Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

Siswi SMP Diperkosa Teman Chatting di Facebook

PUTRICANDRAMIDI -

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Penemu jejaring sosial facebook mungkin tidak pernah menyangka bahwa temuannya akan disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Seperti yang dialami gadis bau kencur ini.
Siswi SMP Diperkosa Teman Chatting di Facebook
kompas.com
korban diperkosa


RD (14), siswi SMP swasta di Palembang, diduga diperkosa kawan barunya yang dikenal dari facebook. Perkenalan via dunia maya itu berujung pada dugaan perkosaan. Pelakunya Tio Galinugraha (19) mahasiswa sebuah PTS di Palembang. Ia diduga memerkosa RD di sebuah hotel di kawasan Lemabang, Minggu (23/1/2011).

Tio berhasil ditangkap anggota Reskrim Polsek Kalidoni Palembang menyusul laporan orangtua korban. Kemudian diketahui, RD dan Tio kenal situs jejaring sosial facebook.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Cahyo Budi Siswanto melalui Kapolsek Kalidoni AKP Asmaja didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sungkono membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskan, anggotanya mendapat laporan dari orangtua RD, Minggu (23/1) sekitar pukul 12.00.
Orangtua RD mengaku, anaknya sudah dibawa lari seseorang saat mereka tidak di rumah. Mendapat informasi tersebut, anggota polisi kemudian
menindaklanjuti. Setelah satu hari dilakukan pencarian, polisi berhasil mengetahui keberadaan RD. Ia ditemukan di rumah salah satu temannya di kawasan Lemabang.

Setelah dimintai keterangan, RD mengaku telah diperkosa Tio teman barunya. Anggotanya kemudian langsung menuju rumah Tio yang berada di kawasan Jl Sukarejo Lorong Kuner No 35 RT 16 RW 3 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT II Palembang. Agar pelaku tidak kabur, petugas kemudian memancingnya keluar terlebih dahulu. Mereka menggunakan ponsel milik RD dan meminta untuk bertemu. Tidak sadar telah dijebak Tio pun dengan mudah diringkus lalu dibawa ke Mapolsek Kalidoni Palembang untuk dimintai keterangan.

"Pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Kalidoni Palembang. Dari hasil interogasi, Tio mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan RD sebanyak dua kali," ujar AKP Asmaja.

Sementara itu, Tio membantah jika ia dituduh memperkosa RD. Menurutnya apa yang mereka lakukan atas dasar sama suka. Ia dan RD baru satu bulan kenal. Perkenalan mereka bermula dari situs facebook. Awalnya ia mendapati akun milik RD, memintanya menjadi temannya di facebook. Mahasiswa ini pun merespon dan setuju menjalin pertemanan.

Perkenalan pun kemudian berlanjut. Mereka berdua sering chatting (ngobrol melalui internet, Red). Keduanya lalu saling mencurahkan isi hari (curhat). Hingga akhirnya perkenalan di dunia maya tersebut berlanjut ke dunia nyata. Seingatnya, ia sudah tiga kali bertemu RD.

"Ia sering cerita sering dimarahi orangtuanya. Apalagi ia hanya anak angkat hingga tidak dipedulikan lagi," ujar Tio.

Kemudian Minggu pagi lalu, ia menerima SMS dari RD yang mengajak bertemu. Tio pun menyambut baik ajakan tersebut dan langsung menjemputnya. Keduanya kemudian menuju ke Jl POM IX dan menonton pertandingan final basket di GOR Indoor Lumban Tirta Palembang.

Setelah itu RD minta ditemani membeli buku di PTC.
Karena hari sudah mulai malam, ia kemudian mengajak RD pulang. Namun ketika tiba di pintu gerbang rumahnya, RD malah menolak pulang dengan alasan takut dimarahi orangtuanya. RD kemudian minta diantarkan ke rumah Omanya, namun ketika tiba di depan pintu malah enggan masuk.

"Ia malah bertanya saya ada uang berapa. Ia justru minta dibawa ke hotel. Karena hari sudah malam, saya pun menurut saja," imbuh Tio.

Tio kemudian mengajak RD ke hotel Merak, yang ada di kawasan Dr M Isa Palembang. Di kamar No 6, mereka lalu melakukan hubungan intim. Namun tidak ada paksaan sama sekali, dan dilakukan atas dasar sama suka. Setelah itu ia meninggalkan RD di kamar hotel, dan pulang ke rumahnya. Keesokan harinya sebelum mengantar RD pulang ke rumah, mereka kembali melakukan hubungan intim di kamar hotel.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tribunnews.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Inilah 5 Video Porno Artis yang Sempat Menghebohkan Asia

PUTRICANDRAMIDI -


Ist/Internet

Lewat video porno, 5 artis Asia pernah sempat bikin heboh dunia artis di kawasan Asia. Mau tahu siapa peran utamanya? yang pasti bukan skandal video mesumnya Ariel, Luna dan Cut Tari.

Berikut ini artis dan daerahnya:

1. Daerah Taiwan
Kasus ini terjadi pada tahun 2001, ketika Chu Mei-Feng, wanita yang bekerja sebagai politisi Taiwan melakukan adegan vulgal dengan seorang kekasihnya.

kejadian itu berawal dari Kuo Yu-ling, teman Chu Mei-Feng, memasang kamera lubang jarum di kamar tidur Chu lantaran cemburu. Dalam kamera tersebut terekam adegan vulgar Chu dengan kekasihnya yang sudah menikah, Tseng Chung-ming. Ling kemudian menyebarkannya di media. VCD berisi rekaman adegan tersebut pun beredar secara cepat.

2. Daerah Hongkong
Kasus yang satu ini dialami oleh seorang artis hip-hop, Edison Chen. Lelaki kelahiran 7 Oktober 1980 itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena telah melakukan skandal foto seks vulgar sebanyak 1.300 lembar yang diantaranya adalah enam selebriti di internet, antara lain, penyanyi Gillian Chung; bintang film, Cecilia Cheung; model, Bobo Chan; dan kekasihnya, Vincy Yeung. Hal itu terjadi setelah ia membawa hard disk ke tempat perbaikan komputer.

3. Daerah Vietnam
Kasus skandal seks ini diperani oleh Bintang remaja, Hoang Thuy Linh pada tahun 2007.

Sebuah video dengan gambar sedikit blur memperlihatkan Thuy Linh, 19 tahun, sedang melakukan hubungan seksual dengan mantan pacarnya.

Video yang beredar pada 2007 itu sangat mengejutkan para penggemarnya, bahkan seluruh negara, karena Vietnam termasuk negara yang sangat konservatif. Kasus tersebut bisa dikatakan “skandal seks” terbesar dalam sejarah Vietnam.

Atas skandal video pornanya dengan mantan pacarnya. Linh pun meminta maaf kepada publik Vietnam di televisi. “Aku membuat kesalahan, kesalahan yang sangat besar. Aku meminta maaf kepada semuanya, orangtua, guru, dan teman-teman,” kata Linh, seperti dikutip dari cnngo.com.

4.Daerah Filipina

Pada tahun 2008, Katrina Halili, aktris yang pernah masuk dalam daftar “FHM Philippines Sexiest Woman” pada 2006 dan 2007 juga sempat menghebohkan artis di Asia.

Video seks Halili dan Hayden Kho Jr (seorang dokter yang menjadi model dan aktor) beredar di internet dan dijajakan oleh penjual DVD bajakan. Penyebarannya sangat cepat.

Dalam video tersebut juga terlihat Kho dengan wanita lain. Halili mengatakan, video tersebut dibuat tanpa sepengetahuannya. Ia pun mengungkap kalau merasa bersalah telah jatuh cinta pada Kho.

5. Daerah Jepang
yang terakhir kasus skandal seks diperankan oleh Anya Ayoung-Chee, Miss Trinidad dan Tobago 2008, Hiroko Mima, Miss Japan 2008 (spekulasi)

Skandal ini cukup ramai dibahas di media-media Jepang. Sebuah video seks yang berisi tiga orang muncul di internet. Media Jepang berspekulasi bahwa pelakunya adalah kontestan Miss Universe Jepang, Miss “T and T”, dan fotografer Wyatt Galery.

Tetapi, hanya beberapa yang benar dari spekulasi tersebut, yaitu pelakunya bukan Hiroko Mima, melainkan memang wajahnya mirip.

Banyaknya skandal seks yang beredar belakangan ini, seharusnya menjadikan kita untuk terus mewaspadai gerak-gerik sanaksaudara kita. Terkadang, minimnya perhatian dari orangtua dan pergaulan yang semakin hedonis, seakan menjadi peluang bagi mereka untuk semakin terjerumus di dunia hitam pemuas nafsu. (Abd/Fat)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::berita8.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Senin, 24 Januari 2011

Korban Prostitusi di Facebook Puluhan Pelajar

PUTRICANDRAMIDI -


Ini berdasarkan pemeriksaan tersangka prositusi di Facebook yang melibatkan siswi SMP.

Razia pekerja spa (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kepolisian Resor Jakarta Pusat masih menelusuri jaringan prostitusi di kalangan remaja melalui situs jejaring sosial Facebook. Dari hasil pemeriksaan DD, 35 tahun, wanita mucikari diketahui dia telah menjual puluhan pelajar yang masih di bawah umur.

