prita yang berjumlah ratusan juta itu merupakan hasil solidaritas masyarakat yang simpati kepada Prita. Belum diketahui pasti siapa yang mengupload logo itu pertama kali dan apa maksudnya.

Sebelumnya dalam Rapim TNI/Polri Presiden SBY mengaku sudah sekitar 7 tahun ini gajinya belum naik. "Sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, ini tahun ke-6 atau ke-7 gaji Presiden belum naik," ujar SBY dalam pidato pada Rapim TNI dan Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/1).

Ucapan SBY ini spontan saja membuat prajurit TNI dan Polri yang hadir tertawa. SBY menuturkan, kesejahteraan prajurit TNI dan anggota Polri yang diberikan pemerintah bukan retorika dan janji-janji kosong. Tiap tahun, kedua lembaga itu diperhatikan pemerintah dengan menaikkan gaji.

"Soal kesejahteraan prajurit dan anggota Polri, ini bukan retorika dan janji-janji kosong, bukan kebohongan. Tiap tahun kita naikkan gaji dan lain-lain. Renumerasi sudah diberikan untuk meningkatkan kerja dan prestasi," kata SBY. (fn/d2t/ant)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::SuaraMedia.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sabtu, 22 Januari 2011

SBY: Tahun Ketujuh, Gaji Presiden Belum Naik

PUTRICANDRAMIDI -


Saturday, 22 January 2011
JAKARTA (SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali bicara soal gaji yang diterimanya. Di depan anggota TNIPolri Presiden mengungkapkan gajinya belum naik hingga tahun ketujuh pemerintahannya.

”Sampaikan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri. Ini tahun keenam dan tahun ketujuh, gaji Presiden belum naik.Ini saya niati,” papar Presiden SBY saat menutup rapat pimpinan TNI-Polri di Balai Samudera,Jakarta,kemarin. Presiden tidak terlalu memikirkan gajinya yang belum naik.Baginya, kenaikan gaji prajurit harus diutamakan. ”Saya yakinkan agar kesejahteraan TNI dan Polri naik dulu,”katanya.

Presiden mengatakan, pernyataannya ini bukan kebohongan. Remunerasi bagi anggota TNIPolri, yang mulai diberlakukan tahun ini, merupakan salah satu usaha perbaikan hidup TNI-Polri. ”Remunerasi telah kita berikan. Ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja.Ini bukan kebohongan, tapi kesejahteraan TNI dan Polri akan terus kita naikkan,” katanya. Berdasarkan catatan SINDO,ini bukan kali pertama Presiden SBY bicara tentang gaji yang diterimanya.

Pada Januari 2009, saat berpidato dalam penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), SBY juga bicara soal gaji. Kemudian di hadapan para guru di Surabaya,April 2009,Presiden menyampaikan hal serupa.“Gaji SBY belum pernah naik selama lima tahun terakhir ini.Tidak apa-apa,” kata Presiden ketika itu. Mengacu siaran pers di laman presidensby.info, gaji Presiden SBY pada 2006 sebesar USD74.997 per tahun.

Apabila dirupiahkan menjadi sekitar Rp62,497 juta per bulan (asumsi kurs USD1=Rp10.000).Dibandingkan gaji gubernur Bank Indonesia (BI),Rp265 juta per bulan, gaji presiden memang tidak terlalu tinggi.Namun,dana operasional taktis presiden per bulan tinggi, Rp2 miliar.Adapun gaji wakil presiden adalah Rp42,548 juta dengan dana operasional Rp1 miliar. Berdasar survei majalah The Economist, Juli 2010, gaji Presiden SBY mencapai USD124.000 atau setara Rp1,1 miliar per tahun.

Gaji Presiden SBY menduduki peringkat ke-16 terbesar di dunia dan mencapai 28 kali pendapatan per kapita penduduk Indonesia. Jika dibandingkan pemimpin negara Asia yang lain,gaji Presiden SBY relatif besar. Sebagai perbandingan, pemimpin China hanya bergaji USD10.633 (Rp96 juta) per tahun atau dua kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Pemimpin India hanya digaji USD4.106 (Rp37,2 juta).

