PUTRICANDRAMIDI -
SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::abizmal.co.cc
PUTRICANDRAMIDI -
SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::abizmal.co.cc
PUTRICANDRAMIDI -
VIVAnews - Seorang supir truk di China dihukum penjara seumur hidup dan wajib membayar denda besar, yang nilainya setara dengan US$300.000 atau sekitar Rp2 miliar. Kesalahannya, dia berkali-kali menerobos gerbang jalan tol tanpa membayar sepeserpun.
Demikian ungkap laman harian The New York Post, Kamis 13 Januari 2011, atas putusan sidang pengadilan di Kota Henan, China bagian tengah, pada 21 Desember 2010. Terpidana bernama Shi Jianfeng, seorang petani merangkap supir truk pengangkut pasir dan batu, didakwa atas kasus pemalsuan dan mangkir membayar tarif tol.
Menurut laporan pengadilan, Shi memiliki dua pelat nomor militer dan dokumen pendukung, yang semuanya palsu. Benda-benda itu menjadi andalan bagi terpidana untuk mengelabui petugas di gerbang tol karena disangka tentara sehingga punya hak istimewa untuk tidak membayar tarif jalan bebas hambatan.
Aksi itu telah dilakukan terpidana dan sejumlah supir yang dia sewa sebanyak 2.300 kali antara Mei 2008 hingga Januari 2009 sebelum ketahuan oleh pihak berwenang.
Kendati syok mendengarnya, Shi pasrah menerima putusan pengadilan tersebut dan tidak mengajukan banding. Selama disidang, Shi juga tidak didampingi pengacara.
Menurut media massa di China, kalangan publik menilai hukuman terhadap Shi sudah keterlaluan dan dinilai kejam. Para warga yang memberi komentar di situs forum China, Tianya, mengatakan bahwa hukuman Shi bahkan lebih berat daripada pemerkosa.
“Pemerkosa dan pembunuh mendapatkan 15 tahun penjara, sedangkan tidak membayar tol dihukum seumur hidup. Kita memang hidup di negara yang ajaib dengan hukum yang aneh,” ujar seseorang di forum itu. (hs)
SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::VIVAnews
VIVAnews - Huang Yuanfan, seorang pria lanjut usia dari Ziyuan, China Selatan, menjadi perbincangan di dunia kesehatan. Kakek 84 tahun ini memiliki sebuah tanduk aneh berukuran tiga inci atau tujuh sentimeter.
Yuanfan bercerita, tanduk di kepalanya mulai tumbuh sejak dua tahun lalu. Sejak itu tanduknya terus tumbuh. "Saya mencoba memotongnya tetapi terus tumbuh. Saya tak dapat mengubahnya, makin besar," ujarnya seperti dimuat laman metro.co.uk.
Namun, tanduknya tak bisa tumbuh lebih tujuh sentimeter. "Dokter tak mengetahui apa yang terjadi pada saya. Saya menyembunyikan tanduk dengan mengenakan topi tetapi khawatir akan mencuat bila bertambah panjang," kata Yuanfan.
Maret lalu, seorang nenek di negara itu juga mengalami hal serupa. Zhang Ruifang, nenek 101 tahun, pertama kali menyadari ada tanduk sepanjang enam sentimeter di sisi kiri dahinya pada 2009. Ia pun merasa dahi sebelah kanannya juga mulai tumbuh tanduk.
Wanita asal Linlou, China bagian timur, itu menolak memotong tanduknya. "Awalnya, saya tidak dapat tidur. Tetapi sekarang saya merasa biasa saja. Banyak orang yang datang membawa hadiah dan makanan hanya untuk memotret tanduk saya."
Putra bungsu Zhang Guozheng, 60, mengatakan, dia dan lima saudaranya frustasi membujuk sang ibu bersedia menghilangkan tanduk di kepalanya. "Kami hanya berusaha agar tidak terlambat hingga tanduknya melekat selamanya di sana. Mungkin sudah menjadi takdirnya," ujarnya.
Diperkirakan, tanduk yang tumbuh di kedua kepala lansia asal China itu berasal dari keratin, substansi yang sama seperti kuku. Meskipun kulit tanduk hanya beberapa milimeter, pada beberapa orang pertumbuhan ini bisa mencapai beberapa sentimeter.




SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::kaskus.us







SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::
SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::detikhot.com
Lihat videonya
SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::VIVAnews
SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tribunpontianak.co.id