Dari puluhan korban itu, baru tujuh siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diketahui identitasnya. Mereka adalah Mereka adalah KKS (15), AC (15), WI (13), ZV (15), CK (16), NA (16) dan ASP (15).

Seluruh korban adalah anak di lingkungan tempat tinggal DD, di Manggarai, Jakarta Selatan. Seluruh korban masih dalam pengawasan polisi.

"Dari keterangan pelaku, korbannya memang sudah puluhan. Kami masih mengumpulkan data identitas korban lainnya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat, Komisaris Toni Surya Putra kepada VIVAnews.com, Senin 24 Januari 2011.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, diketahui sebab terjadinya praktek prostitusi itu karena tingkat ekonomi korban yang mayoritas berada di bawah. Sehingga hal ini yang dimanfaatkan DD dengan iming-iming meraih uang banyak secara singkat dan mudah.

"Korban ingin hidup 'wah' dan memiliki BlackBerry. Jadi bukan karena dipaksa dan dimabukkan oleh pelaku, namun secara sukarela," jelas Toni.

Namun, Toni membantah bila penjualan itu hanya dilakukan melalui jejaring sosial seperti Facebook. Jaringan DD juga selalu transaksi via SMS karena mucikari dan penyewa sudah menjadi pelanggan tetap.

Karena itu, dengan mencuatnya kasus ini, Toni mengimbau para orangtua yang memiliki anak gadis agar selalu mengawasi ketat pergaulannya. Misalnya menegur saat anaknya pulang larut malam.

"Saat ini kita masih terus melacak para mucikari lain yang memanfaatkan gadis ABG," tambah Toni.

Penyalahgunaan situs jejaring sosial saat ini tidak dapat dihindari lagi. Karena sifatnya yang amat terbuka. Siapa saja bisa membuat akun secara cuma-cuma. Sehingga Facebook bisa digunakan untuk berbagai tujuan, baik maupun jahat.

Maraknya penjualan gadis melalui dunia maya, juga dianggap bisa meningkatkan nilai barang karena lebih bergengsi.

Selain mudah, cepat, gampang dan volume mengakses yang cukup besar, media promosi di internet dapat meningkatkan nilai penjualan. (adi)


SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::VIVAnews

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Mantan Pramugari Terlibat Perdagangan Narkoba Senilai Rp8,81 T

PUTRICANDRAMIDI -

Angela Wong, mantan pramugari Qantas Airlines terbukti terlibat dalam perdagangan narkoba seberat 165 kilogram, dengan harga eceran berkisar 98,5 juta dolar Australia atau sekitar Rp8,81 triliun.

Pengadilan Wilayah Victoria, Senin (24/1/2011), menjatuhkan dakwaan kepada Wong atas kepemilikan kokain, sabu-sabu dan ekstasi untuk diperdagangkan.

Dakwaan itu berhubungan dengan kontainer spa kaki yang ditujukan ke Melbourne, namun disita oleh pihak berwenang Amerika Serika di New Jersey pada Mei 2008.

Wong terlibat dalam perjalanan untuk mengambil sejumlah narkoba di Melbourne guna diteruskan ke Sydney.

Jaksa penuntut Richard Pirrie mengatakan Wong menyewa sebuah mobil yang digunakan untuk berpindah dari Sydney ke Melbourne oleh Wong, kekasihnya dan seorang lelaki lain.

Kelompok itu meninggalkan Sydney pada 8 Juli 2008. Wong mengatakan pada polisi setelah ia ditahan bahwa ia mendengar kekasihnya dan lelaki itu membicarakan akan melakukan "bisnis" lain di Melbourne, yang ia ketahui berarti obat-obatan terlarang.

Setelah menginap di sejumlah hotel di Melbourne Utara dan Footscray, ketiganya tiba di pabrik West Sunshine pada 12 Juli saat pendamping Wong itu membongkar kontainer tersebut.

"Saya berdoa saat itu... saya hanya ingin keluar dari situasi itu," ujar Wong kepada polisi.

Tak lama setelah Wong tiba di pabrik, agen polisi Federal Australia menyergap dan melakukan penangkapan mereka.

Wong tidak menerima upah atas perannya, tetapi kekasihnya, yang hingga saat ini masih menjalin hubungan, akan mendapat upah sebesar 10.000 dolar Australia, kata pengadilan tersebut.

Pengacara Wong, John Saunders, mengatakan terdakwa, yang kehilangan pekerjaannya sebagai pramugari Qantas akibat dari penahanan itu, merupakan seorang anak perempuan patuh dari keluarga keturunan China yang bekerja untuk menyokong hidup ibunya.

Ia mengatakan Wong sudah menjalani lebih dari dua bulan hukuman penjara dan segala macam hukuman penahanan harus sepenuhnya ditunda.

"Ia tidak mengetahui besarnya bisnis narkoba yang melibatkan dirinya dan sangat terkejut saat ia melihat skala dari operasi saat memasuki pabrik tersebut," ujar Saunders.

Hakim Jane Campton memberi jaminan kepada Wong hingga keputusan diberikan. Pengadilan menilai, Wong hanya merupakan bagian kecil dari kelompok kriminal tersebut. (ans )

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::berita8.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Video Mengejutkan Penodaan Al-Qur'an Oleh Tentara AS

PUTRICANDRAMIDI -

KABUL (Berita SuaraMedia) – Saat sentimen anti-AS meningkat di Afghanistan, rekaman baru yang mengejutkan memperlihatkan tentara AS menodai Al Quran setelah membunuh warga sipil di sebuah desa Afghanistan.

Laporan mengatakan setidaknya tiga warga sipil tewas dan empat lainnya terluka saat pasukan AS menyerbu sebuah sekolah Islam di provinsi Ghazni. Pasukan melepaskan beberapa tembakan ke arah Al-Qur'an dan menghina lambang-lambang Islam.

Pemerintah provinsi mengatakan bahwa pasukan AS melakukan serangan itu tanpa koordinasi dengan militer Afghan. Presiden Afghan Hamid Karzai telah berjanji akan meluncurkan investigasi ke dalam insiden tersebut.

Kantor Karzai telah berulang kali menyerukan AS untuk lebih memperhatikan perlindungan terhadap warga sipil dalam operasi militer.

Sementara itu, ratusan warga Afghan yang marah turun ke jalan-jalan Ghazni dan sekitarnya untuk memprotes peningkatan korban warga sipil dan penodaan terhadap Al-Qur'an di tangan pasukan pimpinan AS.

Rakyat Afghan mengatakan bahwa pasukan AS tidak menghormati kebudayaan setempat dan telah menarget ratusan warga sipil di berbagai wilayah di negara tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Afghan mengatakan di akhir Desember bahwa NATO melanggar sebuah perjanjian damai yang ditandatanganinya dengan pemerintah Kabul di mana semua operasi NATO harus mendapat ijin dari pemerintah.

Ratusan warga sipil telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan udara dan operasi darat pimpinan AS di berbagai wilayah Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir, dengan rakyat Afghan menjadi semakin marah atas jumlah serangan mematikan yang tampak tiada henti.

Kementerian Dalam Negeri Afghan baru-baru ini mengatakan bahwa 2010 merupakan tahun paling mematikan bagi warga sipil sejak invasi AS tahun 2001. Kementerian mengatakan lebih dari 2.000 warga sipil kehilangan nyawa mereka dalam kekerasan di seluruh penjuru Afghanistan.

Warga sipil telah menjadi korban utama kekerasan di Afghanistan, terutama di provinsi selatan dan timur yang bermasalah, di mana mereka terbunuh oleh tembakan militan maupun asing.

Sementara itu, Taliban telah membunuh setidaknya tiga tentara asing saat mereka mengintensifkan serangan kekerasan terhadap pasukan pimpinan AS di Afghanistan.

Militan Taliban mengklaim telah membunuh tiga tentara Perancis di wilayah timur negara tersebut.

Juru bicara Taliban mengatakan pembunuhan terjadi di pangkalang militer Perancis-Afgan di provinsi Kabul pada hari Jumat (21/1). Dia mengklaim bahwa seorang militan, yang direkrut di antara pasukan Afghan beberapa bulan lalu, melakukan operasi itu. (rin/pv)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::suaramedia.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Minggu, 23 Januari 2011

Kisah Terungkapnya Sindikat ABG di FB

PUTRICANDRAMIDI -

Kisah Terungkapnya Sindikat ABG di FB
Penulis : Adi Dwijayadi | Editor : Heru Margianto
Minggu, 23 Januari 2011 | 17:38 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi.


JAKARTA, KOMPAS.com — Andai LCS tidak memacari lelaki itu, sindikat prostitusi ABG (anak baru gede) di situs jejaring sosial Facebook tidak akan terungkap (Baca: Perdagangan ABG Lewat Facebook). Cinta monyet antara LCS dan seorang lelaki membuat persahabatan tujuh ABG retak.

Ketujuh ABG itu adalah "peliharaan" seorang mucikari bernama Dede. Mereka adalah KKS (15), AC (15), VYL (13), ZV (l5), LCS (15), NF (16), dan AS (15). Ketujuh ABG itu tinggal di satu kampung di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Dede adalah tetangga mereka.