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong merupakan pemimpin negara dengan gaji terbesar, yakni USD2,18 juta per tahun atau setara Rp20 miliar.Jumlah tersebut 40 kali lipat dari pendapatan per kapita warga Singapura. Pimpinan negara yang masuk jajaran lima besar tertinggi adalah Kepala Eksekutif Hong Kong Donald Tsang (USD513.000 per tahun), Presiden Kenya Mwai Kibaki (USD423.000),Presiden AmerikaSerikat Barack Obama (USD400.000), dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy (USD 302.000).

DPR Kritik

Sejumlah anggota DPR mengkritik sikap Presiden SBY yang membicarakan gajinya. Mereka menilai pernyataan itu menunjukkan upaya pencitraan. Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menilai tidak pas membandingkan naik atau tidaknya gaji presiden dengan lembaga negara lain. ”Karena secara nominal bedanya jauh, belum lagi fasilitas dan SPPD (surat perintah perjalanan dinas) yang diterima,” ujarnya.

Dia menilai pernyataan Presiden tentang gaji yang tidak naik itu menunjukkan kegandrungan SBY pada politik pencitraan, sayang konteksnya tidak tepat. Menurut anggota Fraksi Partai Hanura Akbar Faizal, seharusnya Presiden tidak perlu mengungkapkan soal gaji. Dia menduga SBY mengungkapkan itu untuk menunjukkan bahwa dia lebih memperhatikan gaji tentara ketimbang gaji dirinya sendiri sebagi presiden. ”Janganlah gaji dijadikan sebagai pencitraan,”ujarnya.

Menurut dia, apabila Presiden menganggap gajinya perlu naik, sebaiknya bicarakan hal itu dengan DPR. ”Kalau merasa kurang, ya bicarakan dengan DPR,” ajaknya. Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno berharap Presiden tidak berkeluh kesah kepada publik. ”Beliau punya banyak pembantu dan staf khusus yang bisa menyampaikan masalah tersebut ke publik,”ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto justru menilai ucapan SBY bukan sebagai keluhan, melainkan ungkapan spontan sebagai keprihatinan Presiden terhadap kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Ungkapan Presiden itu, kata Setya, hendaknya menjadi bahan evaluasi yang harus diterjemahkan DPR untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, misalnya pegawai negeri sipil (PNS). (maesaroh/adam prawira/yanto kusdiantono)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::seputar-indonesia.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Lagi, Jupe Tampil Seronok di Makassar

PUTRICANDRAMIDI -

TRIBUN TIMUR/Muhammad Abdiwan

Gaya dan busana Julia Perez alias Jupe saat di Makassar, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, KOMPAS.com — Artis Julia Perez alias Jupe terus tampil seronok meski dulu sekali pernah mengklaim sudah berubah menjadi elegan.

Kali ini mantan bakal calon bupati Pacitan, Jawa Timur, itu bikin heboh di tempat hiburan malam di Makassar, Sulawesi Selatan. Jupe membius clubbers Makassar dalam acara bertajuk "Sparkling With Jupe".

Berbusana superketat warna hitam emas, Jupe atraktif menyapa clubbers yang memadati kafe. Ia membuka konsernya dengan lagu Lady Gaga, "Bad Romance".

Tak cukup membuat suasana menjadi panas, kekasih pesepak bola Gaston Castanyo ini memperlihatkan kebolehannya dengan menjadi disc jockey, Kamis (20/1/2011) malam lalu.

Melalui sentuhan tangannya, alunan techo-trance membius para clubber turun ke lantai dansa untuk bergoyang. Jupe menutup penampilannya di Makassar dengan hit andalannya, "Belah Duren". (Muhammad Abdiwan)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Wah, Ortu Minta Sekolah Larang Internet

PUTRICANDRAMIDI -


TRIBUN BATAM/IMAN SURYANTO Ilustrasi siswa berinternet

PONTIANAK, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat Alexius Akim mengaku cukup sering menerima keluhan orangtua mengenai semakin canggihnya teknologi informasi (TI). Ada orangtua yang meminta dia menerbitkan surat edaran untuk melarang siswa menggunakan telepon seluler dan pergi ke warung internet.