Persahabatan LCS dengan keenam temannya retak karena LCS memacari seorang lelaki yang merupakan sahabat keenam temannya itu. Pada suatu hari, keenam teman LCS meminta pertanggungjawaban.

"Ketika LCS dimintai penjelasan soal pacarnya itu, enam teman LCS mengeroyoknya di luar Pasaraya Manggarai hingga babak belur. Anak saya VYL ikut juga menghajar LCS," tutur DD di rumahnya di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2011).

Selanjutnya, melihat wajah anaknya membiru, orangtua LCS melaporkan hal ini kepada guru LCS di sebuah SMP swasta di Jalan Pariaman. Sang guru kemudian memeriksa identitas LCS di akun Facebook. Ia curiga melihat beberapa foto LCS bersama enam temannya dan Dede di dalam kamar sebuah hotel.

Beberapa hari kemudian, pihak sekolah mengundang semua orangtua, termasuk petugas Kepolisian Sektor Metro Setiabudi. "Saya tadinya dipanggil untuk kasus pengeroyokan. Awalnya, polisi menyampaikan kasus perkelahian remaja. Kemudian, sang guru membeberkan foto-foto muridnya yang terlibat prostitusi via Facebook," ujar DD.

Setelah itu, polisi menyingkirkan kasus perkelahian remaja dan beralih ke kasus lain, yaitu penjualan anak di bawah umur. Petugas menanyakan Dede ke para orangtua yang hadir, apakah ia benar tinggal di sana. "Saya jawab, ia benar sekali. Dede itu tetangga saya," kata DD yang diamini beberapa orangtua lainnya.

Suatu hari, polisi meminta DD menunjukkan rumah Dede dan mengawasi pergerakannya. Beberapa jam kemudian, ujar DD, ada lima petugas Polsek Setiabudi datang ke rumah Dede dan menanyakan hubungannya dengan tujuh gadis di dalam foto itu. "Kepada polisi, dia (Dede) bilang anak-anaknya saja yang bandel. Polisi terus mencecar pertanyaan hingga ia mengaku mengirim L dan kawan-kawan ke sebuah apartemen di Kemayoran," ucap DD.

Akhirnya, Dede dibawa paksa ke kantor polisi. Mengingat TKP berada di Kemayoran, polisi menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.

Keluarga Korban Dapat Teror SMS

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski terlepas dari jeratan sindikat perdagangan anak lewat situs jejaring sosial Facebook (Baca: Perdagangan ABG Lewat Facebook), para korban masih menerima ancaman dari orang-orang tak dikenal melalui layanan pesan singkat (SMS).

"Anak saya pernah berkali-kali diancam oleh Alay ketika berada di Apartemen Puri Kemayoran. Alay mengancam supaya mereka tidak mengadu ke orangtua," tutur DD, orangtua VYL kepada Kompas.com saat disambangi di rumahnya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2011).

Alay (50) adalah seorang pelanggan Dede, mucikari yang menjual tujuh ABG, warga Manggarai, Jakarta Selatan. Alay ditangkap di Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta Pusat. Dede menjajakan layanan prostitusinya melalui situs jejaring sosial Facebook. Kepada pria hidung belang, ia menjual setiap ABG kenes seharga Rp 2 juta.

Ketujuh ABG itu adalah KKS (15), AC (15), VYL (13), ZV (l5), LCS (15), NF (16), dan AS (15). Mereka tinggal satu kampung dan betetangga dengan Dede di Manggarai.

Menurut DD, saat ini yang kerap mendapat ancaman adalah orangtua AS. Karena sering mendapat ancaman, nomor ponsel AS ditukar dengan nomor milik ayahnya. "Jadi, yang menerima ancaman Mr X itu ya bapaknya, AS. Tidak ada telepon, tapi SMS berkali-kali," ujar DD.

Dengan nada tinggi, DD menegaskan agar pelaku tidak bertindak sewenang-wenang kepada keluarga korban. "Jangan mentang-mentang kami tidak berpunya, jadi seenaknya ambil anak kami gara-gara dia punya duit banyak," katanya.

Merasa tidak aman Pada bagian lain, DD menuturkan, anaknya, VYL, sudah diterima dengan baik oleh guru dan teman-temannya di sekolah. Dulu, VYL pergi ke sekolah sendiri. Kini, demi menjaga buah hatinya, DD mengantar VYL sekolah setiap hari.

"Saya buat jaga-jaga. Saya enggak mau ada apa-apa. Takutnya diculik. Apalagi, sejak ada SMS ancaman yang terus-menerus itu," kata DD.

Di rumah pun, DD melarang anaknya pergi ke mana-mana karena dinilai belum aman. Ia khawatir anaknya tidak pulang ke rumah kalau ada janji bertemu kenalannya melalui Facebook.

Rini, salah satu tetangga DD, mengaku resah dengan kejadian di sekitar tempat tinggalnya. Lingkungan yang semula aman kini harus diamankan secara ketat. Semua orang yang tampak asing bagi warga pasti akan ditanyai tujuannya.

"Warga sini sebetulnya resah. Tadinya aman-aman saja. Makanya wajar saja kalau ada tetangga kami menanyakan kartu identitas pada tiap orang asing yang lewat," ujar pemilik toko kelontong itu.

Kompas.com pun turut diperiksa identitasnya saat memasuki kawasan tempat tinggal DD

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sabtu, 22 Januari 2011

Jatuh Bangun Bona 'Andai Aku Jadi Gayus'

PUTRICANDRAMIDI -


Bona Paputungan (Gestina/VIVAnews)

VIVAnews - Nama Bona Paputungan mendadak melejit setelah video klipnya "Andai Aku Jadi Gayus" diunggah ke Youtube. Lelaki asal Gorontalo itu tampil dengan gaya mirip Gayus Tambunan, terdakwa mafia pajak bernilai puluhan milyar rupiah. Gayus membuat heboh negeri, saat dia melenggang bebas berkeliaran selama berstatus tahanan.

Di video klipnya, Bona tampil lengkap dengan wig dan kacamata ala Gayus, saat terdakwa itu plesir ke luar sel tahanan. Penampilan Bona itu membuat banyak orang penasaran.

Sebagai bekas narapidana, Bona tahu persis bagaimana kehidupan di dalam bui. Bagi dia yang kantungnya cekak, adalah mustahil bisa mengikuti gaya hidup Gayus di penjara. Gayus bisa pulang ke rumah. Bahkan plesir ke Bali, Kuala Lumpur, Singapura hingga Macau. Bagi Bona, semua itu hanya mimpi. Maka dia hanya bisa berandai-andai. Cermati saja lirik lagunya yang kini akrab di telinga.

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Karena lagunya ini, stasiun televisi berlomba-lomba mengundangnya tampil di berbagai acara. Belum lagi radio dan media lain harus antre wawancara. Dalam sehari Bona bisa diundang dua sampai tiga stasiun televisi. Disela-sela 'show' itu ia masih harus melayani permintaan wawancara khusus. Bona mengaku lelah, tapi dia senang.

Tapi tak semua orang suka melihat dia bahagia. Begitu lagunya ngetop, dia sempat mendapat "teror". Lelaki yang lahir 16 Maret 1978 itu menuturkan soal ancaman itu, termasuk perjalanan hidupnya, kepada VIVAnews di Senayan City, Jakarta, Rabu 19 Januari 2011. Berikut petikannya:

Bisa ceritakan perjalanan hidup Anda?
Sekitar 1993, saya pindah ke Jakarta dari Gorontalo dan sekolah di pesantren. Saat itu orangtua bercerai dan saya ikut Ibu. Meski sekolah di pesantren, saya lebih tertarik ke dunia seni musik. Bahkan saya terjerumus ke hal-hal negatif.

Tahun 1996, Bapak saya meninggal. Hidup saya makin terpuruk. Akhirnya, saya pulang ke Kota Mobagu, Sulawesi Utara. Saya lalu pindah ke Gorontalo. Karena hidup saya sudah nggak tentu arah, Ibu menikahkan saya pada 1997. Tapi, saya masih sering mabuk-mabukan, dan pakai barang haram. Istri saya nggak tahan, tak sampai setahun dia meninggalkan saya. Saya punya satu putri dari pernikahan itu.

Tahun 2002, saya dinikahkan lagi, tapi tak ada perubahan juga. Kami bercerai. Saya makin terpuruk, tapi saya masih dipercaya teman-teman mengurus organisasi, jadi MC, dan menyanyi.

Tahun 2007, kehidupan saya mulai membaik. Tapi saya mendapat cobaan lagi, ketika mulai nyanyi di kafe-kafe, saya kembali ke kebiasaan lama saya. Saya ingat malam tahun baru 2010, saya mabuk di sebuah diskotik di Gorontalo. Saat itu saya memukul istri. Keluarganya tidak terima dengan perlakuan saya, lalu mereka melaporkan ke aparat kepolisian.

Akhirnya saya masuk penjara tanggal 3 Januari 2010. Setelah dipotong masa tahanan, remisi, dan cuti bersyarat, pada 7 Oktober 2010 kemarin saya dibebaskan. Kalau saya jalani murni, sebetulnya tanggal 5 Januari 2011 baru dibebaskan.

Bagaimana menjalani hidup selama masa hukuman?
Sangat berat. Badanku kurus karena beban pikiran. Persoalan makan juga ada, karena seenak-enaknya makanan, yang namanya di penjara kan susah ditelan. Banyak beban yang saya pikirkan. Misalnya, setelah saya bebas saya mau jadi apa, saya ini kan sampah masyarakat, keluarga makan apa? Kasihan Ibu, bapak saya sudah meninggal. Saya berdoa terus dibarengi ibadah.

Begitu ke luar penjara, apa yang dilakukan?
Ketika saya keluar dari penjara itu hidup saya susah, mengemis kiri-kanan, hidup ditertawakan orang. Saya lalu cari duit buat bikin lagu. Namanya juga baru keluar dari penjara, jadi nggak megang duit. Pernah karena tidak punya duit, saya sampai harus dorong-dorong motor yang kehabisan bensin. Saya hanya bisa berdoa, Insya Allah saya tetap sehat.

Tentang lagu Gayus?
Sebenarnya, saya sudah menciptakan 10 lagu di dalam penjara. Sesuai dengan kehidupan narapidana, judulnya ada 'Cobaan Hidup', 'Maafkan Istriku', 'Demi Kehidupan', 'Markus' dan masih banyak lagi. Syair Gayus itu sudah saya buat di dalam penjara dengan judul 'Kisah Hidupku'.

Nah, setelah saya bebas saya melihat kasusnya Gayus lagi ramai. Bukan karena aji mumpung, tapi karena pemberitaan tentang Gayus yang bisa ke Bali, bisa plesir ke luar negeri, saya jadi berandai-andai jadi Gayus. Nah disitulah syair bagian reff-nya saya ganti. Tapi tidak ada tujuan atau target apa-apa.

Syutingnya saat di penjara?
Yang di dalam penjara itu untuk 10 lagu saya. Kalau lagu 'Andai Aku Jadi Gayus Tambunan' itu tidak masuk di 10 lagu ini. Lalu itu saya kirim ke HP teman-teman lewat 3G. Lalu saya unggah di Youtube untuk di Gorontalo aja. Lalu sehari kemudian, saya kaget kok begini jadinya? Orang-orang dari stasiun televisi menghubungi saya. Diminta untuk datang ke Jakarta.

Proses pembuatan video klipnya bagaimana?
Jadi saya dibantu teman-teman pelawak karena saya juga tidak punya duit saya bilang, saya bilang tolonglah Bang, saya mau bikin klip tapi nggak punya duit, saya baru keluar dari penjara nih. Lalu mereka mengiyakan. Ya udah kita buatkan konsep, bilang ke Kalapas. Garapnya malam hari dan saya dapat pengawalan Kalapas.

Prosesnya memakan waktu 2 hari. Agak lama karena sebelumnya saya juga butuh waktu 3 hari hanya untuk mencari wig yang mirip punya Gayus. Saya sudah putar-putar ke setiap salon dan menanyakan ada nggak wig mirip punya Gayus? Dan akhirnya dapat.

Kapan video klip itu dibuat?
Buatnya tanggal 9 Januari 2011. Kemudian tanggal 11 kita lepas klipnya.

Apa yang mendasari Bona mengunggah video di YouTube?

Nggak ada. Nggak ada target apa-apa.

Sudah pernah unggah video di YouTube?
Nggak pernah.

Kaget nggak waktu tahu hasilnya?

Sampai dengan detik ini Lillahita'ala ya, Alhamdulillah teman-teman sekarang bilang, eh kau itu sudah mendunia sekarang. Saya hanya jawab, ah yang benar? Karena saya tidak pernah mengkhayal sejauh itu.

Bagaimana respon dari orang-orang terdekat?

Keluarga sudah merespon dan teman-teman juga mengarahkan untuk tetap ada generasi penerus Iwan Fals, jadi mereka berharap agar saya tidak menyanyikan lagu cinta (Bona tertawa). Nggak mungkin, saya kan suka lagu cinta.

Komentar istri bagaimana?

Istri Alhamdulillah sehat dan baik-baik saja. Kami komunikasi terus. Anak saya ada tiga orang dari tiga istri, jadi satu istri satu anak.

Setelah lagu ini 'booming' ada rencana apalagi?

Saya akan bikin lagu lagi dan memang saya sedang sharing ke teman-teman. Saya arahnya mau kemana, karena saya suka lagu cinta tapi mereka bilang jangan bikin lagu cinta.

Merasa berubah nggak setelah terkenal?
Alhamdulillah saya tetap seorang mantan narapidana.

Kabarnya Anda sempat mendapat teror karena lagu Gayus?

Kalau tentang teror, kemarin itu memang ada tapi semua saya kembalikan ke Allah karena itu adalah cobaan.

Terornya seperti apa?

Si peneror nanya lagu ciptaan saya, nama lengkap saya, dan dia bilang 'keluarga kamu dan kamu akan saya comot, akibat kamu sudah membuat lagu yang menghebohkan nusantara'.

Diteror lewat apa?

Via telpon pas saya lagi diwawancara sama dua stasiun televisi. Karena telepon berdering terus, ya sudah saya angkat. Jadi sempat terekam. Suara penelponnya laki-laki.

Berapa kali diteror?
Satu kali.

Bagaimana sikap Anda setelah mendapat ancaman seperti itu?
Saya manusia biasa, jujur, takut, diancam 'awas kalau keluar rumah saya pukul kamu' gitu saja takut, apalagi ini kasus orang yang sangat berpengaruh kan? Saya cuma bisa berdoa. Yang kedua karena sebelum kejadian teror, saya sudah terlanjur ngomong di stasiun televisi bahwa saya akan ke Jakarta. Jadi cukup dijalani dan ditepati saja.

Keluarga ikut khawatir?

Iya, cuma saya bilang tidak usah khawatir kita kan punya niat baik. Lalu ibu saya mengizinkan dan berpesan jangan lupa ibadah.

Gayus baru divonis 7 tahun, ada tanggapan?

Saya hanya bisa berdoa saja, bagaimanapun Gayus manusia biasa kalau dia terbukti bersalah itu merupakan kekhilafan seorang Gayus. Apapun yang menjadi vonis hukuman untuk Gayus itu semua sudah takdir dari Allah, jadi Gayus mau divonis berapapun, menurut saya ikhlaskan saja.

Apakah hukumannya sudah setimpal?
Kalau itu saya no comment deh, pokoknya kita serahkan ke jalur hukum saja. Yang jelas sebagai anak bangsa kita ingin mengharapkan perubahan agar negeri ini lebih baik lagi. (np)

SOURCE::::::::::::::::::::::::::::::::::::: VIVAnews

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Jumat, 21 Januari 2011

'Hitler' Minta Nurdin Turun Bikin Ngakak Pengunjung YouTube

PUTRICANDRAMIDI -



Ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid memang banyak dibicarakan oleh masyarakat terkait kinerjanya di lembaga tersebut

Di rekaman parodi tersebut, adegan yang diambil dari sebuah film ini menampilkan Hitler bersama beberapa bawahannya. Ia berbicara dalam bahasa Jerman.

Namun, dari teks terjemahan berbahasa Indonesianya, tampak seolah die fuhrer sedang membicarakan timnas.

“Tidak masalah karena Indonesia bermain bagus, yang penting sekarang Nurdin turun," demikian beberapa di antara terjemahannya. Hitler yang mulanya biasanya saja, kemudian hendak mengamuk.

"Yang main Twitter dan ikut me-retweet #NurdinTurun boleh meninggalkan ruangan. Sisanya tinggal di sini," perintahnya dalam teks bahasa Indonesia, sebelum mengamuk.

"Nurdin itu kenapa sih? Dia itu buta atau budek sampai tidak mau turun juga. Semua orang sudah memasang spanduk dimana-mana dengan tulisan ‘Ganyang Nurdin’," demikian dituliskan teks terjemahan, sementara pemimpin Nazi itu berteriak-teriak.

Pada akhir video, terlihat Hitler perlahan tenang. Ia tak mau lagi peduli dengan Nurdin dan menyarankan masyarakat untuk memperhatikan olahraga lain yang seringkali dihiraukan. Video menarik ini berhasil menarik berbagai komentar dari masyarakat.

“Nurdin memang tidak tahu malu,” tulis akun nbow1000.

“Mantap, Irfan Bachdim juga terkena sasaran,” kata akun alexskinable. (ar/inl/trb)

Lihat Videonya.......

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sudah Divonis, Gayus Terancam Penjara Seumur Hidup?

PUTRICANDRAMIDI -

Tersangka kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang, Gayus Halomoan Tambunan terancam hukuman penjara seumur hidup terkait kepemilikan uang Rp 28 miliar. Polri mengenakan Gayus dengan pasal 11 atau pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dan pasal 3 UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (foto: Inilah.com)
JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Tersangka kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang, Gayus Halomoan Tambunan terancam hukuman penjara seumur hidup terkait kepemilikan uang Rp 28 miliar. Polri mengenakan Gayus dengan pasal 11 atau pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dan pasal 3 UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Berkas perkara kasus ini tengah dirampungkan pihak kepolisian untuk diserahkan ke Kejaksaan Agung.