"Waduh, kalau dilarang menggunakan teknologi, mau jadi apa anak-anak kita? Justru yang paling penting adalah peran orangtua mengawasi aktivitas anaknya. Kita seharusnya bangga jika sejak dini anak-anak sudah melek teknologi," ujar Akim seperti dikutip Tribun Pontianak, Sabtu (22/1/2011).

<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a194c574&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=645&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a194c574' border='0' alt='' /></a>

Anggota DPD, Maria Goreti, mengingatkan, masyarakat sadar media perlu ditumbuhkan mengingat era globalisasi mengakibatkan banjir informasi. Kemajuan teknologi informasi membuat seluruh dunia bagai sebuah desa global.

"Tidak jarang orangtua heran akan perkembangan anaknya. Sadar atau tidak, sebenarnya telah terjadi pergeseran peran orangtua karena diambil alih oleh media massa," ujar Maria.

Panel diskusi menekankan, peran orangtua kembali harus digalakkan untuk selalu mendampingi anak-anak dalam menyikapi belantara informasi yang tiada batas. Sebab, sikap jujur dan kreativitas harus ditumbuhkan sejak usia dini.


JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Jatuh Bangun Bona 'Andai Aku Jadi Gayus'

PUTRICANDRAMIDI -


Bona Paputungan (Gestina/VIVAnews)

VIVAnews - Nama Bona Paputungan mendadak melejit setelah video klipnya "Andai Aku Jadi Gayus" diunggah ke Youtube. Lelaki asal Gorontalo itu tampil dengan gaya mirip Gayus Tambunan, terdakwa mafia pajak bernilai puluhan milyar rupiah. Gayus membuat heboh negeri, saat dia melenggang bebas berkeliaran selama berstatus tahanan.

Di video klipnya, Bona tampil lengkap dengan wig dan kacamata ala Gayus, saat terdakwa itu plesir ke luar sel tahanan. Penampilan Bona itu membuat banyak orang penasaran.

Sebagai bekas narapidana, Bona tahu persis bagaimana kehidupan di dalam bui. Bagi dia yang kantungnya cekak, adalah mustahil bisa mengikuti gaya hidup Gayus di penjara. Gayus bisa pulang ke rumah. Bahkan plesir ke Bali, Kuala Lumpur, Singapura hingga Macau. Bagi Bona, semua itu hanya mimpi. Maka dia hanya bisa berandai-andai. Cermati saja lirik lagunya yang kini akrab di telinga.

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Karena lagunya ini, stasiun televisi berlomba-lomba mengundangnya tampil di berbagai acara. Belum lagi radio dan media lain harus antre wawancara. Dalam sehari Bona bisa diundang dua sampai tiga stasiun televisi. Disela-sela 'show' itu ia masih harus melayani permintaan wawancara khusus. Bona mengaku lelah, tapi dia senang.

Tapi tak semua orang suka melihat dia bahagia. Begitu lagunya ngetop, dia sempat mendapat "teror". Lelaki yang lahir 16 Maret 1978 itu menuturkan soal ancaman itu, termasuk perjalanan hidupnya, kepada VIVAnews di Senayan City, Jakarta, Rabu 19 Januari 2011. Berikut petikannya:

Bisa ceritakan perjalanan hidup Anda?
Sekitar 1993, saya pindah ke Jakarta dari Gorontalo dan sekolah di pesantren. Saat itu orangtua bercerai dan saya ikut Ibu. Meski sekolah di pesantren, saya lebih tertarik ke dunia seni musik. Bahkan saya terjerumus ke hal-hal negatif.

Tahun 1996, Bapak saya meninggal. Hidup saya makin terpuruk. Akhirnya, saya pulang ke Kota Mobagu, Sulawesi Utara. Saya lalu pindah ke Gorontalo. Karena hidup saya sudah nggak tentu arah, Ibu menikahkan saya pada 1997. Tapi, saya masih sering mabuk-mabukan, dan pakai barang haram. Istri saya nggak tahan, tak sampai setahun dia meninggalkan saya. Saya punya satu putri dari pernikahan itu.