"Korupsinya, penyidik mengenakan pasal 11 atau pasal 12 B. Pencucian uangnya pasal 3," ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jumat (21/1/2011), ketika ditanya pasal berapa yang dijeratkan kepada Gayus.

Pasal 11 berbunyi, "pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji itu diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji itu ada hubungan dengan jabatannya".

Dalam pasal itu, ancaman hukuman paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun. Adapun denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 250 juta.

Sedangkan pasal 12 B berbunyi, "setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya".

Dalam pasal 12 B ini, ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup dan paling singkat 4 tahun. Adapun denda paling banyak Rp 1 miliar dan paling sedikit Rp 200 juta.

Dikatakan Boy, penyidik akan kembali melimpahkan berkas perkara terkait kasus itu ke Kejaksaan Agung, Senin (24/2/2011) pekan depan. Sebelumnya, jaksa mengembalikan berkas perkara Gayus dengan petunjuk agar penyidik melengkapi dokumen pajak yang pernah ditangani Gayus. Kini, Polri memegang data pajak 151 perusahaan.

Untuk diketahui, pasal yang dijeratkan ke tersangka belum tentu terbukti saat proses persidangan. Vonis hakim tergantung pada dakwaan serta fakta yang terbukti di persidangan. Saat ini, Gayus berstatus sebagai terpidana 7 tahun penjara atas kasus korupsi pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT).

Sementara itu, sebelumnya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto menegaskan mantan pegawai Ditjen Pajak Gayus Tambunan mengada-ada ketika memberikan pernyataan tentang peran agen CIA dalam kasus dugaan mafia pajak yang menjeratnya.

"Jangan percaya hal yang mengada-ada," kata Sutanto di Kantor Presiden, Jakarta.

Sutanto juga menyatakan pengakuan Gayus tidak akurat. "Iya (tidak akurat)," katanya tegas.

Namun demikian, Sutanto menyatakan polisi berwenang untuk tetap menyelidiki hal itu. Tapi dia tidak menyebutkan apakah BIN akan mengecek kebenaran pernyataan Gayus itu kepada CIA.

Dia menegaskan, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan Polri bisa meneruskan kerjanya lebih lanjut.

"Itu satgas sama polisi saja," katanya.

Gayus Tambunan menyebut John Jerome Grice sebagai agen Badan Intelijen AS (CIA) yang membuatkan paspornya sehingga membuat dia dan istrinya bisa bepergian ke luar negeri.

Kepada wartawan usai divonis bersalah oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Gayus mengatakan, sepak terjang John Jerome Grice diketahui oleh salah satu anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Secara khusus, Gayus mengutarakan kekecewaannya kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum karena satgas dituduhnya memperkeruh kasusnya.

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum sendiri membantah tuduhan itu.

"Tapi pada dasarnya kita punya informasi, punya data pembicaraan dengan Gayus yang akan menunjukkan bahwa tidak ada sebagaimana disampaikan," kata Sekretaris Satgas Pemberantasan Hukum Denny Indrayana di komplek Istana Kepresidenan.

Denny juga mengaku tidak mengenal pria yang disebut Gayus agen CIA itu.

Sementara Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menegaskan, John Jerome Grice, pria yang disebut Gayus Tambunan sebagai agen CIA, saat ini berada di luar Indonesia sejak beberapa bulan lalu melalui pintu imigrasi Soekarno Hatta.

Sedangkan Markas Besar TNI siap membantu Polri memburu buronan kasus pemalsuan paspor John Jerome Grice, yang disebut terdakwa penggelapan pajak Gayus Tambunan sebagai agen intelijen Amerika Serikat (CIA). TNI menyarankan Badan Intelijen Negara turun tangan.

"Kalau kami melihat counterpart (mitra sejajar) CIA adalah BIN. Seyogyanya diselesaikan BIN," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 20 Januari 2010.

TNI sendiri, kata Agus, masih dalam posisi menunggu kebenaran informasi yang dilontarkan Gayus itu. Selain itu, TNI tidak ingin gegabah dalam menghadapi gurita kasus Gayus Tambunan.

"Reaksi kami menunggu. Masih dikonfirmasi antara kebenaran yang disampaikan apakah benar atau masih mengarang," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Prinsipnya, TNI bertugas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Operasi intelijen yang dilakukan TNI dalam kapasitas mendukung operasi TNI. "Apakah akan meruntuhkan NKRI, kami akan bersikap. Kalau tidak, ya, tidak," ungkap Agus.

Rencananya, pekan depan Komisi I bidang Pertahanan DPR, akan mengundang Badan Intelijen Negara. Undang itu salah satunya untuk membicarakan pernyataan Gayus yang menyebut Grice adalah agen CIA. (fn/km/ant/vs)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::SuaraMedia

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Hati-Hati Berkicau di Twitter

PUTRICANDRAMIDI -


Twitter (youngstownfire.com)

VIVAnews - Twitter sangat menyenangkan. Meski posting di dalamnya terbatas hingga 140 karakter, Anda dapat menumpahkan uneg-uneg atau komentar tentang sesuatu yang Anda lihat atau rasakan.

Belum lagi jika tweet tersebut dikomentari oleh orang lain. Sehingga seringkali muncul interaksi-interaksi baru antara Anda dan orang-orang sekitar Anda melalui dunia maya.

Tetapi, Twitter bukanlah "negara" bebas tanpa aturan. Seperti halnya di dunia nyata, tiap orang harus bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatannya di media sosial Twitter. Setiap tweet yang Anda posting bisa menimbulkan konsekuensi di dunia nyata.

Tidak percaya? Coba simak sejumlah paparan kasus hukum yang terjadi akibat bertingkah sembarangan di Twitter.

Gara-gara Twitter, Babel Didenda Rp143 Juta

Gambar Sindiran Howard Webb

Akhir minggu lalu, striker Liverpool Ryan Babel dikenai denda 10 ribu pound (Rp143 juta) karena tindakannya mengunggah foto wasit Howard Webb berbaju Manchester United di Twitter.

Tindakan itu dilakukan Babel sebagai ungkapan kekesalannya terhadap Webb yang memimpin laga Liverpool kontra Manchester United (MU), di mana The Reds harus mengakui keunggulan Setan Merah 1-0.

Dengan sentuhan teknologi visual, foto Howard Webb berbaju wasit "disulap" menjadi jersey MU. Meski sudah meminta maaf lantaran emosi, Babel tetap dikenai denda. Tingkah konyol pemain depan berdarah Belanda itu kadung membuat Federasi Sepak Bola Inggris (FA) berang.


Politisi di Inggris ditangkap Gara-gara Mengancam di Twitter

Logo Twitter
Gara-gara mengirimkan komentar ofensif ke seorang jurnalis melalui Twitter, Gareth Compton, seorang politisi dari partai Konservatif di Inggris, harus berurusan dengan polisi.

Compton, 38 tahun, adalah anggota dewan asal Birmingham City. Suatu kali, di Twitter, dia menulis tweet berbunyi seperti ini:

"Tolong lempari Yasmin Alibhai-Brown dengan batu sampai mati. Saya akan memberi amnesti jika Anda melakukannya, karena itu merupakan sebuah berkah."

Tentu, tweet dari Compton itu mengagetkan Yasmin Alibhai-Brown, jurnalis dari harian Independent asal London. Dia terkejut ada tweet dari seorang politisi mengajak orang untuk merajam dirinya.

Meski pun Compton lalu menghapus tweet itu dan meminta maaf, tapi gugatan hukum tetap berjalan. Ia sempat membela diri dengan menyebut Twitter hanyalah forum untuk menuliskan komentar ringan yang tak bermaksud apa-apa.

Alhasil, Partai Konservatif pun mengambil sikap tegas: Compton dibebastugaskan sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan. Setidaknya, sampai penyelidikan atas dirinya tuntas.


Luna Maya Maki Infotainment Lewat Twitter

Luna Maya
Kasus serupa juga pernah terjadi di Indonesia. Ingat kasus Luna Maya versus infotainment yang terjadi sekitar akhir tahun 2009? Ketika itu, mantan bintang Lux yang juga merupakan kekasih Ariel 'Peterpan' meluapkan emosinya di Twitter karena ulah infotainment.

Inilah kalimat cacian Luna untuk infotainment:

"Jadi bingung kenapa manusia sekarang lebih kaya setan dibandingkan dengan setannya sendiri...apa yang disebut manusia udah jadi setan semua??"

"Infotement derajatnya lebh HINA daripada PELACUR, PEMBUNUH!!!! May your soul burn in hell!!"


Diduga, peristiwa ini dipicu saat Luna menghadiri acara gala Premier film "Sang Pemimpi" di EX Plaza, malam tanggal 15 Desember. Di acara itu, Luna terlihat tengah menggendong Alea, anak kandung Ariel.

Meski sempat dilaporkan ke polisi, bahkan melibatkan Tantowi Yahya untuk mediasinya dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), akhirnya damai menjadi jalan tengah. PWI, atas nama Priyo Wibowo, mencabut laporan terhadap Luna Maya yang dituding telah melakukan pencemaran nama baik melalui akun Twitter.