Tahun 2002, saya dinikahkan lagi, tapi tak ada perubahan juga. Kami bercerai. Saya makin terpuruk, tapi saya masih dipercaya teman-teman mengurus organisasi, jadi MC, dan menyanyi.

Tahun 2007, kehidupan saya mulai membaik. Tapi saya mendapat cobaan lagi, ketika mulai nyanyi di kafe-kafe, saya kembali ke kebiasaan lama saya. Saya ingat malam tahun baru 2010, saya mabuk di sebuah diskotik di Gorontalo. Saat itu saya memukul istri. Keluarganya tidak terima dengan perlakuan saya, lalu mereka melaporkan ke aparat kepolisian.

Akhirnya saya masuk penjara tanggal 3 Januari 2010. Setelah dipotong masa tahanan, remisi, dan cuti bersyarat, pada 7 Oktober 2010 kemarin saya dibebaskan. Kalau saya jalani murni, sebetulnya tanggal 5 Januari 2011 baru dibebaskan.

Bagaimana menjalani hidup selama masa hukuman?
Sangat berat. Badanku kurus karena beban pikiran. Persoalan makan juga ada, karena seenak-enaknya makanan, yang namanya di penjara kan susah ditelan. Banyak beban yang saya pikirkan. Misalnya, setelah saya bebas saya mau jadi apa, saya ini kan sampah masyarakat, keluarga makan apa? Kasihan Ibu, bapak saya sudah meninggal. Saya berdoa terus dibarengi ibadah.

Begitu ke luar penjara, apa yang dilakukan?
Ketika saya keluar dari penjara itu hidup saya susah, mengemis kiri-kanan, hidup ditertawakan orang. Saya lalu cari duit buat bikin lagu. Namanya juga baru keluar dari penjara, jadi nggak megang duit. Pernah karena tidak punya duit, saya sampai harus dorong-dorong motor yang kehabisan bensin. Saya hanya bisa berdoa, Insya Allah saya tetap sehat.

Tentang lagu Gayus?
Sebenarnya, saya sudah menciptakan 10 lagu di dalam penjara. Sesuai dengan kehidupan narapidana, judulnya ada 'Cobaan Hidup', 'Maafkan Istriku', 'Demi Kehidupan', 'Markus' dan masih banyak lagi. Syair Gayus itu sudah saya buat di dalam penjara dengan judul 'Kisah Hidupku'.

Nah, setelah saya bebas saya melihat kasusnya Gayus lagi ramai. Bukan karena aji mumpung, tapi karena pemberitaan tentang Gayus yang bisa ke Bali, bisa plesir ke luar negeri, saya jadi berandai-andai jadi Gayus. Nah disitulah syair bagian reff-nya saya ganti. Tapi tidak ada tujuan atau target apa-apa.

Syutingnya saat di penjara?
Yang di dalam penjara itu untuk 10 lagu saya. Kalau lagu 'Andai Aku Jadi Gayus Tambunan' itu tidak masuk di 10 lagu ini. Lalu itu saya kirim ke HP teman-teman lewat 3G. Lalu saya unggah di Youtube untuk di Gorontalo aja. Lalu sehari kemudian, saya kaget kok begini jadinya? Orang-orang dari stasiun televisi menghubungi saya. Diminta untuk datang ke Jakarta.

Proses pembuatan video klipnya bagaimana?
Jadi saya dibantu teman-teman pelawak karena saya juga tidak punya duit saya bilang, saya bilang tolonglah Bang, saya mau bikin klip tapi nggak punya duit, saya baru keluar dari penjara nih. Lalu mereka mengiyakan. Ya udah kita buatkan konsep, bilang ke Kalapas. Garapnya malam hari dan saya dapat pengawalan Kalapas.

Prosesnya memakan waktu 2 hari. Agak lama karena sebelumnya saya juga butuh waktu 3 hari hanya untuk mencari wig yang mirip punya Gayus. Saya sudah putar-putar ke setiap salon dan menanyakan ada nggak wig mirip punya Gayus? Dan akhirnya dapat.

Kapan video klip itu dibuat?
Buatnya tanggal 9 Januari 2011. Kemudian tanggal 11 kita lepas klipnya.

Apa yang mendasari Bona mengunggah video di YouTube?

Nggak ada. Nggak ada target apa-apa.

Sudah pernah unggah video di YouTube?
Nggak pernah.

Kaget nggak waktu tahu hasilnya?

Sampai dengan detik ini Lillahita'ala ya, Alhamdulillah teman-teman sekarang bilang, eh kau itu sudah mendunia sekarang. Saya hanya jawab, ah yang benar? Karena saya tidak pernah mengkhayal sejauh itu.

Bagaimana respon dari orang-orang terdekat?

Keluarga sudah merespon dan teman-teman juga mengarahkan untuk tetap ada generasi penerus Iwan Fals, jadi mereka berharap agar saya tidak menyanyikan lagu cinta (Bona tertawa). Nggak mungkin, saya kan suka lagu cinta.

Komentar istri bagaimana?

Istri Alhamdulillah sehat dan baik-baik saja. Kami komunikasi terus. Anak saya ada tiga orang dari tiga istri, jadi satu istri satu anak.

Setelah lagu ini 'booming' ada rencana apalagi?

Saya akan bikin lagu lagi dan memang saya sedang sharing ke teman-teman. Saya arahnya mau kemana, karena saya suka lagu cinta tapi mereka bilang jangan bikin lagu cinta.

Merasa berubah nggak setelah terkenal?
Alhamdulillah saya tetap seorang mantan narapidana.

Kabarnya Anda sempat mendapat teror karena lagu Gayus?

Kalau tentang teror, kemarin itu memang ada tapi semua saya kembalikan ke Allah karena itu adalah cobaan.

Terornya seperti apa?

Si peneror nanya lagu ciptaan saya, nama lengkap saya, dan dia bilang 'keluarga kamu dan kamu akan saya comot, akibat kamu sudah membuat lagu yang menghebohkan nusantara'.

Diteror lewat apa?

Via telpon pas saya lagi diwawancara sama dua stasiun televisi. Karena telepon berdering terus, ya sudah saya angkat. Jadi sempat terekam. Suara penelponnya laki-laki.

Berapa kali diteror?
Satu kali.

Bagaimana sikap Anda setelah mendapat ancaman seperti itu?
Saya manusia biasa, jujur, takut, diancam 'awas kalau keluar rumah saya pukul kamu' gitu saja takut, apalagi ini kasus orang yang sangat berpengaruh kan? Saya cuma bisa berdoa. Yang kedua karena sebelum kejadian teror, saya sudah terlanjur ngomong di stasiun televisi bahwa saya akan ke Jakarta. Jadi cukup dijalani dan ditepati saja.

Keluarga ikut khawatir?

Iya, cuma saya bilang tidak usah khawatir kita kan punya niat baik. Lalu ibu saya mengizinkan dan berpesan jangan lupa ibadah.

Gayus baru divonis 7 tahun, ada tanggapan?

Saya hanya bisa berdoa saja, bagaimanapun Gayus manusia biasa kalau dia terbukti bersalah itu merupakan kekhilafan seorang Gayus. Apapun yang menjadi vonis hukuman untuk Gayus itu semua sudah takdir dari Allah, jadi Gayus mau divonis berapapun, menurut saya ikhlaskan saja.

Apakah hukumannya sudah setimpal?
Kalau itu saya no comment deh, pokoknya kita serahkan ke jalur hukum saja. Yang jelas sebagai anak bangsa kita ingin mengharapkan perubahan agar negeri ini lebih baik lagi. (np)

SOURCE::::::::::::::::::::::::::::::::::::: VIVAnews

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Orang Indonesia Pertama Penghisap Rokok

PUTRICANDRAMIDI -

Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan “rokok obat” ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi “keretek”, maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan “rokok kretek”. Awalnya, kretek ini dibungkus klobot atau daun jagung kering.

Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek “Tjap Bal Tiga”. Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.

Menurut beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok “klobot” (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.


SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::kaskus.us/showthread.php?t=6469853

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Warga Solo Makan Tikus

PUTRICANDRAMIDI -

SUN TV/SEPTYANTORO
Parmidi bertahan hidup dengan memakan tikus

SOLO, TRIBUN - Ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menepuk dada atas prestasi mengurangi kemiskinan, para pemuka agama Tanah Air meletupkan seruan perang melawan pembohongan publik.

Jika pemerintah yakin angka kemiskinan Indonesia berkurang dari sekitar 31 juta jiwa, Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan justru meyakinkan kemiskinan dua kali lipat lebih banyak.

Kendati para pemuka agama menggunakan data relatif lebih valid dengan mengukur fakta penerima beras untuk warga miskin (Raskin) dan Jamkesmas, pemerintah tetap malu-malu kucing mengakuinya.

Fenomena politisasi yang sulit tiada ujungnya. Namun, bagaimana dengan realita kehidupan seorang Parmidi? Pria rentah yang menghuni kawasan kumuh Sondakan Lawean, Kota Solo, Jawa Tengah, bertahan hidup dengan cara mengenaskan. Yakni, makan tikus.

Tragedi kemanusiaan di tengah pembusungan dada pemerintahan SBY. Adalah Bambang Saptono yang menyodorkan fakta Parmidi melalui kamera telepon selulernya. Bambang mengabadikan kegiatan pria rentah itu di kawasan Sondakan Lawean.

Menjadikan tikus sebagai pengganti beras, pastinya menjijikan bagi masyarakat Indonesia yang berbudaya adi luhung. Namun, itulah faktanya. Parmidi selama ini hanya bisa meminta belas kasihan orang.

Bambang ingin menyampaikan pesan, bahwa hingga kini masih ada warga Indonesia hidup serbakekurangan. "Kayaknya bagi saya, kok ada sesuatu yang kurang pas atau apa. Kenyataannya masih ada masyarakat yang seperti itu (makan tikus)," kata Bambang di Solo, Kamis (20/1).

Parmidi adalah antiklimaks dalih pengurangan penduduk miskin Indonesia. Parmidi pun tak kebagian beras miskin gratis, tidak juga berkesempatan melakukan korupsi yang kian merajalela di Tanah Air.

sumber: suntv/okz
editor: alb

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::pontianak.tribunnews.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Jumat, 21 Januari 2011

'Hitler' Minta Nurdin Turun Bikin Ngakak Pengunjung YouTube

PUTRICANDRAMIDI -



Ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid memang banyak dibicarakan oleh masyarakat terkait kinerjanya di lembaga tersebut

Di rekaman parodi tersebut, adegan yang diambil dari sebuah film ini menampilkan Hitler bersama beberapa bawahannya. Ia berbicara dalam bahasa Jerman.

Namun, dari teks terjemahan berbahasa Indonesianya, tampak seolah die fuhrer sedang membicarakan timnas.

“Tidak masalah karena Indonesia bermain bagus, yang penting sekarang Nurdin turun," demikian beberapa di antara terjemahannya. Hitler yang mulanya biasanya saja, kemudian hendak mengamuk.

"Yang main Twitter dan ikut me-retweet #NurdinTurun boleh meninggalkan ruangan. Sisanya tinggal di sini," perintahnya dalam teks bahasa Indonesia, sebelum mengamuk.

"Nurdin itu kenapa sih? Dia itu buta atau budek sampai tidak mau turun juga. Semua orang sudah memasang spanduk dimana-mana dengan tulisan ‘Ganyang Nurdin’," demikian dituliskan teks terjemahan, sementara pemimpin Nazi itu berteriak-teriak.

Pada akhir video, terlihat Hitler perlahan tenang. Ia tak mau lagi peduli dengan Nurdin dan menyarankan masyarakat untuk memperhatikan olahraga lain yang seringkali dihiraukan. Video menarik ini berhasil menarik berbagai komentar dari masyarakat.

“Nurdin memang tidak tahu malu,” tulis akun nbow1000.

“Mantap, Irfan Bachdim juga terkena sasaran,” kata akun alexskinable. (ar/inl/trb)

Lihat Videonya.......

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Fashion & Shopping (Luxury) - TOP.ORG