Foto Paspor Gayus Diunggah di Twitter

Foto Paspor Gayus
Baru-baru ini terdakwa kasus mafia pajak PT SAT dan mafia hukum Gayus Tambunan mengutarakan kesaksiannya usai pembacaan vonis 7 tahun penjara.

Dalam kesaksiannya, dikatakan satgas anti mafia hukum Denny Indrayana dengan sengaja mengunggah gambar paspor Gayus atas nama Sonny Laksono sebagai alat alih perhatian, sehingga publik tidak lagi memerhatikan pejabat pajak, yaitu Direktur dan Dirjen Pajak ataupun ke Cirus Sinaga.

Sampai saat ini, kasus tersebut masih bergulir. Untuk membaca kesaksian Gayus lengkap dengan jawaban Satgas Anti Mafia Hukum, Anda bisa mengunjungi link berikut ini.

***
Rentetan kasus di atas bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai refleksi bahwa Twitter bukanlah sebatas media sosial yang mewadahi uneg-uneg Anda. Ia memang menyenangkan. Hanya perlu diingat bahwa seluruh tweet yang Anda posting mempunyai konsekuensi.

Dewasa ini, saking tak ada batasnya, uneg-uneg Tweeps (pengguna Twitter) yang terposting kadang tanpa disadari melanggar norma tertentu. Teror, menyebarkan hoax yang menimbulkan kepanikan, hate speech, seperti memaki, menghujat, menyebar fitnah, sering terjadi di ranah jagat Twitter Indonesia.

Anda bisa bilang, kasus-kasus di atas kebanyakan hanya menimpa figur publik. Memang demikian. Tetapi, tidak berarti hukuman itu berlaku surut. Sebagaimana diketahui, semua orang memiliki derajat yang sama di mata hukum. (hs)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::fokus.vivanews.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Kamis, 20 Januari 2011

Polisi Periksa Pelantun Lagu "Andai Aku Jadi Gayus"

PUTRICANDRAMIDI -

Gayus Tambunan (Vivanews)

Gorontalo, (tvOne)

Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah memanggil dan memeriksa pelantun lagu "Andai Aku Jadi Gayus", Bona Paputungan. Usai membuat laporan polisi di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Bona menjalani pemeriksaan di bagian penyidik Reskrim Polda Gorontalo, sejak pukul 02.00 WIT Minggu dinihari (16/1).

Kepala Satuan (Kasat) Ops I Reskrim Polda Gorontalo, AKBP Haddra mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan saat ini sebagai tahap awal. "Penyidik masih mengumpulkan informasi dari pelapor dan para saksi," kata Haddra, Minggu (16/1).

Terkait dugaan keterlibatan densus dalam aksi teror tersebut menurut Haddra, Polda Gorontalo masih perlu menghimpun keterangan guna dikembangkan ke tahap selanjutnya. "Terlalu dini untuk menyimpulkan, karena saat ini masih dalam tahap pembuatan Berita Acara Pemeriksaan," jelas Haddra.

Haddra pun belum dapat memastikan pelaku aksi teror melalui telepon, yang mengatasnamakan dirinya sebagai anggota densus. Meski demikian Haddra berjanji, Polda Gorontalo akan segera mengusut aksi teror yang menimpa Bona Paputungan terkait lagu "Andai Aku Jadi Gayus". (Ant)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::tvOne

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sejarawan Kuak Konflik Internal TNI Dalam 30 September 1965

PUTRICANDRAMIDI -

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Pembantaian massal terhadap para anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) menyusul peristiwa Gerakan 30 September 1965 tak lepas dari konteks domestik dan internasional pada saat itu.

"Peristiwa yang terjadi tahun 1965 jelas bersifat domestik, namun tidak dapat dipisahkan dari tatanan dunia yang terbagi dalam dua kutub saat Perang Dingin," kata Baskara T. Wardaya S.J, dosen Sejarah, Agama dan Pengembangan Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma. Baskara mengemukakan hal tersebut dalam diskusi yang merupakan bagian dari konferensi bertajuk "Indonesia dan Dunia Tahun 1965," yang berlangsung Rabu (19/1) di Goethe Institut, Menteng, Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa ketika itu di Asia terjadi dua negara yang mengalami perpecahan yaitu Korea Utara dengan Korea Selatan dan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.

Saat itu, juga terjadi konflik Indonesia dengan Belanda mengenai Papua Barat dan rencana Inggris untuk membentuk federasi Malaysia. Awalnya pembentukan federasi itu tidak masalah bagi presiden Soekarno namun selanjutnya dia melancarkan konfrontasi.

Dalam konteks domestik, pada pemilu tahun 1955 PKI menduduki peringkat ke-4 di daerah dan pada tahun 1957 PKI bisa menambah dukungan. "Pada tahun 1955 banyak pihak yang mendesak Soekarno membatalkan Pemilu karena takut PKI akan menang," katanya.

Baskara juga mengemukakan "PKI merupakan partai komunis terbesar di luar Uni Soviet dan China. Jumlah anggotanya meningkat, terorganisir dengan baik dan tidak tercemar oleh korupsi."

Mengenai peristiwa pembantaian massal anggota PKI setelah peristiwa Gerakan 30 September, Baskara mengemukakan ada banyak versi.

"Menurut versi pemerintah, orang-orang balas dendam dengan secara spontan membunuh para anggota PKI. Menurut versi saksi mata dan korban peristiwa itu, tidak semua orang yang dibunuh dan dipenjara adalah komunis. Banyak tuduhan yang salah. mereka merupakan korban ambisi kekuasaan Soeharto," katanya. Versi sejarawan menurut Baskara adalah soal konflik internal di tubuh TNI yang merupakan inti masalah.

"Dari semua versi itu pada kenyataannya versi pemerintah yang lebih dominan," katanya.

Hal yang menjadi pertanyaan Baskara adalah mengapa pembunuhan massal itu tidak terjadi di Jawa Barat, padahal pembantaian terjadi di Jawa tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara dan Kalimantan.

Dalam diskusi lainnya, Bradley Simpson, dosen Sejarah dan Hubungan Internasional Universitas Princeton, mengatakan Amerika Serikat tidak terlibat dalam pembantaian massal tersebut.

Namun, menurut Simpson, banyak pejabat AS yang meyakini bahwa PKI harus dimusnahkan. "AS tidak terlibat tetapi mendukung. Menurut pendapat negara-negara Barat, pembunuhan itu dibutuhkan untuk integrasi Indonesia," kata Simpson.

Pada acara pembukaan konferensi di Goethe Institut itu, Selasa (18/1), terjadi demonstrasi dari Gerakan Pemuda Islam (GPI). Christiane Jekeli, Humas Goethe Institut mengatakan massa yang berjumlah 20-an mendatangi tempat diskusi pada Selasa sore. Mereka menyatakan bahwa konferensi internasional ini mendukung komunisme di Indonesia dan merupakan bagian dari konspirasi komunis internasional.

Penyelenggara mengatakan konferensi tersebut bermaksud untuk menyorot konteks global dari peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 1965.

Mereka mengundang tiga wakil demonstran untuk mendiskusikan sudut pandang mereka. Pimpinan GPI diundang untuk menghadiri diskusi terbuka yang akan berlangsung pada malam penutupan pada hari Jumat, (21/1).

Membaca Ulang Peristiwa 30 September 1965

Pada suatu pagi yang indah dan cerah di penghujung bulan September 1965, Tupu, seorang gadis kecil bermain kuda-kudaan dengan ceria di depan rumahnya.

Tak lama berselang, dari balik pintu rumah berdinding kayu itu, turun seorang bocah lelaki perlahan-lahan menuruni tangga rumah yang juga terbuat dari kayu, khas rumah pedesaan pada masa itu.

Dialah Moyo, kakak Tupu, datang dengan menggenggam sebuah balon merah. Keduanya lantas asyik bermain, meloncat-loncat, berlarian, diam, lari lagi, diam lagi dan pada akhirnya juga rebutan mainan.

Tupu merengek manja hingga memaksa Moyo mengalah dan memberikan balonnya. Mereka seperti memiliki dunia sendiri, simbol komunikasi sendiri yaitu meniup pluit merah untuk memanggil satu sama lain.

Hari-hari kedua bocah ini penuh dengan kegembiraan, bertetangga baik dengan Haki yang memiliki putri bernama Lacuna, yang selalu duduk di kursi roda hingga pada suatu malam muncul tanda segitiga merah di dinding jendela rumah Tupu dan Moyo. Oleh ayah mereka yang bertangan satu, tanda itu sebenarnya coba dihapuskan namun upaya itu gagal. Siapa gerangan yang membuatnya?

Hari-hari berikutnya, kehidupan mereka mendadak berubah secara drastis. Suatu hari misalnya tiba-tiba segerombolan tentara bersenjata laras panjang mendatangi halaman rumah saat ayah mereka sedang membetulkan kuda-kudaan Tupu yang rusak dengan palu.

Setelah melihat tanda segitiga, para serdadu berwajah sangar itu “mengambil” ayah Tupu dan Moyo. Mereka berdua sangat ketakutan dan tak mengerti mengapa sang Ayah tak pulang-pulang hingga malam dan keesokan hari. Sang Ayah juga tak berkata apa-apa saat dibawa tentara selain menyerahkan kuda-kudaan Tupu yang sudah selesai diperbaiki. Haki juga tak lagi ramah dan melarang Lacuna bermain bersama Tupu dan Moyo.

Begitulah adegan pembukaan Cerita Kecil di Mwarthirika, garapan terbaru Maria Tri Sulistyanti dan Iwan Effendi dari Papermoon Puppet Theatre dalam rangka memeriahkan pameran Indonesia and the World in 1965 di GoetheHaus, Jakarta.

Pameran ini berlangsung sejak 18-21 Januari dengan ditandai peluncuran buku, konferensi internasional dan pertunjukan tari. Acara berlangsung di bawah bayang-bayang ancaman pembubaran oleh sekelompok orang yang mengaku penentang komunisme dan paham komunisme.

Mwarthirika, seperti kata Maria dan Iwan, adalah sebuah pertunjukan visual tanpa kata, mengenai sejarah abu-abu yang disampaikan dengan cara imajinatif seperti di negeri dongeng. Mereka menggunakan boneka jenis Bunraku dan Kuruma Ningyo dari Jepang sebagai tokoh dan menggunakan Bahasa Swahili sebagai judul pementasan sekaligus nama-nama karakter.

Dunia Tupu dan Moyo mirip dengan kehidupan Scout Finch dan Jeremy Atticus “Jem” Finch, dua anak bersaudara dalam novel To Kill a Mockingbird karya Harper Lee yang juga berlatarbelakang pedesaan dan fokus pada prasangka negatif terhadap ras kulit hitam.

Kedua karya ini menceritakan peristiwa besar, pelik, rumit dan abu-abu melalui sudut pandang anak kecil yang terlalu muda untuk memahami kejadian di sekitarnya tapi jelas merasakan akibatnya. Tupu kehilangan ayah yang mereka cintai, pelindung mereka dan pada saat yang sama juga kehilangan kedamaian dalam hidup.

Namun, di situlah letak kekuatan Mwarthirika. Tanpa melupakan kisah eksekusi terhadap orang-orang yang dituduh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) -misalnya salah satu adegan menunjukkan orang-orang “kiri” dibariskan dengan jempol terikat lalu ditembak dicemplungkan ke kali, stigmatisasi terhadap pengikut PKI dan keturunannya dengan simbol cap merah di kepala boneka-boneka, dan penangkapan orang-orang yang rumahnya diberi tanda segitiga merah- pertunjukan ini seperti menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar narasi soal pahlawan dan penjahat.

Maria dan Iwan mengangkat kepedihan orang-orang usai hari-hari paling kelam dalam sejarah Indonesia melalui peristiwa yang terlalu sulit diungkapkan dengan bahasa tapi berhasil meresap ke ulu hati penonton.

Dan sejarah pada akhirnya –seperti kata mereka- bukan tentang siapa yang membunuh siapa. Tapi sejarah kehilangan dan kehilangan sejarah dalam hidup kita. Bukankah kalau kita tahu tentang apa yang terjadi di masa lalu, maka kita bisa memahami kenapa kita berdiri di sini sekarang, dan mau pergi kemana di masa mendatang? (fn/ant/ok)


JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Rabu, 19 Januari 2011

Transkrip Percakapan Denny-Satgas & Gayus

PUTRICANDRAMIDI -

***Ini balasan Denny atas serangan Gayus Tambunan.

Denny Indrayana, Staf Khusus Presiden SBY

VIVAnews - Terpidana kasus mafia hukum Gayus Halomoan Tambunan memenuhi janjinya untuk 'buka-bukaan'. Usai divonis tujuh tahun di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu sore tadi, 19 Januari 2011, dia secara terbuka menuduh Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum dan Staf Khusus Presiden SBY, Denny Indrayana, telah merekayasa kasus menggemparkan ini. Pernyataan lengkap Gayus bisa dibaca di sini.

Beberapa jam kemudian, menanggapi 'serangan' Gayus, Satgas menggelar konperensi pers di kantor Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. Denny membeberkan transkrip versi dia, berisi percakapan dia dengan Gayus melalui BlackBerry Messenger. Berikut petikannya:

24 Maret 2010 Denny I. : Test
24 Maret 2010 Gayus : Sip
24 Maret 2010 Denny I. : Aman!
24 Maret 2010 Gayus : Ok
25 Maret 2010 Denny I. : Saya sedang dengan kapolri
25 Maret 2010 Denny I. : Bisa saya telp bicara dengan beliau?
25 Maret 2010 Denny I. : Menjelaskan posisinya...
25 Maret 2010 Denny I. : PING!!!
25 Maret 2010 Denny I. : Gayus perlu segera ketemu. Please dijawab
25 Maret 2010 Denny I. : Proteksi ada
25 Maret 2010 Denny I. : Gayus kau dimana?
25 Maret 2010 Denny I. : Jangan libatkan temanmu. Kasihan. Dia bisa dianggap menyembunyikan
29 Maret 2010 Gayus : Mas.. saya minta maaf sebelumnya... Saya benar2 kaget waktu tanggal 24 saya baca... AK sdh di tetapkan tersangka pemberian keterangan palsu.. Pasti saya juga sama.. Jd daripada saya di amankan polri makanya saya pergi.. Sdh itu ditjen pajak juga sewenang wewnang sama saya.. Saya makin ga ada pegangan.. Jaringan saya di DJP : maruli manurung, bambang heru ismiarso
29 Maret 2010 Denny I. : Anda dimana. Kalau anda kooperatif, tentunya lebih baik.
29 Maret 2010 Denny I. : Sebaiknya anda datang dan menyerahkan diri. Tidak akan pernah selesai dan tenang kalau lari. Justru lebih sulit.
29 Maret 2010 Denny I. : Saya jemput anda dimanapun. Kita selesaikan dengan baik.
29 Maret 2010 Denny I. : Kalau anda kooperatif, bisa ada keringanan.
29 Maret 2010 Denny I. : Kita ketemu dimana?
29 Maret 2010 Gayus : Saya blum siapp mas
29 Maret 2010 Denny I. : Lebih baik sekarang mas. Daripada ditangkap, justru tidak ada keringanan. Saya saran kerjasama saja, insyaallah ada keringanan. Berbuat baik pasti ada manfaatnya.
29 Maret 2010 Denny I. : Kami, insyaallah akan bantu kawal terus, kika anda kooperatif.
29 Maret 2010 Gayus : Saya juga sedang timbang2 itu mas.. Apakah memungkinkan saya bantu dari jarak jauh mas...?
29 Maret 2010 Denny I : Akan lebih baik, jika kita bisa komunikasi scr langsung.. saya kuatir, tidak akan efektif kalo komunikasi dari jarak jauh..informasi langsung dr mas, akan sangat membantu pengungkapan kasus ini.. jika setuju, kita akan jemput
29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaimana?
29 Maret 2010 Gayus : Saya pikir2 betul2 mas.. Saya langsung ditahan yah mas?
29 Maret 2010 Denny I. : Itu kita lihat, mas, intinya makin kerjasama, makin mudah dan ringan buat anda
29 Maret 2010 Gayus : Iya nanti klo udah ada keputusan saya kabari mas
29 Maret 2010 Denny I. : Mas, untuk info saja. Saya khawatir waktu pikir anda agak sempit. Semua sedang bergerak. Saya saran segera kerjasama. Maaf, saya siap jemput.
29 Maret 2010 Denny I. : Pergerakan penyidik sangat cepat mas. Kalau tertangkap, maka ruang keringanan akan tertutup. Sedangkan kalau menyerahkan diri, karena kooperatif, ruang mendapat keringanan akan jauh lebih besar pak.
29 Maret 2010 Denny I. : Bagaimana mas?
29 Maret 2010 Denny I. : Anda di singapurkah? Atau dimana? Kita ketemu. Akan saya jelaskan kondisi dan opsinya.
29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaimana? Waktu sampeyan untuk kooperatif untuk kooperatif benar2 sempit. Keputusan mesti segera diambil.
29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaumana? Kok malah diam aja? :-d
29 Maret 2010 Denny I. : Mas, baik. Untuk sementara. Coba ungkap dari jauh. Bagaimana yg di pajak. Dua nama tadi bagaimana perannya?
29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaimana perkembangannya

Selain itu, Denny juga membagikan transkrip pembicaraan pada pertemuan ketiga anggota Satgas dengan Gayus sebelum Gayus ke Singapura. Petikannya:

Tempat: Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM, dan Pemberantasan KKN (Bina Graha)
Waktu: Rabu, 24 Maret 2010
Peserta: Gayus Tambunan, Denny Indrayana, Sigit, Rony

Denny: Kalau aku pikir ente jangan ke media dulu. Tadi mikirnya apa, kalau ke media bareng kita. Tapi perlu dipikir lagi biar matang dulu. Arahnya kan minta perlindungan. Mungkin Satgas, KPK, LPSK itu bareng. Nah, sementara itu aku usul advokatnya jangan yang main2, advokatnya Alex, Taufik Basari

Rony: Kalau mereka Mas Denny yang minta mau. Kalau bisa secepatnya. Ke medianya nanti, tapi sekarang dah mulai underground gitu. Mas Gayus sering merasa dibuntutin

Gayus: Nggak. Baru kali ini aja wartawan banyak banget

Rony: Nggak merasa karena gak tahu atau?

Gayus: Gak merasa dibuntutin

Denny: Bayanganku sih Satgas, KPK, LPSK duduk. Kita rumuskan langkah-langkahnya apa. Tapi sementara dia, kalau dia udah diambil polisi saya kira, Begitu tahu ada panggilan, itu untuk yang pertama kedua kita masih bisa ngeles, kita ketemu dulu. Maksudku ngatur ini langkah-langkahnya.

Gayus: Ada kemungkinan polisi ngambil saya? Gak takut saya saling buka-bukaan.

Denny: Yah kau kan diajak koordinasi. Sama intel, kau akan dibilangi hei pura-pura yah cerita ini, jangan ungkit-ungkit lah. Pasti itu dong. Kalau kau jawab ini, nanti kita atur supaya kau gak terlalu tersiksa. Pura-pura konsepnya. Tapi lu di luar dihajarin pasti, media, masyarakat. Mah kalau Yus, dengan segala hormat yah, kalau posisimu, aku bukan dalam posisi sama dengan polisi. Kalau kamu ngambil posisi demi keamananmu terus kamu ngambil posisi kerjasamanya dengan kepolisian. Nah gue ngancemnya agak kenceng tuh bakalan

Gayus: Saya kan minta waktu untuk berpikir kan. Kalau saya ambil posisi itu kan saya gak bisa lagi anuin Mas Denny tapi yah udah lah menurut peran masing-masing.

Denny: Iya, tapi akhirnya gak mungkin, gak mungkin gue kendor kan. Yah gue paham posisimu jadi dilematis

Gayus: Tapi jangan blow up, saya yang bongkar itu.

Sigit: Takutnya kalau beberapa waktu ini media terus menyebut Gayus, nanti kan ada tindakan kan.

Denny: Tadi sudah disampaikan akan ada upaya untuk diperiksa ulang
Perlu bilang ke Bibit-Chandra ini Gayus mau bilang (mau buka) dan kita tidak bisa biarkan bertarung sendirian. Harus di-back up, kalau kita tidak bisa back up dia yah...

Rony: Makanya mas Gayus harus cepat memutuskan saya pikir. Begitu iya, langkah lanjutan harus. Setelah ada itu kalau emang oke, siapkan perangkat pendukungnya, dukungan public, hire pengacara Alex, Tobas (Taufik Basari) atau Bambang Widjojanto.

Gayus: Apa mereka tuh pasti mau?

Denny: Ya, insya Allah mau, kalau formatnya melawan mafia hukum, strategi juangnya harus itu.

Gayus: Lha kalau nanti mereka lihat background saya lagi kan males juga

Denny: O iya, makanya jangan belok. Kalau belok ya akan ditinggal. Kalau strategi juangnya adalah oke melawan mafia hukum. Kemudian Satgas masuk, KPK, LPSK masuk, teman-teman LSM support. Tapi orang kan akan bilang kenapa belain orang pajak yang, ini kan whistle blower. Dan di media kan posisi kita akan jadi whistle blower.

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Sabtu, 15 Januari 2011

Ribuan Pengunjung YouTube Satroni 'Lagu Gayus Tambunan'

PUTRICANDRAMIDI -

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Lagu 'Andai Aku Jadi Gayus' yang diposting di situs berbagi video YouTube hingga saat ini telah disambangi sekira 5.000 pengunjung. Padahal lagu itu baru diposting dua hari lalu.

Setelah Sinta-Jojo, Bone Paputungan akan menjadi selebriti yang meraih pamor berkat bantuan YouTube.

Kali ini warga Gorontalo itu lebih memilih menyanyikan lagu yang diciptakannya sendiri, mengambil tema sindiran terhadap hukum di Indonesia.

Lagu Bone itu diposting lengkap dengan video klip-nya pada 14 Januari lalu. Hingga berita ini diturunkan sekira 4.999 pengunjung telah meyambangi link bertajuk 'Andai Aku Jadi Gayus (Kisah Hidupku) - Bona B_e' tersebut.

Bahkan satu video serupa dengan tajuk yang berbeda. Untuk video lain bertajuk 'Andai Aku Jadi Gayus' baru menarik perhatian sekira 500 orang.

Dari jumlah pengunjung sebanyak itu tidak sedikit yang memberikan komentar. Bahkan dari komentar yang muncul, hampir semua bernada positif dan memberikan apresiasi bagi lagu ciptaan Bone itu.

Video klip yang diposting pun cukup menghibur. Bone, yang memiliki perawakan seperti Gayus itu memainkan peran yang meyakinkan sebagai tokoh koruptor pajak di video klip tersebut.

Sosok Gayus yang dapat keluar masuk tahanan dengan menyuap sejumlah aparat penegak hukum menjadi inspirasi tersendiri bagi Bone Paputungan, seorang mantan narapidana di Gorontalo. Video berdurasi sekira 4:47 menit itu, menyindir aparat penegak hukum yang mudah disuap oleh Gayus agar bisa melenggang keluar.

Selama meringkuk diterali besi sejak 11 Maret 2010 lalu, ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari sipir dalam penjara. Wajahnya babak belur akibat dihantam bogem mentah dan pentungan salah seorang petugas. Belum lagi ia harus menjalani ”ritual” hukuman dari sesama penghuni penjara. Berbeda dengan tahanan yang terjerat kasus pidana korupsi, perlakuan mereka lebih baik dari tahanan lainnya.

Kondisi Bona yang babak belur di jeruji itu dituangkan dalam bait-bait lagu.Salah satu yang menarik adalah berjudul ” Kisah aku dan Gayus Tambunan” yang kemudian diganti menjadi Andai Aku Gayus Tambunan.

Lagu itu lebih menceritakan kisah hidupnya sebagai orang yang lemah tak punya apa-apa, lalu mendapat siksa di penjara. Sementara para koruptor yang dipenjara seperti Gayus Tambunan bisa berbuat apa saja hingga bebas keluar masuk dalam penjara dan plesiran ke luar negeri.” Saya merasakan sendiri kalau ternyata hukum itu bisa dibeli,” kata Bona Paputungan.

Plesiran Gayus Tambunan, terdakwa mafia pajak ke Bali dan sejumlah tempat ke luar negeri menurutnya merupakan bobroknya aparat hukum di Indonesia.

"Andai ku Gayus Tambunan yang bisa pergi ke Bali. Semua keinginannya bisa terpenuhi. Lucunya di negeri ini, hukuman bisa dibeli, kita orang yang lemah pasrah akan keadaan," sindir Bone dalam liriknya. (ar/ok/tmp)

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::suaramedia.com

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Jumat, 14 Januari 2011

Koleks Foto-foto Gayus Tambunan

PUTRICANDRAMIDI -

Koleks Foto-foto Gayus Tambunan, Keren Abiss Plus Dasyat - Mereka mengedit foto mereka, menambahkan wig yang digunakan pria mirip Gayus, dan bergaya di jejaring sosial.

Mereka ingin meniru gaya pria yang sangat mirip Gayus dan diduga Gayus yang tengah menyamar untuk menonton pertandingan tenis di Bali. Foto-foto tersebut diolah secara digital ala kadarnya, namun terlihat lucu.”Trend rambut 2010,” begitu tulis Alex Subhan, seorang pengguna Facebook yang mendandani wajah ketujuh temannya dengan wig mirip Gayus,

Komentar yang masuk pun unik-unik. Banyak yang menyebut mirip, namun tidak sedikit yang mengolok-olok wig tersebut lebih menyerupai blankon ketimbang rambut.

Jika anda ingin bergaya seperti Gayus, mudah saja, tempel saja gambar wig yang ada di foto Gayus ke dalam foto anda. Demikian saran dari praktisi multimedia Abimanyu Wachjoewidajat.Faktor wig memang menjadi kunci dalam penyamaran ‘Gayus’. Gayus yang asli nyaris botak sedangkan ‘Gayus’ di Bali berambut lebat belah tengah.Percuma jika polisi menuntut pengakuan Gayus atau memasangkan wig di kepala Gayusasli.

Pria yang akrab dipanggil Abah ini mengusulkan cara yang sederhana, namun efektif. “Dengan teknologi digital, sebenarnya cukup memfoto wajah Gayus dengan posisi seperti yang ada di lapangan tersebut, lalu kita edit wig ke wajah Gayus yang baru. That simple! That cheap! Daripada repot-repot cari wig,” kata pria yang akrab disapa Abah ini.

Alat penyamaran lain adalah kacamata yang dipakai Gayus. Menurut Abah, foto mirip Gayus melepas kacamatanya, menunjukkan pria itu tidak biasa berkacamata. Gayus asli pun memang tidak berkacamata. “Ingat! Gayus kan tidak berkacamata, pasti risih kalau pakai kacamata putih,” kata dia

Foto Di ambil dari berbagai sumber

SOURCE:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

JANGAN LUPA TULISKAN KOMENTAR ANDA.......

Fashion & Shopping (Luxury) - TOP.ORG